Arsip untuk Juli 19th, 2008

Perokok Pasif Terancam Alami Kerusakan Paru-Paru

ancaman perokok pasif

Ancaman bagi perokok pasif

Hampir sepertiga perokok pasif mengalami perubahan-perubahan struktural pada paru-paru. Demikian ujar peneliti di The Children`s Hospital of Philadelphia

Hidayatullah.com–Sepertiga orang yang berada di lingkungan perokok berat atau biasa disebut para perokok pasif, mengalami kerusakan paru-paru sama seperti mereka yang merokok, kata para peneliti. Kerusakan paru-paru tersebut terbukti setelah para dokter menggunakan pemindaian MRI (Magnetic Resonance Imaging).

MRI, atau citra resonansi magnetik, digunakan para dokter tersebut untuk melihat paru-paru orang yang sering berada dalam lingkungan perokok berat, dan mereka menemukan jenis kerusakan paru-paru yang menyebabkan emfisema.

“Kami menilai perubahan-perubahan yang terjadi itu adalah tanda awal kerusakan paru-paru, berupa emfisema dalam bentuk ringan,” kata pemimpin penelitian tersebut, Chengbo Wang, seorang dokter MRI di The Children`s Hospital of Philadelphia.

“Hampir sepertiga orang yang telah lama menjadi perokok pasif, mengalami perubahan-perubahan struktural ini,” kata Wang.

“Sepanjang pengetahuan kami, ini merupakan pertama kalinya studi citra yang bertujuan menemukan kerusakan paru-paru pada perokok pasif yang telah lama berada di lingkungan penuh asap rokok.”

“Kami berharap karya kami memperkuat usaha para pembuat undang-undang maupun pembuat kebijakan dalam mengurangi masyarakat yang menjadi perokok pasif.”

Wang mengemukakan 35% anak-anak di AS tinggal bersama orang yang merokok di rumah.

Tim tersebut meneliti 60 orang dewasa berusia antara 41 dan 79 tahun di mana 45 dari jumlah tersebut belum pernah merokok.

Mereka yang tidak merokok digolongkan perokok pasif berat jika setidak-tidaknya telah 10 tahun hidup bersama seorang perokok. Kebanyakan dari mereka mengalami hal tersebut saat kanak-kanak.

“Sudah lama ada hipotesa bahwa kontak yang dalam jangka panjang dengan asap rokok orang lain, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, namun metode sebelumnya yang menganalisa perubahan paru-paru tidak cukup peka untuk mendeteksi hal itu,” kata Wang.

Timnya memakai teknik yang disebut global helium-3 difusi pencitraan resonansi magnetik.

“Dengan teknik ini, kami dapat memeriksa struktur paru-paru hingga tingkat mikroskopis,” kata Wang.

Mereka mendapati 57% perokok dan 33% perokok pasif berat mengalami tanda awal kerusakan paru-paru, sebagaimana hasil pemindaian MRI.

Para peneliti AS melaporkan bahwa 20% perempuan penderita kanker paru-paru belum pernah merokok. ( Selasa, 8 Juli 2008)

Komentar saya : Tahukah anda, apa jawaban perokok aktif setelah membaca berita ini, mereka akan menjawab “lebih baik menjadi perokok aktif daripada perokok pasif”, bukan begitu? inilah akibat sudah diperbudak dan kecanduan yang sangat oleh rokok, sehingga tidak hanya fisik yang telah diracuni tapi juga pikiran sehingga rasa sosialnya sudah hilang,tidak memperdulikan kesehatan orang lain yang memiliki hak memperoleh udara yang segar.

EFEK ROKOK

.fullpost{display:inline}

MENGAPA INDUSTRI ROKOK MENGGAET KONSUMER REMAJA DAN DEWASA MUDA

  • Agar perusahaan rokok dapat bertahan mereka harus mendapatkan pengganti konsumer tetap mereka yang telah meninggal atau berhenti. Dan target utama mereka : REMAJA
  • Kebanyakan orang mulai merokok dibawah umur 18 tahun dan seperempat dari mereka memulai merokok pada umur dibawah 10 tahun.
  • Semakin muda seseorang memulai merokok semakin besar kecenderungan mereka menjadi perokk tetap dan sangat kecil kemungkinan untuk dapat berhenti

MENGAPA IKLAN, PROMOSI, ATAU SPONSORSHIP ROKOK MENGANCAM GENERASI MUDA

  • Semakin mereka terpapar dengan iklan rokok, semakin besar kecenderungan mereka untuk merokok. Industri rokok selalu mengaitkan penggunaan produk mereka dengan kepribadian yang berkualitas seperti kemewahan, kekuatan, dan penampilan menarik atau berupa jiwa petualang dan aktivitas menarik lainnya
  • Meluasnya iklan rokok, seakan membuat merokok sebagai aktivitas yang “normal”. Menggambarkan penggunaannya seperti produk-produk konsumsi lainnya, sehingga membuat remaja semakin sulit memahami akan bahaya merokok.
  • Remaja semakin menganggap remeh akan ketergantungan terhadap nikotin dan konsekuensi kesehatan berat lainnya akibat rokok.

