Arsip untuk Juli, 2008

WHO Campaign

Globally, most people start smoking before the age of 18, with almost a quarter of those beginning before the age of 10. The younger children are when they first try smoking, the more likely they are to become regular tobacco users and the less likely they are to quit.

A strong link between advertising and smoking in young people has been proven. The more aware and appreciative young people are of tobacco advertising, the more likely they are to smoke or say they intend to. As a result, the tobacco industry spends billions of dollars worldwide each year spreading its marketing net as widely as possible to attract young customers. Tobacco companies market their products
wherever youth can be easily accessed – in the movies, on the Internet,
in fashion magazines, and at music concerts and sports events.

In response to this threat, World No Tobacco Day 2008 campaigns for a: Total ban on all forms of tobacco advertising, promotion and sponsorship by the tobacco industry.

You can help break the tobacco marketing net. Download the materials below and share them with others to spread the word that tobacco advertising, promotion and sponsorship must be banned.

BANNER FOR WEBSITE USE

BOY

<ahref=”http://www.who.int/”target=”_blank”><imgsrc=”http://www.who.int/

tobacco/wntd/banners/vert_02.gif” alt=”" border=”0″ /></a>

GIRL

<ahref=”http://www.who.int/”target=”_blank”><imgsrc=”http://www.who.int/

tobacco/wntd/banners/vert_01.gif” alt=”" border=”0″ /></a>

Untuk menampilkan banner diatas pada blog atau website anda, anda tinggal

copy-paste kode HTML diatas pada blog/website anda.

Contoh : Pada wordpress, copy salah satu kode html nya, paste ke – widget-text/html-save changes.

Sumber : http://www.who.int/tobacco/tobacco_free_youth/campaign.html

Stop Rokok dengan Terapi SEFT

DALAM 5 x 25 menit, kecanduan merokok bisa hilang dengan melakukan terapi SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique). Terapi yang dilakukan dengan mengetuk ringan dengan 2 ujung jari atau yang disebut tapping di bagian tubuh tertentu, sehingga bisa kita lakukan sendiri.

Awalnya, pecandu diminta untuk mencium bau rokok yang biasa dihisapnya, ini adalah langkah awal yang disebut dengan the set-up yang bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negatif yang spontan dari mencium bau rokok itu, yang pasti para perokok masih ingin menghisapnya. Setelah itu terapis akan menekan dada kita, tepatnya di sekitar dada atas.

Kemudian, terapis akan akan melakukan tapping di titik-titik tubuh yang merupakan titik aliran energi kita, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Titik-titik tersebut adalah bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, diatas tulan di samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.

Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Alhasil, mereka mengatakan Pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi.

Seperti yang dilakukan para terapis SEFT dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu di Aula Wisma Menpora, Sabtu (31/5). Mereka melakukan terapi untuk menghentikan kebiasaan dan kecanduan merokok para siswa SMP-SMA yang sudah menjadi perokok.

“Baru tadi pagi saya terakhir merokok, setelah diterapi seperti ini, kok tiba-tiba rokok yang tiap hari saya hisap rasanya aneh, pahit dan getir, baunya juga tidak enak. “Semoga ini bertahan lama, saya niat tidak mau merokok lagi,” ujar Yanto (20), yang bera sal dari Bogor salah satu perokok yang mengikuti terapi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain.”SEFT sangat universal dan sangat mudah dilakukan,” ujar Faiz.

Sumber : Kompas-Sabtu, 31 Mei 2008 | 15:55 WIB

EFEK INSTAN 1 BATANG ROKOK


Berapa batang rokok yang harus dihisap untuk merusak jantung kita? Sepuluh, seratus, atau seribu? Well jawabannya, cukup satu batang saja. Efek yang cepat dan instan!

Banyak alasan orang merokok. Ada yang karena gengsi, gaya hidup, iseng, atau hanya ingin terlihat macho dan gaul. Efek yang dirasakan kebanyakan para perokok itu adalah efek sugesti yang bersifat psikologis

Efek secara psikologis memang dapat langsung dirasakan. Perasaan terlihat lebih macho, lebih percaya diri, lebih tenang, dan efek-efek menyenangkan lainnya. Namun selain efek tersebut ada efek lain yang pelan-pelan menyusup di balik tubuh.

Seringkali demi pergaulan orang yang tidak merokok ikut-ikutan menghisap rokok walau hanya satu batang. “Nggak apa-apa cuma satu batang,” begitu alasan yang sering didengar.

