Fakta Mengejutkan Tentang Rokok!

Perhatikanlah fakta-fakta yang mengejutkan berikut tentang rokok dan perokok di Indonesia dan dunia:

1. Sejauh ini, tembakau berada pada peringkat utama penyebab kematian yang dapat dicegah di dunia. Tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. Kematian pada tahun 2020 akan mendekati dua kali jumlah kematian saat ini jika kebiasaan konsumsi rokok saat ini terus berlanjut. [1]
2. Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia. The Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. Bila kondisi ini berlanjut, jumlah total rokok yang dihisap tiap tahun adalah 9.000 triliun rokok pada tahun 2025. [1]
3. Di Asia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa. Namun, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Peraturan Perundangan untuk melarang anak merokok. Akibat tidak adanya aturan yang tegas, dalam penelitian di empat kota yaitu Bandung, Padang, Yogyakarta dan Malang pada tahun 2004, prevalensi perokok usia 5-9 tahun meningkat drastis dari 0,6 persen (tahun 1995) jadi 2,8 persen (2004). [1]
4. Peningkatan prevalensi merokok tertinggi berada pada interval usia 15-19 tahun dari 13,7 persen jadi 24,2 persen atau naik 77 persen dari tahun 1995. Menurut Survei Global Tembakau di Kalangan Remaja pada 1.490 murid SMP di Jakarta tahun 1999, terdapat 46,7 persen siswa yang pernah merokok dan 19 persen di antaranya mencoba sebelum usia 10 tahun. “Remaja umumnya mulai merokok di usia remaja awal atau SMP,” kata psikolog dari Fakultas Psikologi UI Dharmayati Utoyo Lubis. [1]
5. Sebanyak 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari–upah minimum regional untuk Jakarta sekitar Rp 38 ribu per hari. [2]
6. Perokok di Indonesia 70 persen diantaranya berasal dari kalangan keluarga miskin. [3]
7. 12,9 persen budget keluarga miskin untuk rokok dan untuk orang kaya hanya sembilan persen. [3]
8. Mengutip dana Survei Ekonomi dan Kesehatan Nasional (Susenas), konsumsi rumah tangga miskin untuk tembakau di Indonesia menduduki ranking kedua (12,43 persen) setelah konsumsi beras (19.30 persen). “Ini aneh tatkala masyarakat kian prihatin karena harga bahan pokok naik, justru konsumen rokok kian banyak,” [3]
9. Orang miskin di Indonesia mengalokasikan uangnya untuk rokok pada urutan kedua setelah membeli beras. Mengeluarkan uangnya untuk rokok enam kali lebih penting dari pendidikan dan kesehatan. [3]
10. Pemilik perusahaan rokok PT Djarum, R. Budi Hartono, termasuk dalam 10 orang terkaya se-Asia Tenggara versi Majalah Forbes. Ia menempati posisi kesepuluh dengan total harta US$ 2,3 miliar, dalam daftar yang dikeluarkan Kamis (8/9/2005). [4]
11. Sekitar 50% penderita kanker paru tidak mengetahui bahwa asap rokok merupakan penyebab penyakitnya. [5]
12. Dari 12% anak-anak SD yang sudah diteliti pernah merasakan merokok dengan coba-coba. Kurang lebih setengahnya meneruskan kebiasaan merokok ini. [5]
13. Besaran cukai rokok di Indonesia dinilai masih terlalu rendah. Saat ini, besarnya cukai rokok 37 persen dari harga rokok. Bandingkan dengan India (72 persen), Thailand (63 persen), Jepang (61 persen). [6]
14. Sebanyak 1.172 orang di Indonesia meninggal setiap hari karena tembakau. [7]
15. 100 persen pecandu narkoba merupakan perokok. [8]
16. Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat 1: Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. — Pelanggarnya diancam dengan sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan kurungan. Kenyataannya, Perda ini seperti dianggap tidak ada oleh perokok, dan pemerintah pun tidak tegas dalam menjalankannya.

Hmm, seandainya pemerintah dapat tegas menjalankan Perda di atas, mungkin hutang pemerintah akan langsung lunas dibayar para perokok… :mrgreen: Selain itu tentunya akan mengurangi pencemaran udara, membuat masyarakat lebih sehat, mengurangi angka kemiskinan, dan mengurangi angka kriminalitas.

Di antara 16 fakta di atas, fakta mana yang paling mengejutkan untuk Anda? Kalau untuk saya, fakta nomor 5 yang paling mengejutkan. Saya jadi ingat kata-kata: tidak ada perokok yang terlalu miskin untuk membeli rokok. Tampaknya kata-kata itu ada benarnya. Mereka lebih memilih rokok dibandingkan kebutuhan pokok mereka lainnya

source : http://zonabiru.blogspot.com/2008/07/fakta-mengejutkan-tentang-rokok-dan.html

About these ads

113 Responses to “Fakta Mengejutkan Tentang Rokok!”


  1. 1 satya sembiring 20 Juli, 2008 pukul 9:10 am

    benar banget tuh tulisannya. tapi itu juga masih kurang. lebih banyak lagi dampak buruk yg di akibatkan oleh nikotin rokok. di indonesia sendiri orang orang kaya adalah mereka mereka yang memiliki bisnis rokok. walau pajak rokok dan peringatan akan bahaya meroko terus terang di beritakan tidak membuat orang menjadi takut.
    benar benar aneh..
    mas sendiri apa perokok ?

  2. 2 na 20 Juli, 2008 pukul 9:54 am

    klo gtu g usah ada yg namanya pabrik rokok……

    knapa rokok dijual bebasssss

    • 3 pheny agista 19 Maret, 2010 pukul 9:20 pm

      pabrik rokok gag ada juga akan jadi masalah pada ekonomi masyarakat dong,sebab akan bertambshnys pengangguran di indonesia.
      setuju gak??

  3. 5 Zulfi 20 Juli, 2008 pukul 10:26 am

    Tambahan, pemilik Djarum R. Hartono sekarang udah di posisi 3 orang terkaya di indonesia..

    ini membuktikan betapa hebatnya industri rokok

  4. 6 albugisy 20 Juli, 2008 pukul 12:18 pm

    Semoga saja para pereokok dapat sadar dari dampak yang ditimbulkan olehnya bukan hanya berdampak buat dirinya tapi juga sangat berdampak buruk bagi orang lain. Ibarat dampaknya sama seperti fenomena gunung es, akibat buruk dari merokok hanya sebagian kecil yang nampak ke permukaan tetapi akibat yang lain yang belum terlihat masih banyak…..

  5. 7 insansains 20 Juli, 2008 pukul 12:30 pm

    ^_^ Saya bahkan pernah ngeliat tuh ibu=ibu yang secara ekonomi berada di kelas bawah (baca : mengemis). Tapi ketika dapat uang pemberian, malah dibelikan rokok dan langsung di hisap disitu juga…. GILA…!!!

