Miris…inilah kata yang tepat untuk berita dibawah ini. Inilah salah satu bukti bahwa buruh rokok selalu menjadi korban keserakahan kapitalis cukong-cukong pabrik rokok yang mengeruk hasil kekayaan alam Indonesia untuk memperkaya diri sendiri dan meracuni rakyat Indonesia sehingga sampai bocah 2 tahun pun ketagihan merokok. Sebuah bukti bahwa bisnis “haram” ini tidak akan pernah memperoleh manfaat sedikit pun. Komnas Perlindungan anak dan MUI harus segera menyikapi masalah ini karena menyangkut kepentingan masa depan anak bangsa dan keluarga Indonesia.
MALANG – Bangun tidur masih mencari dot susu, Maulana (2), telah terbiasa merokok layaknya orang dewasa. Kebiasaan yang kurang baik bagi anak seumurannya tersebut, sudah berlangsung mulai umur 8 bulan setelah keluar dari kandungan.

Maulana, anak dari pasangan suami istri yang telah berpisah, Suwarno dan Sulastri ini, sudah terbiasa merokok. Setiap hari minimal tiga batang rokok yang akan dihisapnya. Jenis rokok yang dihisap juga tidak sembarangan, hanya rokok kretek merek BMW yang disenanginya, selain itu, ia enggan menghisap.
Kebiasaan Maulana warga Dusun Sonosari RT 46 RW 08 Desa Kebon Agung Kecamatan Pakisaji, dijalani setiap hari mulai bangun tidur pagi hari, seusai makan dan minum susu melalui dot karet yang memang disediakan oleh ibunya, Sulastri. Setelah makan dan minum susu melalui dot, baru Maulana merokok layaknya orang dewasa.
Aktifitas merokok ini, dilakukan layaknya orang dewasa yang habis makan kurang pas apabila tidak merokok. Hanya saja, meski Sulastri, ibunya, serta neneknya, Paini, dan kakeknya sendiri, Kusyanto, tahu bahwa hal tersebut buruk bagi si anak, mereka mengaku tidak kuasa melarang kebiasaan anak tersebut.
“Kalau dilarang biasanya marah dan barang dibanting, tapi tidak sampai sakit kok. Cuma kita jatah hanya 3 batang rokok saja setiap hari,” terang neneknya, Paini (48).
Menurutnya, awal kebiasaan tersebut karena kakeknya yang membolehkan coba-coba merokok si anak. Sehingga, sampai saat ini kebiasaan tersebut tetap berlanjut. Tapi, keluarganya tetap berharap kelak saat Maulana mulai bersekolah, kebiasaan tersebut terhenti.
“Kita memang telah periksakan ke dokter kesehatannya, tapi tidak ada masalah. Kita khawatir sebelumnya dengan kebiasaan ini,” ujarnya.
Ibunya sendiri, setiap hari adalah buruh pabrik rokok Penamas yan ada di Kebon Agung juga. Saat Sindo menyambangi ke rumah Maulana, ibunya sedang tidak ada di rumah, berada di pabrik rokok Penamas.
Sementara itu, tetangga Maulana yang rumahnya terpisah oleh satu rumah, Budi Setyawan, (23), tidak pernah makan nasi mulai lahir. Setiap harinya, dia makan tempe yang sengaja dibeli ibunya untuk dikonsumsi anaknya.
Menurut tetangganya, yang kebetulan berada di rumah Budi, anak tersebut tidak pernah mau makan nasi. Hanya tempe yang mau dimakan, serta beberapa camilan lainnya. “Iya memang tidak pernah makan nasi kok,” terangnya di rumah Budi, dan Budi sendiri lebih menghindar masuk ke kamarnya. (Zia Ulhaq/Sindo/ded)
mempekerjakan ribuan tenaga buruh murah adalah cara berlindung para kapitalis pengusaha rokok.agar bisnis sampahnya terus berjalan,karena para buruh yang dibayar murah itulah yang menjadi alasannya.saya belum mengetahui adakah satu daerah yang masyarakatnya menjadi makmur dan sejahtera dari pabrik rokok.yang saya tahu masyarakat hanya menjadi buruh yang bekerja dengan bayaran rendah,dengan hasil yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. seharusnya pemerintah tak perlu takut menutup pabrik rokok, hanya karena alasan nasib para pekerjanya. TUHAN yang maha adil selalu menebar rezeki bagi siapapun yang hidup di alamNYA. kenapa..? para buruh rokok takut tak memiliki mata pencarian jika tak bekerja di pabrik rokok,buat apa kita jadi manusia yang dianugerhi akal dan pikiran untuk mencari rezeki yang lebih baik. BATASI IKLAN ROKOK YANG MEMBODOHI GENERASI BANGSA. TUTUP PABRIKNYA. BOIKOT PRODUKNYA. DUKUNG TERUS GERAKAN ANTI ROKOK.. SEMOGA TUHAN MEMBUKAKAN PINTU HATI DAN PIKIRAN PARA PEROKOK ATAS KEKUFURAN,KE EGOISAN DAN KEKELIRUANNYA SELAMA INI….Trims untuk Robani atas Solusinya
sumber : okezone




















wah kalo msh kecil aja udah kyk gt, kalo udah gede gmn ya?
masih kecil sudah dibiasakan merokok,,harusnya orang tua,lingkungan dan pemerintah melindungi hak anak
Kebetulan saya berdomisili di kota Malang.
Bocah di atas saya pikir terlalu malang… Walaupun setelah diperiksakan ke dokter tidak (baca: belum) ada masalah, tapi semakin bertambah umur pastilah akan ketahuan masalahnya… Karena sudah merokok saja sudah merupakan masalah… Betul!!!!
Kurangnya pendidikan mengenai bahaya rokok dari orang tua + rendahnya pengawasan mungkin menjadi penyebab utamanya… Padahal sudah cukup banyak kita lihat di blog ini dampak negatif merokok.. Wahai Ibu, kasihan anakmu masih kecil sudah mulai menumpuk penyakit di tubuhnya.. Ibu mana yang sanggup????
Sang ibu saya rasa harus lebih kreatif lagi dalam mengalihkan perhatiannya pada rokok. Kalau berusaha pasti bisa. Nothing is Impossible…!!! Pada awalnya pasti akan muncul banyak penolakan dan timbul perilaku yang mendorong dia untuk memberontak. Tapi lama-kelamaan dengan pengawasan dan kasih sayang serta perhatian yang seksama akan mengubah semua itu. Dalam usia seperti itu, dia relatif masih bisa dibentuk. Saya yakin ibu tersebut mampu melakukannya. Perlu dingat juga bahwa perilaku negatif anak karena ketiadaan rokok, diakibatkan oleh rokok itu sendiri yang sudah mengakibatkan dia kecanduan.. Allohuakbar..
Semoga anak itu bisa tumbuh besar menjadi anak yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, agama, bangsa dan negaranya..
Ada metode baru untuk mengurangi atau bahkan bisa berhenti rokok dengan cara Meroko pake Rokok Herbal. untuk lebih jelasnya bisa lihat di http://www.rokokherbal.com atau menghubungi saya di 0813.1132.6097 atau di 021.9223.7193 salam Iman Sulaeman RH0313
CARA SEHAT BAGI PEROKOK
Ada metode baru untuk mengurangi atau bahkan bisa berhenti rokok dengan cara Meroko pake Rokok Herbal. untuk lebih jelasnya bisa lihat di http://www.rokokherbal.com atau menghubungi saya di 0813.1132.6097 atau di 021.9223.7193 salam Iman Sulaeman RH0313
tanda-tanda akhir zaman
wAdUh gwde bs jd bahaya th anak…
Aneeh.. klo orangtuanya smpai tdk pnya kuasa menahan keinginan anak yg msh tiga thn… klo dia ngmbek or nangis, biarin aja.. toh akhirnya itu untuk kbaikan dia kedepannya…