Nah, yang tidak disadari si perokok tersebut adalah efek dari satu batang rokok itu. Menurut penelitian yang digarap oleh Dr Vincent Sorrell, ahli jantung dari East Carolina University, satu kali hisapan rokok langsung mempengaruhi fungsi jantung.

Dalam penelitiannya Dr Sorrell mengumpulkan orang-orang yang bukan perokok konstan atau bukan perokok aktif. Aliran darah yang keluar dari paru-paru dan jantung orang-orang tersebut kemudian dipelajari dan dicatat.

Mereka lalu diminta untuk memilih mengunyah permen karet nikotin atau merokok satu batang. Setelah itu aliran darah mereka kembali dipelajari.

Hasilnya, rata-rata orang yang memilih rokok ketimbang permen karet mengalami perubahan arus aliran darah. Fungsi jantung orang-orang yang merokok 1 batang tersebut juga mulai mengalami kerusakan.

Tentu saja ini bukan berita baru. Efek negatif merokok pastinya sudah akrab di kuping siapapun.

Namun penelitian ini bisa menjadi masukan bagi para remaja atau kaum muda yang kerap berpikir efek rokok baru akan muncul puluhan tahun ke depan. Apalagi menurut data The Federal Office on Smoking and Health, setiap harinya ada 6000 remaja yang baru merokok untuk pertamakalinya. 3000 remaja tadi kemudian menjadi perokok aktif. Angka ini semakin menggelembungkan jumlah perokok yang diperkirakan sudah mencapai lebih dari 1,1 miliar orang.

Merokok dari usia muda memang memiliki bahaya dan risiko tersendiri. Penelitian mengatakan, seseorang yang berusia 20 tahun dan belum merokok, memiliki risiko yang lebih kecil untuk menjadi perokok aktif. Kemungkinannya hanya 1 banding 10.

Karena itu banyak perusahaan rokok yang membidik kaum muda. Lebih cepat lebih baik!

Usaha perusahaan rokok untuk menghabiskan biaya besar beriklan pada remaja tak sia-sia. Sebuah studi mengatakan, 86% perokok di bawah umur lebih memilih tiga merek rokok yang paling banyak diiklankan.

Efek nikotin dalam rokok yang terselubung selain kanker, masalah gigi, dan penuaan dini adalah efek candu yang sulit dihentikan. Tanyakan saja pada orang yang telah merokok lebih dari 20 tahun. Kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan untuk berhenti merokok.

Semakin muda mulai merokok, semakin sulit untuk berhenti dan semakin besar risiko terkena kanker paru. Seperti pepatah yang mengatakan, “penyesalan selalu datang belakangan”, 70% perokok dewasa berharap mereka tidak pernah memulai untuk merokok. Well, bagaimana dengan anda?(fta/)

Sumber : Detikhot.com-[17/03/2008, 00:22:22]

5 Facts on Tobacco and Second-Hand Smoke

Tobacco is the leading preventable cause of death in the world. It causes 1 in 10 deaths among adults worldwChild wearing a smoke maskide. In 2005, tobacco caused 5.4 million deaths, or an average of one death every 6 seconds. At the current rate, the death toll is projected to reach more than 8 million annually by 2030 and a total of up to one billion deaths in the 21st centur

Second-hand tobacco smoke is dangerous to health. It causes cancer, heart disease and many other serious diseases in adults. Almost half of the world’s children breathe air

polluted by tobacco smoke, which worsens their asthma conditions and causes dangerous diseases. At least 200 000 workers die every year due to exposure to second-hand smoke at work.

This fact file explains why ensuring a smoke-free environment is the only way to protect ourselves from the lethal ill effects of tobacco smoke.

Fact 1

Tobacco is the leading preventable cause of death in the world. It causes 1 in 10 deaths among adults worldwide. In 2005, tobacco caused 5.4 million deaths, or an average of one death every 6 seconds. The death toll is projected to reach more than 8 million by 2030 if current trends continue.

Fact 2

Tobacco kills up to half of its regular users. On average 29% of people around the world are smoking tobacco. Smoking is more common among men – 47.5% of all men smoke compared to 10.3% of women.

Fact 3

More than 80% of the world’s more than one billion smokers live in low- and middle-income countries. Unless urgent action is taken, by 2030, more than 80% of tobacco related deaths will occur in the developing world.

Fact 4

Tobacco caused 100 million deaths in the 20th century. If current trends continue, there could be up to one billion deaths in the 21st century.

Fact 5

The smoke produced by burning tobacco products is known as second-hand tobacco smoke or environmental tobacco smoke. Tobacco smoke in enclosed spaces is breathed by everyone, exposing both smokers and non-smokers to its harmful effects. This is commonly referred to as involuntary smoking or passive smoking.

source : http://www.who.int/features/factfiles/tobacco/tobacco_facts/en/index4.html

Iklan Bebas Rokok (WHO)

Sumber : WHO ( World Health Organization )

Perokok Pasif Terancam Alami Kerusakan Paru-Paru

ancaman perokok pasif

Ancaman bagi perokok pasif

Hampir sepertiga perokok pasif mengalami perubahan-perubahan struktural pada paru-paru. Demikian ujar peneliti di The Children`s Hospital of Philadelphia

Hidayatullah.com–Sepertiga orang yang berada di lingkungan perokok berat atau biasa disebut para perokok pasif, mengalami kerusakan paru-paru sama seperti mereka yang merokok, kata para peneliti. Kerusakan paru-paru tersebut terbukti setelah para dokter menggunakan pemindaian MRI (Magnetic Resonance Imaging).

MRI, atau citra resonansi magnetik, digunakan para dokter tersebut untuk melihat paru-paru orang yang sering berada dalam lingkungan perokok berat, dan mereka menemukan jenis kerusakan paru-paru yang menyebabkan emfisema.

“Kami menilai perubahan-perubahan yang terjadi itu adalah tanda awal kerusakan paru-paru, berupa emfisema dalam bentuk ringan,” kata pemimpin penelitian tersebut, Chengbo Wang, seorang dokter MRI di The Children`s Hospital of Philadelphia.

“Hampir sepertiga orang yang telah lama menjadi perokok pasif, mengalami perubahan-perubahan struktural ini,” kata Wang.

“Sepanjang pengetahuan kami, ini merupakan pertama kalinya studi citra yang bertujuan menemukan kerusakan paru-paru pada perokok pasif yang telah lama berada di lingkungan penuh asap rokok.”

“Kami berharap karya kami memperkuat usaha para pembuat undang-undang maupun pembuat kebijakan dalam mengurangi masyarakat yang menjadi perokok pasif.”

Wang mengemukakan 35% anak-anak di AS tinggal bersama orang yang merokok di rumah.

Tim tersebut meneliti 60 orang dewasa berusia antara 41 dan 79 tahun di mana 45 dari jumlah tersebut belum pernah merokok.

Mereka yang tidak merokok digolongkan perokok pasif berat jika setidak-tidaknya telah 10 tahun hidup bersama seorang perokok. Kebanyakan dari mereka mengalami hal tersebut saat kanak-kanak.

“Sudah lama ada hipotesa bahwa kontak yang dalam jangka panjang dengan asap rokok orang lain, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, namun metode sebelumnya yang menganalisa perubahan paru-paru tidak cukup peka untuk mendeteksi hal itu,” kata Wang.

Timnya memakai teknik yang disebut global helium-3 difusi pencitraan resonansi magnetik.

“Dengan teknik ini, kami dapat memeriksa struktur paru-paru hingga tingkat mikroskopis,” kata Wang.

Mereka mendapati 57% perokok dan 33% perokok pasif berat mengalami tanda awal kerusakan paru-paru, sebagaimana hasil pemindaian MRI.

Para peneliti AS melaporkan bahwa 20% perempuan penderita kanker paru-paru belum pernah merokok. ( Selasa, 8 Juli 2008)

Komentar saya : Tahukah anda, apa jawaban perokok aktif setelah membaca berita ini, mereka akan menjawab “lebih baik menjadi perokok aktif daripada perokok pasif”, bukan begitu? inilah akibat sudah diperbudak dan kecanduan yang sangat oleh rokok, sehingga tidak hanya fisik yang telah diracuni tapi juga pikiran sehingga rasa sosialnya sudah hilang,tidak memperdulikan kesehatan orang lain yang memiliki hak memperoleh udara yang segar.