  6. 8 b8750gt 20 Juli, 2008 pukul 1:19 pm

    Stop Merokok Stop Global Warming!!

  7. 9 fatur 20 Juli, 2008 pukul 1:43 pm

    Merokok ?
    Biasa aja tuh.

    Tidak merokok ?
    Kalau bisa, ya bagus.

    Pabrik rokok ditutup ?
    Mimpi kalee.
    Mau dikemanain tuh ratusan ribu bahkan jutaan orang yang hidup dari industri rokok.

  8. 10 duniabaruku 20 Juli, 2008 pukul 2:06 pm

    memang ironis:
    ketika peringatan bahaya merokok dicantumkan pada setiap iklan rokok. Pencerminan bahwasanya kebiasaan yang sudah mengakar walaupun salah dan jelas merugikan JUGA sudah diperingatkan akan bahayanya TETAP lestari.

    Yang merokok:
    -egois (nggak peduli bahwa udara bebas dibutuhkan oleh lainnya)
    -perusak alam (mungkin sekaliber PT Newmont atau apapun yang mencemari alam ini,tanpa salah dan hanya berdalih hak asasi. yang tidak merokok juga punya hak untuk menghisap udara bebas racun asap rokok, Bung)
    -etc

    cegah dan lawan.

  9. 13 agus.luvi 20 Juli, 2008 pukul 2:20 pm

    iya saya juga ikut prihatin skarang ini banyak pelajar SMP yang sudah merokok,tapi solusinya gmna??? kan kalau pabriknya di tutup itu ga mungkin,

  10. 14 kodratsatlatuii 20 Juli, 2008 pukul 2:39 pm

    kesehatan ada ditangan kalian sendiri kok,…
    gak usah diperdebatkan?! fakta sudah didepan mata ,…
    berhenti sekarang atau terlambat menyesal

  11. 15 roythea 20 Juli, 2008 pukul 2:52 pm

    dan ada yang lebih sadisnya lagi, pfizer, yang mengeluarkan produk untuk berhenti merokok, biayanya jutaan rupiah. makanya gak heran yang miskin makin parah rokok nya soalna biaya berhenti jutaan rupiah.
    emang sih, kesehatan itu lebih berharga dari materi, tapi klo langsung jutaan gitu sih, yang gak punya duid, kaya saya ini mikir2 lagi.

  12. 17 pilabeanku 20 Juli, 2008 pukul 4:01 pm

    saya nggak percaya dulu kenapa orang tua melarang sayang merokok
    saya baru sadar sekarang, ternyata benar juga….
    belum lagi fakta-fakta yang ditulis diatas….
    Hmmm….
    saya ingin meninggalkan merokok, namun agak sulit.
    sudah beberapa kali saya lakukan, namun tetap ndak bisa….

  13. 18 Ambeven 20 Juli, 2008 pukul 5:05 pm

    Duuuh brisik amat seeeh…!
    Udadeh, ga usah pake nyudutin sebegitunya bgt…
    Gw merokok jg pake aturan koq…
    Msh ngehormatin yg ga merokok koq…
    Udadeh ga usah pada brisik deh…

  14. 19 qizinklaziva 21 Juli, 2008 pukul 1:20 am

    fakta selanjutnya, harga rokok terus menaik… tapi penikmatnya tak pernah turun :D

  15. 20 unduk 21 Juli, 2008 pukul 1:26 am

    Naikkan cukai rokok hingga tiga kali lipat, bebaskan rokok dari bea export. Lumayan export penyakit ke negri tetangga, sembari lebih menyehatkan rakyat negri sendiri.

  16. 21 Agustian 21 Juli, 2008 pukul 1:30 am

    Menarik membahas ttg rokok…
    Negara2 maju sudah lama “mempersempit” ruang gerak buat para perokok, see this :

    http://mypersonalpages.wordpress.com/2008/07/03/perokok-semakin-dipersulit/

    merokok=membakar duit=merusak badan/lingkungan :)

    Salam

  17. 22 mukhdan 21 Juli, 2008 pukul 1:34 am

    bener bener mengejutkan dan untungnya gue gak merokok

  18. 23 alisyah 21 Juli, 2008 pukul 1:42 am

    ada cara gak buat berhenti merokok?

  19. 24 Hedwig™ 21 Juli, 2008 pukul 2:02 am

    Dan berhentilah merokok, karena merugikan (kesehatan) semua orang

  20. 25 ahmad abu faza 21 Juli, 2008 pukul 2:03 am

    Rokok telah dikatakan oleh para ulama “HARAM”, hanya saja MUI (Majelis Ulama Indonesia) tidak berani mencantumkan dengan kata “HARAM”, HANYA di bungkus rokok ditulis “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.

    http://abfaza.wordpress.com/2008/06/30/dalil-dalil-haramnya-rokok/

  21. 26 vindodesign 21 Juli, 2008 pukul 3:25 am

    dari pada ngerokok…mendingan di rokok…hahahahaha!

    http://www.designbyeduard.com
    My personal blog!

  22. 27 dobelden 21 Juli, 2008 pukul 3:53 am

    saya perokok… :(

    perokok PASIF :(

  23. 28 aditcenter 21 Juli, 2008 pukul 4:34 am

    Merokok atau tidak merokok Tujuan kita semuanya sama….

    Yaitu MATI…..!!

    Apakah dengan mencanangkan Gerakan Untuk Tidak Merokok, kita bisa terhindar dari kematian?

    Biarlah orang hidup dengan pilihannya masing2….

    Kalau saya pikir anda hampir menyamai TUHAN….
    jika TUHAN MAHA TAHU….
    kalau anda SOK TAHU….

  24. 30 oktara 21 Juli, 2008 pukul 4:51 am

    - itu fakta nomor 1 apa benar murni penyebabnya rokok/tembakau?
    – Bukannya efek dari rokok itu terjadinya lama bisa 10-20 thn kemudian?
    – Tambahan,cukai rokok adalah salah satu sumber penghasilan negara terbesar.Banyak rakyat yang bekerja di pabrik rokok dan kehidupannya terpenuhi oleh pabrik rokok.
    -Satu lagi yang jarang dikemukakan.Disebutkan bahwa zat/racun pada rokok kurang lebih mirip dengan zat yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.Dan pastinya persentasenya jauh lebih banyak pada kendaraan bermotor.Jadi jelas,rokok sebagai penyebab kematian tidak ada apa2nya dibandingkan polusi udara dari asap kendaraan bermotor dan banyak dari kita yang mengirupnya…bahkan menghirup asap/polusi kendaraan bermotor sama halnya seolah oleh kita merokok berjuta2 batang rokok.
    Jadi lebih baik urus masalah polusi udarara dari kendaraan dulu dari pada urusan rokok.Makanya,sepertinya fakta nomor 1 di atas sepertinya tidak murni rokok penyebabnya…..

