Fatwa-Fatwa Haram Rokok

 


Wednesday, 19 July 2006
HIMPUNAN FATWA HARAM MEROKOK

  1. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

ImageMerokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i’tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.

Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.

Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).

Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.

Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.

Semua i’tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.

Jawaban Atas Berbagai Bantahan

Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.”

Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah terdiri dari dua jenis;
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.

Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.

Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah: 3).

Dan firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (Al-Maidah: 90).

Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.

Sumber: Program Nur ‘alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2.

  1. Syaikh Muhammad bin Ibrahim

Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Al-Qur’an menyatakan, “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran).” (al-A’raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra. Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.

 

  1. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.

 

  1. Ulama Mesir, Syria, Saudi

Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi’i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.

 

  1. Dr Yusuf Qardhawi

Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya ‘Halal & Haram dalam Islam’. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.

 

  1. SyariahOnline.com

Keharaman rokok tidaklah berdasarkan sebuah larangan yang disebutkan secara ekplisit dalam nash Al-Quran Al-Kariem atau pun As-Sunnah An-Nabawiyah.

Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa ini setelah dipastikannya temuan bahwa setiap batang rokok itu mengandung lebih dari 4000 jenis racun berbahaya.

Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.

Namun banyak orang yang menganggap hal itu terlalu mengada-ada, sebab buktinya ada jutaan orang di muka bumi ini yang setiap hari merokok dan buktinya mereka masih bernafas alias tidak langsung mati seketika itu juga.

Karena itulah kita masih menemukan rokok di sekeliling kita dan ternyata pabrik rokokpun tetap berdiri tegar. Bahkan mampu memberikan masukan buat pemerintah dengan pajaknya. Sehingga tidak pernah muncul keinginan baik dari pembuat hukum untuk melarang rokok.

Ini adalah salah satu ciri ketertinggalan informasi dari masyarakat kita. Dan di negeri yang sudah maju informasinya, merupakan bentuk ketidak-konsekuenan atas fakta ilmu pengetahuan. Dan kedua jenis masyarakat ini memang sama-sama tidak tahu apa yang terbaik buat mereka. Misalnya di barat yang konon sudah maju informasinya dan ipteknya, masih saja ada orang yang minum khamar. Meski ada larangan buat pengemudi, anak-anak dan aturan tidak boleh menjual khamar kepada anak di bawah umur. Tapi paling tidak, sudah ada sedikit kesadaran bahwa khamar itu berbahaya. Hanya saja antisipasinya masih terlalu seadanya.

Sedangkan dalam hukum Islam, ketika sudah dipastikan bahwa sesuatu itu membahayakan kesehatan, maka mengkonsumsinya lantas diharamkan. Inilah bentuk ketegasan hukum Islam yang sudah menjadi ciri khas. Maka khamar itu tetap haram meski hanya seteguk ditelan untuk sebuah malam yang dingin menusuk.

Demikian pula para ulama ketika menyadari keberadan 4000-an racun dalam batang rokok dan mengetahui akitab-akibat yang diderita para perokok, mereka pun sepakat untuk mengharamkannya. Sayangnya, umat Islam masih saja menganggap selama tidak ada ayat yang tegas atau hadits yang eksplisit yang mengharamkan rokok, maka mereka masih menganggap rokok itu halal, atau minimal makruh.

  1. Ustadz Ahmad Sarwat Lc, Konsultasi eramuslim.com

Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya di masa sekarang ini.

Dahulu para ulama hanya memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.

Sebagian kiyai di negeri kita yang punya hobi menyedot asap rokok, kalau ditanyakan tentang hukum rokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.

Mengapa mereka memandang demikian?

Karena literatur mereka adalah literatur klasik, ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, di mana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat-zat beracun di dalam sebatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian di masa lalu tentang bahaya sebatang rokok.

Maka hukum rokok hanya sekedar makruh lantaran membuat mulut berbau kurang sedang serta mengganggu pergaulan.

Penelitian Terbaru

Seandainya para kiyai itu tidak hanya terpaku pada naskah lama dan mengikuti rekan-rekan mereka di berbagai negeri Islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.

Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan madharat yang sangat besar, bahkan teramat besar.

Pastilah mereka akan menerima bahwa hukum rokok itu bukan sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi mereka akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram, lantaran merupakan benda mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.

Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.

Penelitian juga menyebutkan bahwa 20 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% hemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.

Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.

Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

Penghisap rokok juga punya kemungkinan4 kali lebh besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.

Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

Tidak ada satu pun orang yang bisa menyangkal semua fakta di atas, karena merupakan hasil penelitian ilmiyah. Bahkan perusahaan rokok poun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut:

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.

Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?

8. Dr. Ir. M. Romli, Msc, Auditor Halal LPPOM MUI

(Rizki Wicaksono, dari berbagai sumber)

http://www.halalguide.info/content/view/338/38/

About these ads

3 Responses to “Fatwa-Fatwa Haram Rokok”


  1. 1 mustofa 23 Maret, 2010 pukul 3:50 pm

    ketika naik pesawat merpati dari Surabaya – bontang antara th 1993-1996, diatas pesawat itu saya baca Jawa Post yg memuat hasil survey di Amerika antara lain, dari 1OOO sampel perokok, dan 1OOO Anti rokok, dg usia yg sama yaitu 6O th-an diketahui bahwa ternyata angaka kematian anti rokok lebih banyak dari perokok, dan survey itu membuktikan bahwa klompok anti rokok pd usia yg sama lebih banyak yg sudah pikunnya dari kelompok perokok. kenapa kasus yg terjadi pada sekolompok orang harus digeneralisiir? seperti kasus ada ya sakit karena rokok? kenapa kasus itu dijadikan alasan menetapkan rokok haram? bu8kankah Allah pernah menegur Nabi ketika beliau mengharamkan sesuatu karena alasan agar istri2nya senang? Lagian Nabi sendiri bersabda : yang halal adalah yang dihalalkan Allah dlm Al quran dan yg haram adalah yg diharamkan Allah dlm Alquran. jika nabi sendiri tidak berani menetapkan hukum selain yg ada dalm Alquran kenapa kita berani melangkahi nabi? bahkan berperilaku seperti Tuhan dg menetapkan hukum tanpa dalil Alquran? Kalimat Innama firman Allah dalam konteks mengharamkan bangke, darah babi, dan sembelihan untuk perbuatan syirk adalah adatulhasr yg bermakna yg Allah haramkan itu adalah hanya yg empat itu. jika kasus tertentu yg mengenai orang perorang jadi alasan tuk mengharamkan sesuatu ada banyak hal yang akan jadi haram. ada banyak orang elergi makan daging kambing, bahkan setiap kali makan daging kambing langsung jengking. karena alasan ini akankah daging kambing menjadi haram? Ya akhi hadzare…hadzare ..jangan menjadi Tuhan dg menetapkan hakum tanpa dalil Alquran. yakinilah bahwa Allah tidak lupa untuk mengharamkan rokok, karena mustahil dalam Alquran ada yg terlupakan, tapi memang Allah tidak menghendaki hukum haram untuk rokok.Ketentuan Allah itu mutlaq Absolut, sedangkan hasil survey manusia itu relatif. adakalanya benar adakalanya salah. dan ternyata survey kecil2an membuktikan kalau 2O orang tua yang saya kenal, yg banyak sakit2an, dan bahkan telah banyak meninggal adalah beliau2 yg anti rokok. urusan sakit, mati itu buknkah Allah yg mengatur?

  2. 2 Ismail Mawardi 24 Maret, 2010 pukul 12:14 pm

    Saya setuju dengan anjuran untuk mengurangi kebiasaan merokok, sama dengan anjuran untuk tidak makan soto, sate kambing, dll makanan yang dapat menyebabkab darah tinggi dan kolesterol tapi saya tidak setuju penetapan hukumnya bahwa merokok haram,apa lagi Soto dan Sate kambing diharamkan (bagaimana setuju?????) dalam penetapan suatu hukum tidak boleh memakai perasaan, manfaat dan mudhorot jadi jangan main-main, jangankan para ulama Rosululloh sendiri pernah ditegur oleh Allah Swt karena bersumpah untuk tidak makan/minum madu karena baunya madu tidak enak.


  1. 1 ROKOK MEROKOK DAN AKIBATNYA « Ustadchandra's Blog Lacak balik pada 16 Desember, 2009 pukul 5:28 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