EFEK ROKOK

.fullpost{display:inline}

MENGAPA INDUSTRI ROKOK MENGGAET KONSUMER REMAJA DAN DEWASA MUDA

  • Agar perusahaan rokok dapat bertahan mereka harus mendapatkan pengganti konsumer tetap mereka yang telah meninggal atau berhenti. Dan target utama mereka : REMAJA
  • Kebanyakan orang mulai merokok dibawah umur 18 tahun dan seperempat dari mereka memulai merokok pada umur dibawah 10 tahun.
  • Semakin muda seseorang memulai merokok semakin besar kecenderungan mereka menjadi perokk tetap dan sangat kecil kemungkinan untuk dapat berhenti

MENGAPA IKLAN, PROMOSI, ATAU SPONSORSHIP ROKOK MENGANCAM GENERASI MUDA

  • Semakin mereka terpapar dengan iklan rokok, semakin besar kecenderungan mereka untuk merokok. Industri rokok selalu mengaitkan penggunaan produk mereka dengan kepribadian yang berkualitas seperti kemewahan, kekuatan, dan penampilan menarik atau berupa jiwa petualang dan aktivitas menarik lainnya
  • Meluasnya iklan rokok, seakan membuat merokok sebagai aktivitas yang “normal”. Menggambarkan penggunaannya seperti produk-produk konsumsi lainnya, sehingga membuat remaja semakin sulit memahami akan bahaya merokok.
  • Remaja semakin menganggap remeh akan ketergantungan terhadap nikotin dan konsekuensi kesehatan berat lainnya akibat rokok.

MENGAPA KITA PERLU MELARANG IKLAN, PROMOSI, SPONSORSHIP ROKOK

  • Industri rokok mengeluarkan milliaran dollar setiap tahunnya untuk menyebarluaskan produk mereka seluas mungkin untuk menarik konsumer muda. Mereka menargetkan remaja pada lingkungan yang santai dan familiar, seperti dibioskop, di Internet, majalah fashion, konser musik, dan yang paling tragis even olahraga.
  • Industri rokok menggunakan metode yang semakin kreatif untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Iklan di billboard, di majalah, di internet, merupakan contoh kecil ide marketing mereka. Industri rokok juga memastikan produk mereka mudah terlihat di bioskop, di televisi, dan dunia fashion. Perusahaan rokok mensponsori berbagai even hiburan atau olahraga dan mengorganisir berbagai macam jenis kegiatan promo dalam usahanya untuk menjaga dan memenangkan hati konsumer mereka.
  • Hanya larangan mutlak yang dapat mematahkan jejaring marketing produk rokok. Industri rokok memiliki sangat banyak cara untuk menargetkan remaja dan larangan parsial hanya dapat membuat mereka merubah taktik promosional mereka dari metode yang lama menjadi metode yang lebih dapat diterima.


APAKAH REMAJA PADA NEGARA BERKEMBANG YANG PALING BERESIKO ? BAGAIMANA DENGAN REMAJA PEREMPUAN?

  • Lebih 80% dari total 1,8 miliar remaja (10-24 tahun) tinggal di negara berkembang dan mereka merupakan target dari industri rokok yang agresif. 4 dari 5 remaja yang tinggal di negara berkembang telah pernah dan sering melihat iklan produk rokok.
  • Industri rokok secara spesifik menargetkan konsumer wanita muda dan remaja perempuan melalui iklan, promosi, dan sponsorship. Strategi pemasaran yang mutakhir mendorong wanita muda dan remaja perempuan untuk mengonsumsi rokok dan mencoba untuk melemahkan kultur “wanita tidak merokok” pada negara dimana perempuan tidak lazim merokok.
  • Peningkatan konsumsi rokok pada wanita muda dan remaja perempuan merupakan salah satu perkembangan yang terburuk dari epidemik rokok global.

APAKAH LARANGAN MUTLAK IKLAN ROKOK SATU-SATUNYA CARA UNTUK MELINDUNGI REMAJA DARI ROKOK

  • Larangan total (Mutlak) terhadap Iklan, promosi, sponsorship rokok merupakan cara yang kuat untuk melindungi remaja dan satu dari 6 Strategi MPOWER yang dimiliki World Health Organization untuk memerangi penggunaan rokok
  • 6 Strategi MPOWER membantu negara-negara untuk melindungi remaja mereka dari epidemi rokok yang dapat membunuh satu miliar orang di abad ini.
APA SIH EFEK MEROKOK?! Gambar1. Efek untuk perokok aktifGambar 2. Efek rokok kepada perokok pasif