    Ini hanya masukan terlintas saja
    thanks
    http://oktara.wordpress.com

  25. 31 nafhiel 21 Juli, 2008 pukul 5:14 am

    Rokok????
    emang bahaya banget,
    tapi kenapa ya? sebagian besar orang yang sudah kebiasaan merokok sulit banget untuk menghilangkan kebiasaannya. Bahkan seorang temanku yang kebiasaan merokok setelah makan bilang: “merokok setelah makan itu seperti cebok setelah buang air”…wah!

  26. 32 Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita 21 Juli, 2008 pukul 5:25 am

    sama rokok aja takut.

  27. 34 Fajar 21 Juli, 2008 pukul 5:54 am

    setahu saya kalo sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat tapi malah mendatangkan dampak negatif/buruk/mudarat lebih baik dihindari/ditinggalkan (mungkin bisa dapat pahala), ya seperti rokok ini ….tapi kalo ditutup pabrik rokoknya gimana nasib karyawanya, hrs ada solusi jg….
    btw datanya benar khan? ikut copy artikelnya ya…buat kampanye bebas rokok

  28. 35 mha5an 21 Juli, 2008 pukul 6:44 am

    melihat orang2 sekitar, tampaknya yang paling ampuh bikin brenti ngerokok adalah penyakit. kalo udah kena penyakit, entah jantung, paru dll orang2 menengah ke atas baru mulai sadar bahaya rokok. takut mati pdhl anak2nya masih kecil.
    banyak anak2 diajari orang tua untuk ngerokok. anak tiap hari ngeliat ortunya ngerokok. kadang2 jd kurir untuk beli rokok di warung..
    sempurna sudah nasib bangsa ini!

  29. 37 beranibaca 21 Juli, 2008 pukul 7:04 am

    tks atas informasinya….. mudah2an banyk orang yang berhenti merokok sehabis membaca info ini….

  30. 38 gaga 21 Juli, 2008 pukul 7:14 am

    Dilarang Merokok

    Sepulang dari kantor, Fadil mampir ke suatu mall buat beli obat di counter apotik kecil yang ada disitu. Setelah nyerahin resepnya, Fadil beli rokok ke counter disebelahnya dan kemudian duduk santai buat nunggu panggilan untuk pengambilan obatnya.

    Untuk pengisi waktu, rokok yang baru dibeli langsung aja dikeluarin dan dinyalain sebatang. Baru aja jalan tiga isepan, Fadil disamperin sama Security (Satpam) yang ada dideket situ. “Mangap Mas … eh, maksud saya maaf, rokoknya tolong dimati’in deh. Diruangan ber-AC ini dilarang merokok…”, tegor si mas Satpam.

    Dengan sok merasa lebih pinter Fadil mencoba untuk membela diri, sebenernya sih maksudnya untuk menutupi malu karena ditegor Satpam “Laah …, aneh banget peraturan di sini, gue kan beli rokoknya juga disini, di counter yang disitu tuh… kalau gitu disini ya jangan jualan rokok dong…”, kata Fadil kesel tapi penuh percaya diri.

    Tapi rupanya Mas Security nggak gentar kena gertak, dengan kalemnya dia jawab: “Yaaahh Mas…, asal anda tahu aja nih. Counter apotik itu juga jual kondom, tapi nggak ada yang ngotot pengen make disini …!!”

    Posted by kai_the17th at 7:04 AM

    Labels: Humor Umum

  31. 39 realylife 21 Juli, 2008 pukul 7:17 am

    terus terang saya terkejut

  32. 40 isroi 21 Juli, 2008 pukul 7:26 am

    Fatwa ulama mengatakan rokok itu haram. Tulisan ini menunjukkan salah satu fakta kemadhorotan rokok. Mungkin masih ada madhorot-madhorot lainnya.

  33. 41 pakarfisika 21 Juli, 2008 pukul 7:53 am

    memang sangat sulit melepas rokok, bagi perokok. Berbahagialah kita2 yang belum dan tidak pernah akan merokok-lebih2 kita sadar bahayanya.

  34. 42 yudho 21 Juli, 2008 pukul 8:32 am

    menurut gw nggak juga, merokok dah ada sejak jaman pra sejarah, orang indian merokok sebagai tanda persahabatan dan pergaulan, dan juga beberapa k\suku didunia yg lainnya, fakta yg saya alami sendiri adalah, hampir seluruh orang2 tua jawa merokok, mereka merokok sejak puluhan tahun silam, mereka merokok istilahnya kelobot atau rokok tembakau dan cengkeh yg digulung daun jagung atau daun2 yg dikeringkan lainnya, yg lain menggunakan kertas (papir istilahnya), namun usia mereka pun diatas 70-an tahun, saya sendiri sih lom pernah survey, tapi saya hobi adventurer keliling indonesia, yg dengan melihat mata kepala sendiri kebiasaan merokok tsb, mereka semua perokok (pasif dan aktif), yg pasif seperti ibu2 itu malah dengan menyirih (pake tembakau), mereka lebih sehat, yg bikin pencetus kematian manusia bukanlah merokok saya pikir, tapi pola hidup, makan yg berkolesterol tinggi, pikiran (stress) dll, bukan merokok, merokok hanya berpengaruh kecil sbg penyebab kematian, masih banyak penyebab kematian terbesar yg lainnya.

  35. 43 gaga 21 Juli, 2008 pukul 9:21 am

    tapi saya salut orang2 yang dipedesan orangnya pada merokok tapi pada kuat2 tiap hari ke hutan/gunung. dan kelihatan sehat loh

    mungkin karena suhu di pedesaan dingin jadi solusinya ya meroko. (mungkin)

  36. 44 Jeje 21 Juli, 2008 pukul 9:22 am

    Bebas rokok, “mustahil”… lha wong penghasilan cukai terbesar di negara kita adalah dari “rokok”… It’s impossible to stop that !!! Aq setuju pendapat rekan diatas…”Berbahagialah bagi mereka2 / kita yang bukan pecandu / pemakai rokok”. Percuma ada iklan “anti rokok”, tetapi disatu sisi masih saja ada produksi rokok.

  37. 45 Onod32 21 Juli, 2008 pukul 9:30 am

    @aditcenter

    Yakinlah, semua orang akan mati, tapi saya memilih tidak menghiasi kematian saya dengan paru yang busuk, kanker di kerongkongan, anak-anak saya yang masih kecil meratapi makam ayahnya, atau penderitaan keluarga saya akibat mengurus dan membiayai saya di rumah sakit karena sakit kronis yang disebabkan oleh rokok.