RSS Google News

  • Polda Gagalkan Pengiriman 353.000 Bungkus Berisi Rokok Ilegal - Solopos 23 April, 2014
    SoloposPolda Gagalkan Pengiriman 353.000 Bungkus Berisi Rokok IlegalSoloposDirektur Reserses Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol. Djoko Purbohadijoyo (kanan), didampingi Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. A. Liliek Darmanto menunjukkan rokok ilegal dalag gelar perkara di Semarang, Rabu (23/4/2014).Polisi Semarang Gagalkan Penyelundupan Rokok Senilai […]
  • Rokok Ilegal Rugikan Negara Rp1,8 M - JPNN.com 23 April, 2014
    Rokok Ilegal Rugikan Negara Rp1,8 MJPNN.comMAKASSAR -- Aktivitas penyelundupan melalui jalur laut masih tinggi. Terbukti dalam satu tahun terakhir, jutaan rokok ilegal dan ribuan botol minuman keras terjaring petugas Bea dan Cukai. Tak ayal, kerugian negara oleh peredaran rokok ilegal ini pun ...10 Juta Batang Rokok Ilegal Dibakar di MakassarKOMPAS.comall 4 […]
  • Ridwan Kamil: Tak Boleh Ada Lagi Iklan Rokok di Bandung - KOMPAS.com 23 April, 2014
    KOMPAS.comRidwan Kamil: Tak Boleh Ada Lagi Iklan Rokok di BandungKOMPAS.comBANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan, Pemerintah Kota Bandung akan bersikap tegas untuk menertibkan bahkan membongkar reklame-reklame iklan produk rokok yang masih bertengger menghiasi jalan-jalan di Kota ...Ridwan Kamil Tidak Lagi Bolehkan Iklan Rokok di Ba […]
  • Produksi Rokok Putih di Indonesia Harus Dikurangi - Tribunnews 22 April, 2014
    Produksi Rokok Putih di Indonesia Harus DikurangiTribunnewsTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia harus mengurangi produksi rokok kretek putih dan rokok putih. Sementara itu produksi rokok kretek buatan tangan yang harus diperbanyak. Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis, mengungkapkan hal itu usai ...and more »
  • Cukai Rokok Terus Berkurang - Tribunnews 22 April, 2014
    Cukai Rokok Terus BerkurangTribunnewsHead of Division for Custom & Excise Policy II, Djaka Kusmartata mengungkapkan hal itu kepada Wartakotalive.com, Senin (21/4/2014) usai mengikuti diskusi tentang cukai rokok di Crowne Plaza Hotel. Menurut Djaka, tahun 2009 lalu ada 19 layer cukai ...
  • Universitas Muhammadiyah Malang Kini Bebas Rokok - Tempo.co 22 April, 2014
    Tempo.coUniversitas Muhammadiyah Malang Kini Bebas RokokTempo.coTEMPO.CO, Malang - Universitas Muhammadiyah Malang mulai memberlakukan peraturan bebas rokok. "Kami berlakukan kampus bebas asap rokok agar kampus ini bisa benar-benar bersih dan hijau,” kata Rektor UMM Muhadjir Effendy, Selasa, 22 April ...
  • Napi Ini Selundupkan Sabu dalam Bungkus Rokok - Tempo.co 23 April, 2014
    Tempo.coNapi Ini Selundupkan Sabu dalam Bungkus RokokTempo.coTEMPO.CO , Tangerang -- Petugas Rumah Tahanan Kelas I Tangerang di Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang menangkap basah dua tahanan yang akan menyelundupkan sabu-sabu ke dalam lapas tersebut. Hal ini terungkap ketika petugas ...
  • Rokok Bukan Identitas Gaul - Sumatera Ekspres Online 21 April, 2014
    Rokok Bukan Identitas GaulSumatera Ekspres OnlineNggak sulit untuk menemukan para pelajar yang jadi perokok. Mereka dengan gampang kita temui di tempat umum, terminal, jalanan, restoran, sekolahan, bahkan mereka justru adalah teman kamu sendiri. Semua pasti udah tahu sama kandungan bahan ...and more »
  • Rokok Elektrik Makin Populer, Tapi Kasus Cederanya Juga Makin ... - Detikcom 21 April, 2014
    Rokok Elektrik Makin Populer, Tapi Kasus Cederanya Juga Makin ...DetikcomWashington, Sebagai salah satu alternatif merokok, rokok elektrik kian populer. Rasanya yang bermacam-macam menjadikan rokok elektrik tak hanya populer di kalangan orang dewasa, namun juga anak-anak dan remaja. Akan tetapi, kepopuleran rokok ...
  • Kehilangan Rokok atau Kehilangan Jari? - Harian Medan Bisnis - Membangun Indonesia yang Lebih Baik 20 April, 2014
    Kehilangan Rokok atau Kehilangan Jari?Harian Medan Bisnis - Membangun Indonesia yang Lebih BaikSejauh yang bisa saya ingat, saya selalu membanggakan semua yang ada pada diri beliau, kecuali kenyataan bahwa beliau adalah seorang perokok berat. Hingga pada suatu ketika beliau mengeluhkan kebas-kebas pada jari dan saya pun menceritakan ...

Rank

Stats

  • 346,939 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: