Halaman ini sebagai media bagi masyarakat dari berbagai lapisan yang ingin memberikan testimonial seputar blog ini maupun ide agar Indonesia bebas rokok.
1. Silahkan memberi testimonial di halaman ini yang berisi data diri anda (minimal nama,usia,profesi)
2. Menyertakan alamat email (tidak akan dipublikasi untuk umum)
3. Testimonial diperkenankan baik bagi yang bukan perokok atau sudah berhenti merokok
5. Mari bersama-sama berkontribusi agar tercipta Keluarga Indonesia yang bebas dari asap rokok.
Terimakasih atas partisipasi anda, mari kita selamatkan anak-anak dan keluarga Indonesia bebas dari racun rokok yang mematikan.
Hormat saya,
Teuku Farhan Alian,S.Kom
+62816-347-701
tfarhanz@gmail.com
www.teukufarhan.com







Saya ingin menambahkan link blog anda ke blog rokok saya.
Semoga berkenan.
http://smartpeopledontsmoke.wordpress.com
blog yang benar-benar bagus………..LANJUTKAN !!1
he..he..trims…lanjutkan!
tingkat penggunaan rokok semakin memprihatinkan. Saya ingin turut serta memberi bergabung dalam komunitas bebas rokok. Mari ciptakan udara bersih, bebas asap rokok.
@mega
Trims atas partisipasi anda untuk brgabung di komunitas sederhana ini. Sebagai bentuk partisipasi anda maupun siapapun yang ingin bergabung di komunitas positif ini, cukup dengan merekomendasikan blog ini kepada perokok aktif maupun perokok pasif agar mereka memperoleh ilmu dan informasi yang benar tentang rokok. MARI WUJUDKAN INDONESIA BEBAS DARI ASAP ROKOK SEPERTI LAYAKNYA BUDAYA NEGARA-NEGARA MAJU
sip. Ikut gabung donk dalam komunitas ini. Akan lebih baik lagi kalo kita kampanyekan ke anak-anak sekolah SMP dan SMA bahkan anak SD yang sudah banyak mulai berkenalan dengan rokok. Semakin dini kita cegah, semakin baik.
Nama saya Anna, saya Farmasis atau kita sering mengenalnya dengan apoteker.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya mendukung dibentuknya Pansus RUU Pengendalian Rokok
Semoga semakin banyak orang yg peduli untuk menghilangkan kebiasaan merokok, dari jaman SMP saya sudah sadar itu. Hingga pernah protes sm ayah, gara2 rokok uang jajan saya minim. Padahal rata2 tiap bulan uang dibuang hampir 2 X lebih dari biaya listrik di rumah. thank om infonya