    Memang industri rokok di Indonesia adalah industri hajat hidup orang banyak..tapi memang bos-bos tembakaunya yg sengaja ‘metradisionalkan’ proses produksi sebagai dalih industri padat karya…

    ada supply ada demand… sebagian rakyat miskin penerima BLT malah buat beli rokok daripada kebutuhan pokok….

    kasian ini negara..pemerintah sama rakyatnya sama gobloknya

  38. 46 regita 21 Juli, 2008 pukul 9:47 am

    Yang berbahaya bukan nikotinnya tapi ribuan racun yang terkandung dalam rokok yang dibakar dan asapnya terhirup. Racun dalam asap rokok yang akan membunuh kita pelan-pelan (…emang gue maunya mati pelan-pelan …, gak pengen mati cepet-cepet…’kok, komentar seorang teman!).
    Nikotin tembakau merangsang otak mengeluarkan zat-zat yang menimbulkan rasa nyaman, tenang, “pede” dan menyebabkan adiksi (ketagihan), sehingga ketergantungan pada nikotin yang menyebabkan seseorang sulit untuk berhenti merokok.
    Saya pikir kalau tembakaunya cuma dikunyah-kunyah saja tidak ‘dibakar’ (seperti orang jadul, nenek-kakek kita yang suka ‘nyirih) relatif lebih ‘aman’.
    Cuma, nyirih atau ‘nyusur’ kan ‘gak keren… Merokok sekarang ‘kan bukan sekedar untuk mengatasi ketagihan nikotin aja, tapi sudah jadi bagian gaya hidup….. wallahu’alam!

  39. 48 draguscn 21 Juli, 2008 pukul 10:04 am

    ahh saya kira tadi mau menyuguhkan bukti sebaliknya bahwa rokok itu menguntungkan kesehatan .. kalo itu baru mengejutkan .. kalo yang ini sih fakta rokok yang biasa itu diharapkan .. sayangnya nomer ini [1], [2] dst tidak dilink ke sumber aslinya .. :-)

  40. 49 syukriy 21 Juli, 2008 pukul 10:06 am

    Saya setuju dengan tulisan ini. Mengejutkan sekaligus menakutkan. Yang menyedihkan adalah ketika perokok pasif ikut menjadi korban. Ibarat pepatah berikut: Ayam punya telur, sapi punya nama untuk contoh kasus MATA SAPI…

  41. 50 khyangan 21 Juli, 2008 pukul 1:58 pm

    belum haramkah rokok..!!! “Beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri”

  42. 51 cupubanget 21 Juli, 2008 pukul 2:51 pm

    ih ngeriiiiii…. ogah ah ama rokok.. tapi saya heran sama rokok makin hari makin banyak aja yang gunain.. Sekarang cewe-cewe jg byk yang ngerokok.. meskipun kagak ada perbedaan yg ngerokok baik cewe maupun cowo tp saya sendiri merasa ilfil klo melihat cewe yang ngerokok.. Okey.!! jauhi merokok.

  43. 52 si bolang 21 Juli, 2008 pukul 6:39 pm

    untung saya gak ngerokok, :D

  44. 53 abiehakim 22 Juli, 2008 pukul 2:08 am

    Sebenarnya masyarakat juga udah tahu akibat dari rokok tsb, baik yang pasif maupun aktif. Tapi pengetahuan atau kesadaran mereka belum sampai pada tahap berbuat utk menghentikan aktifitas tsb.
    Bagi pemerintah jelas suatu dilema…disaat pengangguran yang semakin tinggi..apa mungkin serta merta menutup pabrik rokok?
    Bagi produsen rokok, mereka masih yakin bisnis ini masih mampu menghidupi mereka hingga 7 turunan lagi.

  45. 54 Thomas kinnison 22 Juli, 2008 pukul 6:37 am

    dugh……jangan” masi Gunung.Es dilautan

  46. 55 masbadar 22 Juli, 2008 pukul 9:09 am

    aslmkm, semua, maaf..
    eh, ada yg punya korek api gak..?

    • 57 nefi 23 Oktober, 2009 pukul 11:17 am

      Beasiswa gak mesti dari perusahaan rokok… masih banyak perusahaan2 lain yg lebih halal yg mau ngasi beasiswa.. tergantung niat baik dari para pengambil keputusan di Bidang Pendidikan.

  47. 58 stopmerokok 22 Juli, 2008 pukul 9:39 am

    Menurut gw sih, memang sulit untuk tobat dari rokok kalau tiap hari di jalan ketemu orang ngerokok. Dan gw agak absurd kalau ada yang bilang “merokok walaupun nggak merokok toh pasti akan mati”. Yah emang maut cuman Tuhan yang tahu, tapi hidup ini kan cuman sekali, setelah itu mati. Ngapain nggak nyobak hidup yang enak,sehat, dan nyaman. Lha wong kita hidup nggak merokok aja udah pesakitan, apalagi merokok.

  48. 59 aditcenter 22 Juli, 2008 pukul 2:45 pm

    @Stopmerokok
    “………..Ngapain nggak nyobak hidup yang enak,sehat, dan nyaman. Lha wong kita hidup nggak merokok aja udah pesakitan, apalagi merokok………..”

    1. Menurut kamu hidup enak itu parameternya apa?
    Uang banyak?
    Istri banyak? atau
    Hidup dimana kamu merasa nyaman menjalaninya?

    2. Menurut kamu hidup sehat itu caranya gimana
    Orang yang tidak merokok berarti dia paham kesehatan…
    Tetapi orang yang merokok, dia YAKIN akan KESEHATANnya?

    Kalau kamu tidak merokok aja udah pesakitan, Kasian banget..!!!

  49. 60 aditcenter 22 Juli, 2008 pukul 2:54 pm

    @ Onod32
    “…..Memang industri rokok di Indonesia adalah industri hajat hidup orang banyak..tapi memang bos-bos tembakaunya yg sengaja ‘metradisionalkan’ proses produksi sebagai dalih industri padat karya….”

    Apa itu salah?
    Bilang aj kalo kamu IRI, Kasihan banget anda Bung…!!!
    Kalo ingin bersaing sama Bos2 Rokok, ya saingan yang adil dong…!!!
    Bukan malah menjelekkan mereka….

    “……ada supply ada demand… sebagian rakyat miskin penerima BLT malah buat beli rokok daripada kebutuhan pokok……”

    Punya data enggak? Kalo g punya ya mending ngomelnya dikamar andi aja…!!! Gak ilmiah banget. Kalo gak ilmiah Ayam juga bisa bung, lha wong tinggal “berkokok” aja apa susahnya?

    “…….kasian ini negara..pemerintah sama rakyatnya sama gobloknya….”

    Kamu juga Goblok dong…???
    Kasian banget deh, Udah Iri, G Ilmiah, Goblok Lagi….!!!!

  50. 61 aditcenter 22 Juli, 2008 pukul 3:03 pm

    @Cupubanget

    Setuju…..
    Aku juga ilfil kalo liat cewek Ngerokok…..

  51. 62 Stop Merokok 22 Juli, 2008 pukul 10:52 pm

    Mari kita sukseskan program Stop Merokok.

  52. 63 mproprovider 23 Juli, 2008 pukul 10:50 am

    Rokok kadang menjadi teman setia kala mencari inspirasi…susah sih

  53. 64 sufimuda 23 Juli, 2008 pukul 11:09 am

    alhamdulillah, saya bukan perokok…

  54. 65 killbill1 23 Juli, 2008 pukul 1:01 pm

    sebenarnya perokok sudah tahu dan lebih tahu dampak negatifnya,tapi mereka mana mau disalahkan atau di vonis.Pasti bela diri dong!
    Setan juga tahu bakalan masuk neraka, daripada nganggur di dunia sebelum kiamat tiba mendingan cari teman dari kaum manusia buat menuhin neraka.

  55. 66 willmen46 23 Juli, 2008 pukul 1:13 pm

    ya menurutku para penikmat rokok tu sulit dilepaskan dari kecanduan
    dan juga banyak orang tidak bisa membaca..padahal sudah ditulis
    “merokok dapat menyebabkan…………”
    ya klo sudah kena efek negatif na mau bilang apa lagi
    so stop rokok dari sekarang

  56. 67 widi0612 23 Juli, 2008 pukul 2:09 pm

    gmana mau ditutup pabrik rokoknya?! wong itu jadi salah satu sumber pendapatan pemerintah kok. Nanti ujung-ujungnya pemerintah yang rugi deh ?! he….3x :)
    yach cara ngatasinya ya coba kampanyekan bahaya merokok gt. Jangan sampe hanya menjelang momen tertentu aja baru kampanye. LSM yang concern hendaknya memperhatikan hal itu. Tapi jangan sampe LSM aja yang bertindak!! Semua pihak dong?! terutama kesadran diri sendiri!!! start from the small thing gt :)

  57. 68 killbill1 23 Juli, 2008 pukul 4:19 pm

    Bagi kaum perokok,ke 16 fakta diatas tidak mengejutkan! mereka gak bakalan takut dengan sejuta fakta sekalipun. kalo aku netral aja:
    1). Bagi perokok yang masih mau merokok:
    -silakan lanjutkan kebiasaan kalian,kalo bisa berhenti juga gak ngerugikan atau nguntungin orang lain.
    -Penting diingat tidak ada orang lain terganggu kenyamanan akibat kegiatan merokok anda.
    -Cukup anda saja yang merokok,jangan ajak orang lain seperti anda, jadi harus bertanggungjawab terhadap orang lain yang merokok akibat ajakan/tawaran Anda.
    -Anda jadi pahlawan buat orang lain yang mendapatkan keuntungan dengan ADANYA rokok.
    2). bagi yang bukan perokok atau anti rokok:
    -silakan anda nikmati kesehatan yang begitu mahal harganya(kalo udah sakit baru sadar/kerasa deh).
    -gak ada untung/ruginya melarang perokok yang gak mau berhenti merokok, mending ajak yang mau tobat aja atau yang tidak mau merokok agar jangan ikutan merokok.
    -Anda jadi pahlawan buat orang lain yang mendapatkan keuntungan dengan TIDAK ADANYA rokok.

  58. 69 aditcenter 24 Juli, 2008 pukul 3:50 pm

    Buat redaksi bebasrokok.wordpress.com….

    Harusnya anda bersikap netral tanpa mendiskriminasikan para perokok…..

    Tirulah pendapat killbill1, harusnya anda lebih dewasa dalam menyikapi masalah….

  59. 70 regita 25 Juli, 2008 pukul 1:01 am

    Ada pengalaman ketika sekolah diceramahi tentang bahaya merokok dsb. disertai anjuran jangan coba-coba merokok.
    ‘Pas bubar acara, kami pergi ke belakang (wc), eh…kepergok si penceramah sedang siap-siap mau ‘nyulut rokok….!! Tersipu-sipulah beliau!
    Brenti merokok ‘emang sulit, apalagi kalau sudah ‘nyandu, meskipun sudah tau konsekuensinya, masih tetap saja merokok!

  60. 71 killbill1 25 Juli, 2008 pukul 7:35 am

    kenikmatan merokok melebihi ajaran anti rokok dengan dalih apapun,pabrik ditutup sekalipun gak bakalan ngilangin kebiasaan ngerokok. Kalo udeh asem nih lidah, biar kata tengah malam; hari ujan; lewat kuburan; dicegat kuntilanak sekalipun…tetep aje nyari kios depan gang nyang juwalan rokok. Gak ada rokok,rotanpun jadi….emang ngisep rotan beneran yang disulut api (kalo mau brasa mentol,tinggal dicelup minyak angin ato minyak kayu putih)

  61. 72 antokboz 1 Agustus, 2008 pukul 2:50 pm

    wah ngeri juga tuh??
    buat tambah2..

    http://www.stopmerokok.com/

    tapi sory mas gue demen ama yg namanya rokok
    tapi tetep hargain donk ama yg gak ngerokok…

  62. 73 cupubanget 3 Agustus, 2008 pukul 11:35 pm

    daripada susah2 menghentikan jutaan orang yang merokok di indonesia, mengapa pemerintah nggak berani menghentikan aktivitas pabrik rokok ??????? klo hanya himbauan dan bla bla untuk berhenti meroko mah udah biasa kagak diperhatiin… saking seringnnya denger jadi udah basi lagi denger himbuan larangan merokok…. wkwkwkwk

  63. 74 Candra 13 November, 2008 pukul 3:01 pm

    Sebenarnya, pekerja rokok itukan perempuan yg nota bene penghasilan keluarga dari suami atau laki-laki, memang akan menurunkan pemasukan keluarga tapi bukan berarti keluarga itu sulit nyari makan. yang ke dua coba bandingkan jumlah produksi SKT ( Nanual) jauh lebih kecil di bandingkan produksi Mesin, nah kita harus jeli bahwa sampai saat ini dalih pengangguran masal tidak akn terjadi kan? dan karyawan hanya dijadikan tameng utk para pengusaha saja. Pekerja terbanyak utk pabrik rokok kan di dominasi pabrik besar bukan pabrik kecil yg teriakannya paling besar. Gini aja deh, gmn kalo harga rokok tidak ada kelas? semua rata 1 kelas? kan harganya jadi semua rata. 1 kelas aja, Pabrik rokok! tidak ada rokok kecil, menengah atopun besar. Adilkan?

  64. 75 Livio da Conceicao Matos 26 November, 2008 pukul 1:26 pm

    Rahasia anda pasti tidak diketahui orang lain………. Bukankah dapat menimbulkan bau badan yang lumayan menjauhkan diri kita dari orang lain. Supaya rahasia kebobrokan anda tidak diketahui orang lain, merokoklah lebih banyak untuk tidak didekati oleh orang lain. Sebagai manusia, anda dan saya tidak luput dari kekurangan dan kelemahan. Supaya kelemahan dan kebobrokan kita ini tidak diketahui orang lain, dan segera dibawa pulang, lebih baik merokok. It’s good and the best option bagi kamu-kamu yang merasa paling baik tetapi paling lemah ketika anda mau menyelesaikan sendiri segala persoalan hidup. Thanks be to God.

  65. 76 gieL 30 November, 2008 pukul 6:00 am

    gw cewe perokok, gw sadar ngerokok bahaya.

    trus kenapa?
    posisikan lo semua jd para ‘smoker’ trus baca artikel ini…
    im sure 100% lo semua ga bakal comment apa2.
    jadi hargai para smoker dgn gak kasih comment yang bikin terpojok ato sok ok.
    trims, God Bless U All….

  66. 77 vanie 13 Januari, 2009 pukul 5:55 am

    bagi para smoker, tolong hargai para non-smoker.. silahkan merokok selama anda2 bisa menjamin rokok yang anda hisap tidak membuat dampak negatif sedikitpun terhadap non-smoker dan lingkungan.

    memang smoker dan non-smoker sama2 mati suatu saat.. hanya saja penyebab kematian yang mungkin berbeda..

    kalau ingin merokok, silahkan di tempat2 yang memang khusus tempat merokok(bukan ruangan yang tidak ada tulisan NON-SMOKING, tapi ruang khusus) atau merokoklah dengan bebas di tempat umum dengan catatan ..
    BUNGKUSLAH KEPALA ANDA DENGAN PLASTIK SAAT ADA MENGHISAP ROKOK, AGAR ASAP RACUN YANG ANDA KELUARKAN TIDAK MENCEMARI UDARA DAN MERACUNI ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

    siap merokok siap tanggung resiko sendiri, jangan mengajak2 orang lain.. adil kan?

  67. 78 safwankakashi 19 Januari, 2009 pukul 6:58 pm

    para smoker kalau bsa udah…..dech ngerokoknya kan untungnya cman smentra….. kan lbih banyak ruginya,,ok

  68. 79 ahir 4 Februari, 2009 pukul 7:59 am

    Sebaiknya pabrik rokok yang harus ditutup…..Titik!!!!! Coba bandingkan jumlah karyawan yang akan menganggur dengan jumlah manusia yang akan tewas setiap harinya jika pabrik rokok terus dibiarkan ada…. Hasilnya lebih banyak yang akan menderita dibanding jika karyawan pabrik rokok di PHK. Pemerintah harus bertindak tegas jangan hanya memikirkan nasib segelintir orang tapi membiarkan hal buruk terus berlanjut sehingga akan membunuh generasi baru secara bertahap dari asap rokok tsb.. Pikir dong!!!!

  69. 80 cipoet 12 Februari, 2009 pukul 12:40 pm

    kita semua ini hidup dengan pinjaman raga dari Tuhan yang termasuk didalamnya adalah paru2,..kita semua tau bahwa rokok bisa merusak paru2, selama ini Tuhan dengan ikhlas meminjamkan paru2 pada kita agar kita bisa hidup, bisa bernafas, tapi kenapa kita malah merusak apa yang sudah dipinjamkan kepada kita dalam keadaan bagus…yang namanya dipinjamkan berarti suatu saat harus kita kembalikan kan?!! sekarang coba kita posisikan diri kita sebagai orang yang meminjamkan buku pada teman kita, buku yang sudah kita sampul dengan rapi dan bersih, ketika dikembalikan dalam keadaan sobek2 dan rusak sampulnya, apakah kita tidak marah?!!! sama halnya dengan Tuhan yang sudah meminjamkan kita paru2 dengan baik, tapi kita kembalikan dalam keadaan rusak gra2 rokok, apakah Tuhan tidak akan merasa kecewa, kita sudah diberi anugerah bukan nya menjaga dengan baik, tapi malah merusaknya, memang Tuhan Maha Pemaaf, yapi apakh kita akan mengecewakan Tuhan yang sudah begitu baik kepada kita???????

  70. 81 Farhan 5 Maret, 2009 pukul 8:27 am

    Hati-hatilah, jangan mendahului kehendak Allah dengan memvonis bahwa rokok itu penyebab kematian, atau mengurangi umur…….
    kita adalah manusia, bukan tuhan.
    Yang terpenting, mari kita perbaiki akhlaq.
    Tidak merokok tapi korupsi, percuma!!!
    Tidak Merokok tapi berzina? percuma!!!
    Tidak merokok tapi selalu memandang keburukan yang lain? Percuma!!!
    Tidak merokok tapi munafik? percuma!!!

    Merokok tapi positif thinking? it’s good!!!
    Merokok tapi berjiwa sosial? it’s good!!!
    Merokok tapi ikhlas dan jujur? it’s good!!!

    Siapa diri kita? baguskah ahlaq kita?
    So…kenali dirimu dan akan kau kenali Tuhanmu

    Merokok atau tidak merokok, jadilah manusia yang berahlaq baik dan berbudi pekerti.
    Wassalam.

    • 82 nefi 23 Oktober, 2009 pukul 11:27 am

      yang paling baik tentu :
      Tidak merokok tapi positive thinking
      Tidak Merokok tapi berjiwa sosial!
      Tidak merokok tapi ikhlas dan jujur..

      The point is.. mau nggak kita menjadi bagian dari yg punya ciri2 di atas ..???

  71. 83 dekisugi 21 April, 2009 pukul 9:45 am

    negara2 maju aja udah pada ninggalin rokok, krn iptek mereka yg lebih maju telah menghitung dan mengungkap bahayanya rokok. negara2 yg belum maju tapi sok keren seperti kita malah jadi konsumen rokok terbesar ketiga dunia. kampungan kan? terbukti yg modern tuh justru yang gak ngerokok.

    sisa tuh ampas. asap rokok tuh sisa pembakaran. SISA = SAMPAH. gw sih gak ngerokok krn Allah memberikan gw otak utk bertindak cerdas.

  72. 84 sasty 29 April, 2009 pukul 6:23 pm

    mungkin saya salah satu perokok pasif, saya sudah menjalani berobat jalan flek paru² slama 4,5bln. Sahabat saya pun perokok pasif dan tahun lalu dia meninggal 3 Juli 2008 dengan paru² yg sudah hancur, dia amat sangat kurus (tinggal tulang + kulit) sampai tulang ekornya menembus kulit dan berdarah. Semoga kalian yang belum terkena dan perokok aktif menyadari betapa berbahayanya merokok.

  73. 85 kiki 27 Oktober, 2009 pukul 2:38 pm

    Merokok itu bagiku nikmat tapi lebih nikmat lagi kalau di rokok

  74. 86 dyah 23 November, 2009 pukul 1:02 pm

    perokok = manusia paling egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa mau melihat orang lain kehilangan nyawa karenanya

  75. 87 edisuhaedish 11 Desember, 2009 pukul 11:38 am

    Paling kesel tuh saya sama barang yang namanya rokok. Ada orang merokok asepnya kena kita secara HAM merokok bebas merokok tapi kita juga punya HAM mendapatkan udara yang bersih dan sehat. Merekalah (perokok) yang harus mengalah.