MENGAPA KITA PERLU MELARANG IKLAN, PROMOSI, SPONSORSHIP ROKOK

  • Industri rokok mengeluarkan milliaran dollar setiap tahunnya untuk menyebarluaskan produk mereka seluas mungkin untuk menarik konsumer muda. Mereka menargetkan remaja pada lingkungan yang santai dan familiar, seperti dibioskop, di Internet, majalah fashion, konser musik, dan yang paling tragis even olahraga.
  • Industri rokok menggunakan metode yang semakin kreatif untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Iklan di billboard, di majalah, di internet, merupakan contoh kecil ide marketing mereka. Industri rokok juga memastikan produk mereka mudah terlihat di bioskop, di televisi, dan dunia fashion. Perusahaan rokok mensponsori berbagai even hiburan atau olahraga dan mengorganisir berbagai macam jenis kegiatan promo dalam usahanya untuk menjaga dan memenangkan hati konsumer mereka.
  • Hanya larangan mutlak yang dapat mematahkan jejaring marketing produk rokok. Industri rokok memiliki sangat banyak cara untuk menargetkan remaja dan larangan parsial hanya dapat membuat mereka merubah taktik promosional mereka dari metode yang lama menjadi metode yang lebih dapat diterima.


APAKAH REMAJA PADA NEGARA BERKEMBANG YANG PALING BERESIKO ? BAGAIMANA DENGAN REMAJA PEREMPUAN?

  • Lebih 80% dari total 1,8 miliar remaja (10-24 tahun) tinggal di negara berkembang dan mereka merupakan target dari industri rokok yang agresif. 4 dari 5 remaja yang tinggal di negara berkembang telah pernah dan sering melihat iklan produk rokok.
  • Industri rokok secara spesifik menargetkan konsumer wanita muda dan remaja perempuan melalui iklan, promosi, dan sponsorship. Strategi pemasaran yang mutakhir mendorong wanita muda dan remaja perempuan untuk mengonsumsi rokok dan mencoba untuk melemahkan kultur “wanita tidak merokok” pada negara dimana perempuan tidak lazim merokok.
  • Peningkatan konsumsi rokok pada wanita muda dan remaja perempuan merupakan salah satu perkembangan yang terburuk dari epidemik rokok global.

APAKAH LARANGAN MUTLAK IKLAN ROKOK SATU-SATUNYA CARA UNTUK MELINDUNGI REMAJA DARI ROKOK

  • Larangan total (Mutlak) terhadap Iklan, promosi, sponsorship rokok merupakan cara yang kuat untuk melindungi remaja dan satu dari 6 Strategi MPOWER yang dimiliki World Health Organization untuk memerangi penggunaan rokok
  • 6 Strategi MPOWER membantu negara-negara untuk melindungi remaja mereka dari epidemi rokok yang dapat membunuh satu miliar orang di abad ini.
APA SIH EFEK MEROKOK?! Gambar1. Efek untuk perokok aktifGambar 2. Efek rokok kepada perokok pasif

Untuk direnungkan…

Yakinlah, semua orang akan mati, tapi saya memilih tidak menghiasi kematian saya dengan paru yang busuk, kanker di kerongkongan, anak-anak saya yang masih kecil meratapi makam ayahnya, atau penderitaan keluarga saya akibat mengurus dan membiayai saya di rumah sakit karena sakit kronis yang disebabkan oleh rokok. -Husnul Mubarak

SELAMAT HARI ANTI-ROKOK SEDUNIA

Source : http://cetrione.blogspot.com/2008/06/hari-anti-tobacco-se-dunia.html – Selasa, 2008 Juni 03

Tips Jitu Berhenti Merokok

Berhenti merokok sepertinya mudah tetapi kenyataannya orang yang sudah terikat dengan rokok sangat sulit untuk berhenti. Bahkan ada orang yang tetap saja merokok walaupun dokter sudah melarang merokok karena akan menyebabkan sakit paru-parunya bertambah parah. Ironis memang, tetapi itulah kenyataannya walaupun rokok bukan putaw tetapi sugesti yang diberikan oleh rokok sanggup membuat orang terikat berpuluh-puluh tahun. Mungkin sudah banyak cara Anda lakukan untuk berhenti tetapi tetap saja Anda masih merokok. Kalau begitu mengapa tidak mencoba tips dari kami, berikut ini:

Kebiasaan Yang Baik

Untuk merubah kebiasaan yang sering dilakukan harus juga dengan melakukan kebiasaan lain. Bila Anda terbiasa setiap hari dengan rokok, maka Anda harus merubah kebiasaan itu dengan kebiasaan lain seperti; makan permen, makan buah atau mengigit cengkeh dll. Sebab, seringkali yang membuat sulit berhenti merokok adalah karena sugesti untuk merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Dengan mengganti kebiasaan itu yaitu keinginan merokok, maka Anda akan mempunyai kebiasaan baru yang akan menghilangkan kebiasaan lama pada akhirnya.