Untuk direnungkan…

Yakinlah, semua orang akan mati, tapi saya memilih tidak menghiasi kematian saya dengan paru yang busuk, kanker di kerongkongan, anak-anak saya yang masih kecil meratapi makam ayahnya, atau penderitaan keluarga saya akibat mengurus dan membiayai saya di rumah sakit karena sakit kronis yang disebabkan oleh rokok. -Husnul Mubarak

SELAMAT HARI ANTI-ROKOK SEDUNIA

Source : http://cetrione.blogspot.com/2008/06/hari-anti-tobacco-se-dunia.html – Selasa, 2008 Juni 03

Tips Jitu Berhenti Merokok

Berhenti merokok sepertinya mudah tetapi kenyataannya orang yang sudah terikat dengan rokok sangat sulit untuk berhenti. Bahkan ada orang yang tetap saja merokok walaupun dokter sudah melarang merokok karena akan menyebabkan sakit paru-parunya bertambah parah. Ironis memang, tetapi itulah kenyataannya walaupun rokok bukan putaw tetapi sugesti yang diberikan oleh rokok sanggup membuat orang terikat berpuluh-puluh tahun. Mungkin sudah banyak cara Anda lakukan untuk berhenti tetapi tetap saja Anda masih merokok. Kalau begitu mengapa tidak mencoba tips dari kami, berikut ini:

Kebiasaan Yang Baik

Untuk merubah kebiasaan yang sering dilakukan harus juga dengan melakukan kebiasaan lain. Bila Anda terbiasa setiap hari dengan rokok, maka Anda harus merubah kebiasaan itu dengan kebiasaan lain seperti; makan permen, makan buah atau mengigit cengkeh dll. Sebab, seringkali yang membuat sulit berhenti merokok adalah karena sugesti untuk merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Dengan mengganti kebiasaan itu yaitu keinginan merokok, maka Anda akan mempunyai kebiasaan baru yang akan menghilangkan kebiasaan lama pada akhirnya.

Kesadaran

Sadarlah, rokok adalah racun yang kerjanya sangat lambat tetapi mematikan. Di seluruh dunia bahaya merokok sudah menelan jutaan manusia yang lebih menuruti keinginan dagingnya dan meninggal dengan masalah paru-paru kronis akibat asap rokok. Bangunkan kesadaran Anda! Lihat dengan jelas bahaya yang diakibatkan asap rokok dan berhentilah merokok. Jangan tunggu jantung Anda berhenti lebih dahulu, baru Anda berhenti merokok. Tetapi, berhentilah sekarang dan katakan itu kepada diri Anda bahwa Anda harus berhenti sekarang.

Keputusan Total

Bila mau berhenti merokok harus sekaligus berhenti, jangan setengah-setengah. Jangan seperti ini; sehari satu batang dahulu, nanti seminggu satu batang, lama-lama… sehari sebungkus lagi. Anda harus ambil keputusan total untuk berhenti merokok dan isi keinginan itu di paradigma Anda untuk berhenti merokok secara total. Bulatkan tekad Anda bahwa keputusan Anda tidak bisa diganggu gugat untuk berhenti merokok. Itu adalah keputusan total Anda dan jangan pernah sentuh lagi itu sampai kapanpun.

Pergaulan Yang Sehat

Pergaulan yang buruk akan membawa pada kebiasaan yang buruk. Jadi, jauhi teman-teman yang merokok, bila ditawari katakan Anda sudah berhenti dengan perasaan bangga. Sebab mereka pasti ingin berhenti tapi tidak mampu saja. Daripada Anda tertular dan menjadi perokok pasif yang akhirnya terkena dampak negatifnya juga dari rokok lebih baik menjauh. Mulailah memiliki pergaulan yang sehat demi menjaga kesehatan Anda.

Kerohanian

Kemudian, hal yang paling perlu dilakukan adalah menyadari bahwa merokok itu membuat kita terikat dengan rokok dan itu berarti berdosa. Dosa itu adalah kejahatan di mata Tuhan. Kalau kita berhenti merokok kita bukan hanya menjaga tubuh kita tetap sehat tetapi menyenangkan hati Tuhan juga. Oleh karena itu, berhentilah merokok, lakukan dengan kekuatan dan pertolongan Tuhan, Anda pasti bisa.

SOURCE : http://jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=080305145421&off=0

Gusi Dan Rokok

Perokok yang mau berhenti ditengah perjalanan hidup mereka akan lebih kecil terkena resiko kehilangan gigi mereka secara permanen ketimbang mereka yang menolak untuk berhenti merokok.

Peneliti gigi di Universitas Newcastle meneliti sekumpulan perokok yang menderita penyakit gusi lebih dari satu tahun dan menemukan bahwa sebagian dari perokok tersebut yang memutuskan untuk berhenti, mengalami kesembuhan perlahan terhadap penyakit gusi mereka ketimbang perokok yang meneruskan kebiasaan mereka.

Penyakit gusi kronis, yang disebabkan oleh radang gusi tersebut bisa kemudian pada akhirnya menyebabkan tanggal gigi, jika aksi pencegahan tidak dilakukan.

Statistik menunjukkan bahwa perokok bisa enam kali terkena resiko sakit gusi ketimbang non perokok. Ini disebabkan oleh terpengaruhnya system kekebalan tubuh akibat rokok yang membuat tubuh mereka kurang dapat melawan penyakit tersebut.

Penelitian dilakukan terhadap 49 orang perokok dengan sakit gusi yang sudah mereka derita lebih dari 1 tahun seperti yang sudah disinggung di atas. Pertama, semua mereka diberi motivasi untuk berhenti merokok melalui konseling dan penggunaan terapi pengganti nikotin. Seiring itu, penyakit gusi mereka juga diobati.

Setelah beberapa waktu, seperlima dari mereka memutuskan untuk berhenti merokok. Dan setelah satu tahun, mereka yagn berhenti merokok sembuh dari sakit gusi, sedangkan mereka yang terus merokok bertambah parah dalam penyakitnya.

Penyakit gusi sendiri sebenarnya disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada plak, yang seperti kita ketahui adalah kotoran pada gigi yang melekat dan betambah jika tidak dibersihkan. Bakteri itulah yang membuat radang dan membuat gusi menyusut dari gigi. Di waktu yang bersamaan, tulang yang menahan gigi dengan bertambahnya waktu akan hancur dan setelah beberapa tahun, gigi mulai goyang dan akhirnya tanggal.

Sakit gusi sebenarnya tidak menyebabkan penderitanya kesakitan dan hanya ketahuan jika penderitanya memeriksakan diri ke dokter gigi. Jika dilakukan pencegahan dengan baik dan intensif, maka penyakit gusi kronis dapat disembuhkan.

Dr Philip Preshaw, dokter yang ikut melakukan penelitian benar-benar menyarankan bahwa jika setiap orang masih ingin punya gigi lengkap di masa tuanya, maka berhenti merokok adalah salah satu cara yang ampuh.

Satu lagi alasan mengapa Anda harus berhenti merokok!

SOURCE : http://jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=080313132532&offx=14

Fakta Mengejutkan Tentang Rokok!

Perhatikanlah fakta-fakta yang mengejutkan berikut tentang rokok dan perokok di Indonesia dan dunia:

1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat utama penyebab kematian yang dapat dicegah di dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi rokok saat ini terus berlanjut. [1]
2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut, jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah 9.000 triliun rokok pada tahun 2025. [1]
3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi 2,8 persen (2004). [1]
4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi 24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995. Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah merokok dan 19 persen di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo Lubis. [1]
5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari–upah minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu per hari. [2]
6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya berasal dari kalangan keluarga miskin. [3]
7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok dan untuk orang kaya hanya sembilan persen. [3]
8. Mengutip dana Survei Ekonomi dan Kesehatan Nasional (Susenas), konsumsi rumah tangga miskin untuk tembakau di Indonesia menduduki ranking kedua (12,43 persen) setelah konsumsi beras (19.30 persen). “Ini aneh tatkala masyarakat kian prihatin karena harga bahan pokok naik, justru konsumen rokok kian banyak,” [3]
9. Orang miskin di Indonesia mengalokasikan uangnya untuk rokok pada urutan kedua setelah membeli beras. Mengeluarkan uangnya untuk rokok enam kali lebih penting dari pendidikan dan kesehatan. [3]
10. Pemilik perusahaan rokok PT Djarum, R. Budi Hartono, termasuk dalam 10 orang terkaya se-Asia Tenggara versi Majalah Forbes. Ia menempati posisi kesepuluh dengan total harta US$ 2,3 miliar, dalam daftar yang dikeluarkan Kamis (8/9/2005). [4]
11. Sekitar 50% penderita kanker paru tidak mengetahui bahwa asap rokok merupakan penyebab penyakitnya. [5]
12. Dari 12% anak-anak SD yang sudah diteliti pernah merasakan merokok dengan coba-coba. Kurang lebih setengahnya meneruskan kebiasaan merokok ini. [5]
13. Besaran cukai rokok di Indonesia dinilai masih terlalu rendah. Saat ini, besarnya cukai rokok 37 persen dari harga rokok. Bandingkan dengan India (72 persen), Thailand (63 persen), Jepang (61 persen). [6]
14. Sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal setiap hari karena tembakau. [7]
15. 100 persen pecandu narkoba merupakan perokok. [8]
16. Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat 1: Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. — Pelanggarnya diancam dengan sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan kurungan. Kenyataannya, Perda ini seperti dianggap tidak ada oleh perokok, dan pemerintah pun tidak tegas dalam menjalankannya.

Hmm, seandainya pemerintah dapat tegas menjalankan Perda di atas, mungkin hutang pemerintah akan langsung lunas dibayar para perokok… :mrgreen: Selain itu tentunya akan mengurangi pencemaran udara, membuat masyarakat lebih sehat, mengurangi angka kemiskinan, dan mengurangi angka kriminalitas.

Di antara 16 fakta di atas, fakta mana yang paling mengejutkan untuk Anda? Kalau untuk saya, fakta nomor 5 yang paling mengejutkan. Saya jadi ingat kata-kata: tidak ada perokok yang terlalu miskin untuk membeli rokok. Tampaknya kata-kata itu ada benarnya. Mereka lebih memilih rokok dibandingkan kebutuhan pokok mereka lainnya

source : http://zonabiru.blogspot.com/2008/07/fakta-mengejutkan-tentang-rokok-dan.html

Bahaya Asap Rokok

Oleh Yulianto Mohsin

Akhir bulan Juli lalu, berlaku undang-undang baru di negara bagian New York di Amerika Serikat. Semua orang tanpa terkecuali tidak boleh lagi merokok di restoran-restoran dan bar-bar yang tersebar di seluruh wilayah negara bagian ini. Larangan merokok di tempat-tempat umum lainnya seperti perkantoran, mall, dan lain-lain sudah diberlakukan terlebih dahulu. Bisnis rumah makan atau bar yang ketahuan tidak melaksanakan peraturan baru ini dikenakan denda US $ 2,000. Bukan denda yang kecil. Peraturan keras yang melarang orang merokok di kedua jenis tempat tersebut pada awalnya diberlakukan hanya di kota New York sejak akhir Maret lalu. Empat bulan kemudian, peraturan ini berlaku untuk seluruh negara bagian New York. Di salah satu bar yang penulis amati, para perokok terpaksa keluar dan berdiri di dekat pintu belakang bar untuk merokok. Hal ini mungkin masih dapat dilakukan dengan agak leluasa mengingat sekarang masih musim panas. Tapi akan sangat sulit bagi para pencandu rokok ini untuk berdiri di luar ketika musim dingin datang. Kelihatannya, waktu keluarnya peraturan baru ini juga untuk mempersiapkan datangnya musim dingin.

New York memang salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS) yang sangat gencar melancarkan kampanye anti-rokok. Biaya yang dikeluarkan untuk hal ini pun tidak sedikit, US$ 60 juta. Kampanye ini di antaranya mencegah penjualan rokok ke remaja di bawah umur 18 tahun, membuat dan menayangkan iklan-iklan anti-rokok, memberitahukan publik bahaya merokok, mendirikan program-program pemberhentian merokok bagi pecandu rokok berat dan mensubsidi biaya obat-obat yang dapat membantu orang berhenti merokok.

Biaya yang besar untuk program ini sebenarnya berasal dari “tobacco industry settlement” yang didapat negara bagian New York. Sejarahnya, jaksa penuntut umum dari 40 negara bagian di AS, dimulai oleh negara bagian Mississippi, pada pertengahan dekade 1990-an menuntut ganti rugi yang sangat besar kepada segelintir perusahaan pembuat rokok dan barang-barang tembakau lainnya di AS. Didukung bukti yang kuat dari dunia sains dan kedokteran, mereka beralasan bahwa rokok adalah candu, asap rokok sangat membahayakan kesehatan (penyebab kanker) dan rakyat AS banyak yang meninggal gara-gara merokok. Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian untuk menangani para pasien kanker akibat merokok sangat besar. Dengan alasan inilah mereka menuntut ganti rugi yang tidak sedikit. Karena ingin menghindari proses hukum yang lama dan berbelit-belit dan juga karena industri rokok ini takut jika terbukti bersalah di pengadilan mereka dipaksa membayar ganti rugi yang sangat besar jumlahnya, akhirnya mereka mengalah dan bersedia berdamai dengan memberikan settlement berupa uang ke masing-masing negara bagian yang mengajukan tuntutan.

Banyak sudah riset yang mengungkapkan bahaya asap rokok terhadap aspek biologis dan kimiawi tubuh manusia. Studi pertama yang dilakukan dilaporkan di jurnal terkemuka Science edisi bulan Oktober 1996. Gen P53 di dalam DNA tubuh manusia berfungsi sebagai penekan tumor (tumor suppressor); jika fungsinya dimatikan, kemungkinan terjadinya tumor akan meningkat. Sudah umum diketahui bahwa asap rokok memiliki benzo[a]pyrene dalam jumlah yang cukup banyak. Molekul ini adalah sejenis karsinogen (agen penyebab kanker) yang berbahaya dan terdapat di dalam jelaga, yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya. Bahaya molekul yang ditemui dalam jelaga ini telah lama diketahui. Banyak anak yang bekerja sebagai pembersih cerobong asap di London sejak Kebakaran Besar 1666 (the Great Fire of 1666) terkena kanker testicular.

Benzo[a]pyrene sendiri sebenarnya tidak menyebabkan kanker. Jaringan di dalam tubuh manusia memetabolisme bahan ini dengan cara menambah oksigen ke salah satu cincin molekulnya, mengubahnya menjadi molekul yang dinamakan epoksi diol (diol epoxide). Kegunaan metabolisme ini adalah untuk membuat benzo[a]pyrene lebih mudah larut di dalam air, sehingga mudah untuk dikeluarkan dari tubuh.

Sayangnya, strategi untuk mengeluarkan zat yang tak berguna bagi tubuh ini menjadi tidak karuan untuk benzo[a]pyrene, karena molekul yang terbentuk, epoksi diol, tidak dikeluarkan oleh tubuh. Malahan, molekul ini berhasil menemukan cara untuk masuk ke inti sel, kemudian bereaksi dengan sel-sel DNA. Epoksi cepat sekali bereaksi dengan basa-basa Lewis, dan struktur DNA memiliki bagian yang merupakan basa-basa Lewis. Di artikel jurnal Science tersebut, para periset melaporkan bahwa epoksi diol bereaksi dengan DNA di daerah gen P53 yang diketahui mudah bermutasi. Banyak kasus kanker paru-paru yang memiliki mutasi gen di daerah gen P53 ini. Kesimpulan laporan hasil riset itu menyatakan bahwa benzo[a]pyrene dalam asap rokok adalah penyebab langsung mutasi gen yang diketahui berhubungan dengan kanker paru-paru.

AS bukan negara satu-satunya yang sudah terjun menyadarkan masyarakatnya akan bahaya asap rokok ini. Australia, Selandia Baru, Singapura sudah lebih dahulu memerangi rokok. Beberapa negara lain seperti Kanada dan Jerman akan mengikuti jejak AS. Irlandia yang terkenal dengan kebudayaan pub-nya (merokok sambil meminum minuman alkohol) akan menjadi negara Eropa pertama awal tahun depan yang melarang merokok di pub-pub.Kapan Indonesia akan turut menyadarkan masyarakatnya? Mungkin yang lebih penting untuk diingat, jika pemerintah Indonesia sudah siap memerangi ancaman kesehatan yang satu ini, lebih baik mengikuti jejak AS, yang aktif mensosialisasikan kebijaksanaan tersebut. Tanpa perencanaan dan pemasyarakatan yang baik, kebijaksanaan baik apapun yang dikeluarkan akan mudah mati di tengah jalan ditentang oleh banyak orang.

(Diterjemahkan dan disadur dari berbagai sumber)

sumber : http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=58


Mau Stiker Bebas Rokok ?

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056

Translate

Google Translate
Choose your language :

Terkini

RSS Google News

Rank

Stats

  • 210,441 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.