    Perjuangan anti rokok jangan partial, yo kita galang kekuatan yang lebih besar. Agar generasi ke depan jadei generasi yang sehat. Amin.

  76. 88 anastasia stella silvani 31 Januari, 2010 pukul 2:31 pm

    benr juga cii kalo pabrik rokok di brantas mao gimana untuk orang – orang yang ada di dunia rokok mau mati karena stress karena rokok ????

    saya berfikir ??!
    bagaimana bangsa kita kalau masyarakatnya terus – terusan merokok yang ada malah penyakit terus yang di tanem !??
    cuuappeee dech !!!!
    huft ???!!

  77. 89 nama 21 Maret, 2010 pukul 10:04 pm

    data peroko yang terbaru ga ada ???
    yang tahun 2005 keatas lah…

  78. 90 paul 24 Maret, 2010 pukul 5:11 pm

    heran deh ada smoker yg minta dihargai….lah yg aku tau org yg ngerokok justru gak menghargai org lain,gak peduli,asap disebul kemana mana gak peduli disekitarnya org dah sebel,ada anak kecil (bahkan anaknya sendiri),ada ibu2 hamil,pokoknya nyebelin tauk!!!trus m soal merokok gak baik gak usah dihubungkan dg korupsi,munafik atau perbuatan lain yg gak baik,dg tujuan mo bilang gak papa ngerokok yg penting berjiwa soaial,gak korupsi,gitu kan!!tetep aja ngerokok itu merugikan org lain dan dirimu sendiri!mau dg alasan pabrik rokok tutup bnyk yg nganggur?msh banyak kerjaan lain kok kalo mau mikir,Indonesia aja msh banyak impor hsl pertanian,jd banyk pengangguran bukan diselesaikan dg adanya pabrik rokok kaleee….

  79. 91 kalskad 25 Maret, 2010 pukul 8:28 am

    Orang yg bilang kalo pabrik rokok ditutup akan banyak pengangguran, adalah orang yang tidak percaya bahwa ada banyak rejeki Alloh yg disediakan dimuka bumi. Wallohu musta’an

  80. 92 -nana- 28 Mei, 2010 pukul 6:50 am

    yang penting bagaimana yang merokok bisa mengendalikan frekuensi merokoknya..dan jangan egois..buat para perokok; maunya dihargai, tapi gak menghargai orang2 yang tidak merokok..kalo mau ngrokok, carilah tempat yang sepi dan di sana puas2in dah anda isep rokok mau berapapun..

    Tidak ada orang yang bisa nglarang siapapun untuk merokok, ya paling gak, usahalah untuk mengendalikan rokok..Mencegah lebih baik dari mengobati, jadi sebelum kena radang paru/kanker paru/bronkhitis, saya sarankan untuk menjaga kesehatannya..mahal lho berobat untuk kanker..

    Udah sering batuk?? Batuk itu reaksi alami tubuh jika ada sesuatu benda asing yang masuk dalam tubuh kita.. jadi dipikirkan ulang untuk melanjutkan kebiasaan rokok apa gak??!!!!

  81. 93 rose 31 Mei, 2010 pukul 7:11 pm

    embahku sudah merokok lebih dari 90 tahun masih sehat, bisa nyangkul disawah.

    yang disana, di gedung tinggi duduk berdasi tanpa rokok baru umur 40 tahun udah banyak yang stroke, jantungan, diabetes dll….

    mana ada orang lagi ngisep merokok tiba-tiba mati jantungan… :D

    so what gitu loh…

  82. 94 Fakta Ilmiah 27 Juni, 2010 pukul 1:45 pm

    Hai, wah seru sekali, bagus artikelnya :)

    Thanks atas infonya

  83. 95 Jabon 30 Juli, 2010 pukul 4:11 pm

    wah mengerikan banget ya … hemmm untung saya tidak merokok …

  84. 96 jabon 23 Agustus, 2010 pukul 12:25 pm

    mampir lagi ach,, sambil promosi jabon hehe…

  85. 97 Ari 30 Agustus, 2010 pukul 11:52 am

    bnr rokok harus dimusnahkan tetapi kasihan pada pekerja rokok klo rokok dimusnahkan pengangguran membludak….
    apalagi sekarang sedang kontroversial,a tentang global warming…..
    kalian setuju gug klo rokok dimusnahkan…

    hahahahahahahahahahahhahahahaha babe gw liat artikel ini jd gug merokok lg.

  86. 98 WOKO 16 September, 2010 pukul 9:08 pm

    Yang pinter ya tau mana yang baik lah…
    kalo yg namanya merokok itu baik, mungkin lagi keblinger…

  87. 99 joz 19 Oktober, 2010 pukul 6:02 pm

    hmmmmm….

    ada ide gak buawat bisa berhenti ngerokok?

  88. 100 ain.ain30@yahoo.com 19 Maret, 2011 pukul 7:54 pm

    bnyak org melayu bnyak hisap ROKOK

  89. 101 hady 9 April, 2011 pukul 12:29 pm

    Smwa Pasti ada Baek buruk nya ………,Qt Punya Otak yg d beri kecerdasan bwt Berfikir………, Mana yg baek N buruk …Thx

  90. 102 didin 5 Mei, 2011 pukul 9:54 am

    rokok engandung karsonogen

  91. 103 didin 5 Mei, 2011 pukul 9:56 am

    rokok mengandung karsinogen yang di mana bahan penyebab kanker

  92. 104 Reza Laksana Bhawel 12 Juni, 2011 pukul 8:13 pm

    :( yang seharusnya terkena penyakit kan kalian (perokok),,,,tapi kalian merokok dekat yang ndak perokok jadinya kami juga sakit tau!!!!!!!!!!!!!

  93. 105 Zaki 27 September, 2011 pukul 12:55 am

    Banyak yang tidak sadar, lebih baik makan sawi, sama-sama hijau, tapi lebih sehat

  94. 106 syahraeni 18 November, 2011 pukul 9:54 am

    saya heran bagi orang yang suka merokok,,, mereka suka menghisap asap rokok tapi kalo asap sampah mereka pada tutup hidung,,kan sama-sama asap,,,

  95. 107 smd 1 Juli, 2012 pukul 2:53 pm

    merokok , bgi hti nurani setiap insan merokok tdk baik , :)
    iy kn ..