Kesadaran

Sadarlah, rokok adalah racun yang kerjanya sangat lambat tetapi mematikan. Di seluruh dunia bahaya merokok sudah menelan jutaan manusia yang lebih menuruti keinginan dagingnya dan meninggal dengan masalah paru-paru kronis akibat asap rokok. Bangunkan kesadaran Anda! Lihat dengan jelas bahaya yang diakibatkan asap rokok dan berhentilah merokok. Jangan tunggu jantung Anda berhenti lebih dahulu, baru Anda berhenti merokok. Tetapi, berhentilah sekarang dan katakan itu kepada diri Anda bahwa Anda harus berhenti sekarang.

Keputusan Total

Bila mau berhenti merokok harus sekaligus berhenti, jangan setengah-setengah. Jangan seperti ini; sehari satu batang dahulu, nanti seminggu satu batang, lama-lama… sehari sebungkus lagi. Anda harus ambil keputusan total untuk berhenti merokok dan isi keinginan itu di paradigma Anda untuk berhenti merokok secara total. Bulatkan tekad Anda bahwa keputusan Anda tidak bisa diganggu gugat untuk berhenti merokok. Itu adalah keputusan total Anda dan jangan pernah sentuh lagi itu sampai kapanpun.

Pergaulan Yang Sehat

Pergaulan yang buruk akan membawa pada kebiasaan yang buruk. Jadi, jauhi teman-teman yang merokok, bila ditawari katakan Anda sudah berhenti dengan perasaan bangga. Sebab mereka pasti ingin berhenti tapi tidak mampu saja. Daripada Anda tertular dan menjadi perokok pasif yang akhirnya terkena dampak negatifnya juga dari rokok lebih baik menjauh. Mulailah memiliki pergaulan yang sehat demi menjaga kesehatan Anda.

Kerohanian

Kemudian, hal yang paling perlu dilakukan adalah menyadari bahwa merokok itu membuat kita terikat dengan rokok dan itu berarti berdosa. Dosa itu adalah kejahatan di mata Tuhan. Kalau kita berhenti merokok kita bukan hanya menjaga tubuh kita tetap sehat tetapi menyenangkan hati Tuhan juga. Oleh karena itu, berhentilah merokok, lakukan dengan kekuatan dan pertolongan Tuhan, Anda pasti bisa.

SOURCE : http://jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=080305145421&off=0

Gusi Dan Rokok

Perokok yang mau berhenti ditengah perjalanan hidup mereka akan lebih kecil terkena resiko kehilangan gigi mereka secara permanen ketimbang mereka yang menolak untuk berhenti merokok.

Peneliti gigi di Universitas Newcastle meneliti sekumpulan perokok yang menderita penyakit gusi lebih dari satu tahun dan menemukan bahwa sebagian dari perokok tersebut yang memutuskan untuk berhenti, mengalami kesembuhan perlahan terhadap penyakit gusi mereka ketimbang perokok yang meneruskan kebiasaan mereka.

Penyakit gusi kronis, yang disebabkan oleh radang gusi tersebut bisa kemudian pada akhirnya menyebabkan tanggal gigi, jika aksi pencegahan tidak dilakukan.

Statistik menunjukkan bahwa perokok bisa enam kali terkena resiko sakit gusi ketimbang non perokok. Ini disebabkan oleh terpengaruhnya system kekebalan tubuh akibat rokok yang membuat tubuh mereka kurang dapat melawan penyakit tersebut.

Penelitian dilakukan terhadap 49 orang perokok dengan sakit gusi yang sudah mereka derita lebih dari 1 tahun seperti yang sudah disinggung di atas. Pertama, semua mereka diberi motivasi untuk berhenti merokok melalui konseling dan penggunaan terapi pengganti nikotin. Seiring itu, penyakit gusi mereka juga diobati.

Setelah beberapa waktu, seperlima dari mereka memutuskan untuk berhenti merokok. Dan setelah satu tahun, mereka yagn berhenti merokok sembuh dari sakit gusi, sedangkan mereka yang terus merokok bertambah parah dalam penyakitnya.

Penyakit gusi sendiri sebenarnya disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada plak, yang seperti kita ketahui adalah kotoran pada gigi yang melekat dan betambah jika tidak dibersihkan. Bakteri itulah yang membuat radang dan membuat gusi menyusut dari gigi. Di waktu yang bersamaan, tulang yang menahan gigi dengan bertambahnya waktu akan hancur dan setelah beberapa tahun, gigi mulai goyang dan akhirnya tanggal.

Sakit gusi sebenarnya tidak menyebabkan penderitanya kesakitan dan hanya ketahuan jika penderitanya memeriksakan diri ke dokter gigi. Jika dilakukan pencegahan dengan baik dan intensif, maka penyakit gusi kronis dapat disembuhkan.

Dr Philip Preshaw, dokter yang ikut melakukan penelitian benar-benar menyarankan bahwa jika setiap orang masih ingin punya gigi lengkap di masa tuanya, maka berhenti merokok adalah salah satu cara yang ampuh.

Satu lagi alasan mengapa Anda harus berhenti merokok!

SOURCE : http://jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=080313132532&offx=14

Fakta Mengejutkan Tentang Rokok!

Perhatikanlah fakta-fakta yang mengejutkan berikut tentang rokok dan perokok di Indonesia dan dunia:

1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat utama penyebab kematian yang dapat dicegah di dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi rokok saat ini terus berlanjut. [1]
2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut, jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah 9.000 triliun rokok pada tahun 2025. [1]
3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi 2,8 persen (2004). [1]
4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi 24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995. Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah merokok dan 19 persen di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo Lubis. [1]
5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari–upah minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu per hari. [2]
6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya berasal dari kalangan keluarga miskin. [3]
7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok dan untuk orang kaya hanya sembilan persen. [3]
8. Mengutip dana Survei Ekonomi dan Kesehatan Nasional (Susenas), konsumsi rumah tangga miskin untuk tembakau di Indonesia menduduki ranking kedua (12,43 persen) setelah konsumsi beras (19.30 persen). “Ini aneh tatkala masyarakat kian prihatin karena harga bahan pokok naik, justru konsumen rokok kian banyak,” [3]
9. Orang miskin di Indonesia mengalokasikan uangnya untuk rokok pada urutan kedua setelah membeli beras. Mengeluarkan uangnya untuk rokok enam kali lebih penting dari pendidikan dan kesehatan. [3]
10. Pemilik perusahaan rokok PT Djarum, R. Budi Hartono, termasuk dalam 10 orang terkaya se-Asia Tenggara versi Majalah Forbes. Ia menempati posisi kesepuluh dengan total harta US$ 2,3 miliar, dalam daftar yang dikeluarkan Kamis (8/9/2005). [4]
11. Sekitar 50% penderita kanker paru tidak mengetahui bahwa asap rokok merupakan penyebab penyakitnya. [5]
12. Dari 12% anak-anak SD yang sudah diteliti pernah merasakan merokok dengan coba-coba. Kurang lebih setengahnya meneruskan kebiasaan merokok ini. [5]
13. Besaran cukai rokok di Indonesia dinilai masih terlalu rendah. Saat ini, besarnya cukai rokok 37 persen dari harga rokok. Bandingkan dengan India (72 persen), Thailand (63 persen), Jepang (61 persen). [6]
14. Sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal setiap hari karena tembakau. [7]
15. 100 persen pecandu narkoba merupakan perokok. [8]
16. Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat 1: Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. — Pelanggarnya diancam dengan sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan kurungan. Kenyataannya, Perda ini seperti dianggap tidak ada oleh perokok, dan pemerintah pun tidak tegas dalam menjalankannya.

Hmm, seandainya pemerintah dapat tegas menjalankan Perda di atas, mungkin hutang pemerintah akan langsung lunas dibayar para perokok… :mrgreen: Selain itu tentunya akan mengurangi pencemaran udara, membuat masyarakat lebih sehat, mengurangi angka kemiskinan, dan mengurangi angka kriminalitas.

Di antara 16 fakta di atas, fakta mana yang paling mengejutkan untuk Anda? Kalau untuk saya, fakta nomor 5 yang paling mengejutkan. Saya jadi ingat kata-kata: tidak ada perokok yang terlalu miskin untuk membeli rokok. Tampaknya kata-kata itu ada benarnya. Mereka lebih memilih rokok dibandingkan kebutuhan pokok mereka lainnya

source : http://zonabiru.blogspot.com/2008/07/fakta-mengejutkan-tentang-rokok-dan.html


 

Juli 2008
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Chat With Me

  • Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.
  • Translate this blog (English)

    Image and video hosting by TinyPic

    Blog Stats

    • 75,312 hits

    Blog Rank

    PageRank
    counter

    Maps

    Tamu

    BannerFans.com

    counter