  96. 108 rizal 26 Juli, 2012 pukul 9:17 pm

    yg merokok itu adalah orang yg gx bsa bca udah taw dilarang merokokeh mlh truz truz san rokok smpai anak dy bawah umur jga

  97. 109 udud 6 September, 2012 pukul 12:28 pm

    membeli 1bukus rokok seharga rp5000 sama dengan menyumbang rp1000 untk petani tmbkau,rp 1000 untk pkerja rokok,rp 1000 untk dvisa negara dan rp2000 untkt pngusaha rokok. Sosial bnget ya perokok.. Ketika perokok mengisap asap dri sbatang rokok dan asap keluar dari mulutnya kemudian asap rokok tsb di hisap oleh anak kita,adik kita, ibu kita sang perokok tenang2 saza.suatu ketika sang perokok batuk kmudian di bwa kedokter ,dan dokter memvonis kanker paru2 dengan anjuran dokter suruh menghentikan kebisaan merokok . sang perokok bilang “ini takdir .hebat hebat. Lalu kemana orang2 yg sudah di beri jatah pada saat sang perokok membeli 1 bukus rokok dngan harga @bukus 5000.? Knapa yg mau peduli justru orang2 yg selama ini kita sakiti yaitu dngan kepulan asap setiap harinya?? Inikah yg di sebut manusia sehat??

  98. 110 Sugeng Ber Taskhikunniyat 10 Maret, 2013 pukul 12:54 pm

    merokok adalah bunuh diri secara perlahan…

  99. 111 elik 18 April, 2014 pukul 9:25 pm

    Saya adalah mantan perokok. Sekarang saya tidak merokok lagi karena saya sadar bahwa rokok memang tidak baik untuk kesehatan. Saya merasakan perbedaannya. Awalnya saya tidak yakin bisa menghilangkan kecanduan ini, tapi berkat kesadaran saya mampu bertahan sampai saat ini untuk tidak merokok. Kesadaran itu penting.


  1. 1 Berhenti Merokok Dalam 1 Menit!! « Ramboz’s Weblog Lacak balik pada 23 Juli, 2008 pukul 3:55 pm
  2. 2 AKU BISA BERHENTI MEROKOK ? « Ustadchandra's Blog Lacak balik pada 16 Desember, 2009 pukul 5:33 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




RSS Google News

  • Ratusan Perusahaan Rokok Kecil di Jatim Gulung Tikar - Tribunnews 22 Oktober, 2014
    TribunnewsRatusan Perusahaan Rokok Kecil di Jatim Gulung TikarTribunnews"Hanya beberapa saja perusahaan rokok kecil yang masih eksis tapi kondisinya juga sangat memprihatinkan. Sedangkan yang masih bertahan hanya berproduksi sesuai pesanan pasar," ungkap Didik Joko, pengusaha rokok Sempulur kepada Surya ...
  • Ruang Rokok di Area Puskesmas Menuai Kritik - KOMPAS.com 22 Oktober, 2014
    KOMPAS.comRuang Rokok di Area Puskesmas Menuai KritikKOMPAS.comKEFAMENANU, KOMPAS.com — Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, yang membangun sebuah pos khusus bagi para perokok di dalam area pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kecamatan Noemuti, TTU, ...and more »
  • Kebijakan Australia Ancam Ekspor Rokok Indonesia - Tribunnews 21 Oktober, 2014
    TribunnewsKebijakan Australia Ancam Ekspor Rokok IndonesiaTribunnewsTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Pemerintah Australia menerapkan kemasan polos untuk produk tembakau termasuk rokok tak berpengaruh banyak bagi ekspor rokok Indonesia. Sebab, Australia bukanlah pasar ekspor rokok potensial bagi rokok ...and more »
  • Berita Terkini: Tahun 2015 Mendatang Kemenkeu Akan Menaikan ... - PEKANBARU.co 22 Oktober, 2014
    PEKANBARU.coBerita Terkini: Tahun 2015 Mendatang Kemenkeu Akan Menaikan ...PEKANBARU.coBerita Terkini: Tahun 2015 Mendatang Kemenkeu Akan Menaikan Cukai Rokok – Belakangan ini muncul kebijakan dari Kemenkeu yang menyatakan akan menaikan Cukai Rokok di Indonesia kebijakan ini rencannya akan di realisasikan pada tahun 2015 ...Berita Terkini Hari Ini: Kemenkeu […]
  • E-Rokok, Lebih Berbahaya atau Mengurangi Perokok? - Tempo.co 20 Oktober, 2014
    Tempo.coE-Rokok, Lebih Berbahaya atau Mengurangi Perokok?Tempo.coTEMPO.CO, California - Studi ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa rokok elektronik atau e-rokok benar-benar membantu orang berhenti merokok. Namun, efeknya tak begitu besar. Malah beberapa perokok berat meragukan keampuhan e-rokok.
  • Bea Cukai Musnahkan Rokok Senilai Rp140 Juta - Fajar 21 Oktober, 2014
    FajarBea Cukai Musnahkan Rokok Senilai Rp140 JutaFajarFAJARONLINE – Sebanyak 520 batang rokok ilegal dimusnahkan dengan dibakar di kantor Pengawas dan Layanan Bea Cukai Parepare, sore tadi, Selasa 21 Oktober. Bukan hanya itu, petugas juga memusnahkan 60 botol miras yang mengandung etil ...
  • Pabrik rokok hentikan pembelian tembakau di Bojonegoro - ANTARA 21 Oktober, 2014
    ANTARAPabrik rokok hentikan pembelian tembakau di BojonegoroANTARABojonegoro (ANTARA News) - Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan sejumlah pabrik rokok menghentikan pembelian tembakau, karena panen tanaman tembakau Virginia Voor Oogst (VO) dan Jawa, yang ...
  • Bahaya asap rokok sama dengan polusi - BBCIndonesia.com 21 Oktober, 2014
    BBCIndonesia.comBahaya asap rokok sama dengan polusiBBCIndonesia.comPara peneliti menyimpulkan: "Penemuan ini merupakan dukungan terhadap upaya untuk mengurangi perokok pasif di rumah, dengan melaksanakan aturan bebas rokok di rumah dan kebijakan larangan merokok di unit tempat tinggal." Kepala penulis Dr ...and more »
  • Pedagang rokok obok-obok kemaluan anak di bawah umur di Riau - merdeka.com 22 Oktober, 2014
    Pedagang rokok obok-obok kemaluan anak di bawah umur di Riaumerdeka.comTak ayal, orang tua Fd pun melaporkan tetangganya sehari-hari bekerja sebagai pedagang rokok itu ke Polsek Tampan. Usai mendapat laporan, polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku. Kapolsek Tampan Kompol Suparman ...
  • Perda Kawasan Tanpa Rokok Belum Ditegakkan - SINDOnews.com 19 Oktober, 2014
    SINDOnews.comPerda Kawasan Tanpa Rokok Belum DitegakkanSINDOnews.comSEMARANG - Setelah disahkan pada 31 Mei 2013, Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hingga kini belum dilaksanakan. Hal ini membuat warga menganggap Pemkot Semarang tidak serius untuk menegakkan perda tersebut.

Rank

Stats

  • 377,880 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: