Posts Tagged 'dampak rokok'

Fakta Mengejutkan Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Berhenti Merokok

Pelajari apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah sejam, sehari, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun setelah Anda menghentikan kebiasaan merokok. Fakta ini mungkin dapat mengejutkan Anda.

Anda pasti tahu seberapa buruk kebiasaan merokok bagi kesehatan Anda. Dan waktu terbaik untuk berhenti? Detik ini. Hanya dalam waktu 20 menit Anda akan mulai merasakan manfaat dari tidak merokok, dan dalam waktu cukup singkat, Anda telah menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, dan kondisi berbahaya lainnya.

Penasaran berapa lama nikotin akan bertahan di tubuh Anda? Gejala apa yang akan Anda alami saat Anda berusaha berhenti merokok? Ingin tahu penyakit apa saja yang disebabkan dengan merokok? Berapa hari bebas tembakau yang akan membuat tubuh Anda memulihkan diri dan tidak lagi berada pada resiko bahaya rokok? Berikut ini adalah timeline apa yang akan terjadi pada tubuh Anda saat Anda berhenti merokok.

20 menit setelah Anda berhenti merokok. Pengaruh akibat Anda berhenti merokok akan segera diatur oleh tubuh Anda. Kurang dari 20 menit setelah rokok terakhir Anda, detak jantung Anda akan mulai menurun kembali ke tingkat normal.

2 jam setelah Anda berhenti merokok. Setelah dua jam tanpa rokok, denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami penurunan mendekati tingkat yang sehat. Sirkulasi perifel Anda juga mungkin meningkat. Perhatikan ujung jari kaki dan tangan Anda – karena mungkin akan mulai terasa hangat. Gejala penghentian nikotin biasanya dimulai sekitar dua jam setelah Anda mengisap rokok terakhir Anda. Gejala awal biasanya cenderung bersifat emosional, termasuk:

Sangat ingin merokok secara terus-menerus

Merasa cemas, tegang atau frustrasi

Mengantuk atau kesulitan tidur

Nafsu makan meningkat

Untuk melawan gejala-gejala ini, cobalah untuk mengakuinya dengan rasionalisasi dan menuliskannya. Jangan menipu diri Anda dengan merokok lagi karena hal itu justru hanya akan membuat Anda jengkel.

12 jam setelah Anda berhenti merokok. Karbon monoksida – yang dapat menjadi racun bagi tubuh pada tingkat tinggi – dilepaskan dari pembakaran tembakau dan dihirup sebagai bagian dari asap rokok. Karena karbon monoksida terikat baik dengan sel darah, kandungan tinggi dari zat ini dapat mencegah sel darah untuk mengikat oksigen, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah jantung yang serius. Hanya dalam waktu 12 jam setelah berhenti merokok, karbon monoksida dalam tubuh Anda akan menurun ke tingkat normal, dan kadar oksigen dalam darah Anda akan meningkat sampai tingkat normal.

24 jam setelah Anda berhenti merokok. Rata-rata serangan jantung di kalangan perokok 70%lebih tinggi daripada yang tidak merokok. Namun, percaya atau tidak, hanya sehari penuh setelah Anda berhenti merokok, resiko serangan jantgung Anda sudah mulai menurun. Meskipun Anda belum sepenuhnya bebas, namun Anda sudah berada di jalan yang benar.

48 jam setelah Anda berhenti merokok. Merokok mungkin tidak mengancam nyawa, namun indra yang mati – terutama indra penciuman dan perasa – merupakan salah satu konsekuensi yang jelas dari rokok. Untungnya, setelah 48 jam tanpa rokok, ujung saraf Anda akan mulai tumbuh kembali, dan kemampuan Anda untuk mencium dan merasa akan meningkat. Hanya sedikit waktu lagi, Anda akan kembali menghargai hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.

72 jam setelah Anda berhenti merokok. Pada titik ini, nikotin akan benar-benar keluar dari tubuh Anda. Sayangnya, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan mencapai puncaknya di sekitar waktu ini. Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, atau kram di samping gejala emosional yang telah disebutkan sebelumnya. Untungnya, gejala fisik ini akan berlalu dengan cepat.

Untuk melawan gejala mental, pertimbangkan untuk menghargai diri Anda yang tidak lagi merokok: gunakan uang yang biasanya Anda habiskan untuk membeli rokok dengan menghabiskan makan malam di restoran yang bagus.

2 sampai 3 minggu setelah Anda berhenti merokok. Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai benar-benar merasa berbeda. Anda pada akhirnya bisa berolahraga dan melakukan aktivitas fisik tanpa merasa kehabisan nafas dan sakit. Hal ini disebabkan sejumlah proses regeneratif yang mulai terjadi dalam tubuh Anda; sirkulasi tubuh Anda akan meningkat, dan fungsi paru-paru Anda juga akan meningkat secara signifikan. Setelah dua atau tiga minggu tanpa rokok, paru-paru Anda akan mulai terasa lega, dan Anda akan mulai bernafas dengan lebih mudah.

Bagi kebanyakan perokok, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan hilang dua minggu setelah berhenti merokok.

1 sampai 9 bulan setelah Anda berhenti merokok. Sekitar sebulan setelah Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan mulai beregenerasi. Di dalam paru-paru, silia – rambut halus – seperti organel yang mendorong lendir keluar – mulai memperbaiki diri dan kembali berfungsi dengan baik. Dengan silia yang kembali dapat berfungsi dengan baik, akan menolong mengurangi resiko Anda terkena infeksi. Dengan paru-paru yang berfungsi sebagaimana mestinya, batuk dan sesak nafas yang Anda alami akan terus menurun secara dramatis.

Bahkan untuk para perokok berat, gejala yang timbul akibat berhenti merokok tidak akan lagi terasa beberapa bulan setelah berhenti dari merokok.

1 tahun setelah Anda berhenti merokok. Menandai satu tahun berhentinya Anda dari kebiasaan merokok merupakan hal yang besar. Setelah setahun tanpa rokok, resiko Anda terkena serangan jantung akan menurun sampai 50% dibandingkan ketika Anda masih merokok. Cara lain untuk melihat pada kemajuan ini adalah seorang perokok dua kali lebih mungkin dibandingkan Anda untuk menderita semua jenis penyakit jantung.

5 tahun setelah Anda berhenti merokok. Sejumlah zat dilepaskan dalam proses pembakaran tembakau – karbon monoksida merupakan salah satu di antaranya – akan menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit, yang meningkatkan resiko Anda mengalami stroke. Setelah 5-15 tahun bebas dari rokok, resiko Anda untuk memgalami stroke sama dengan mereka yang bukan perokok.

10 tahun setelah Anda berhenti merokok. Para perokok memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk daftar menakutkan dari penyakit kanker, dengan kanker paru-paru menjadi yang paling umum dan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90% kematian akibat penyakit paru-paru di seluruh dunia. Hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika Anda berhenti, resiko kematian akibat kanker paru-partu akan turun 50% dibandingkan mereka yang merokok. 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, resiko Anda dari kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun.

15 tahun setelah Anda berhenti merokok. 15 tahun tanpa merokok akan membawa resiko penyakt jantung kembali ke tingkat yang sama dengan mereka yang memang bukan perokok. Anda tidak akan lagi berada pada posisi yang lebih tinggi dari normal untuk berbagai kondisi seperti serangan jantung, penyakit koroner, arhitmia, angina, infeksi jantung maupun kondisi yang mempengaruhi irama detak jantung Anda.

Manfaat jangka panjang dari menghentikan kebiasaan merokok sangatlah fantastis. Menurut Asosiasi Jantung Amerika, mereka yang tidak merokok rata-rata hidup 14 tahun lebih lama dibandingkan para perokok. Berhenti hari ini, dan Anda akan memperpanjang rentang hidup Anda dan menghidupi tahun-tahun ekstra dengan sistem kardiovaskular yang dapat berfungsi, saat Anda aktif dan merasa luar biasa.

Apakah Anda siap berhenti? Berhenti memang tidak mudah, namun hal itu sangat layak untuk diperjuangkan, dan ada sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda berhenti hari ini. Apakah Anda siap untuk menikmati manfaat dari hidup bebas asap rokok?

Source : healthline.com

Fakta : Rokok Mengandung Babi !!!

Sydney – Kabar mengejutkan datang dari penelitian tentang rokok. Ternyata, filter rokok mengandung hemoglobin atau protein darah babi! Benarkah?

Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok.

Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman.

Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan.

“Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami,” kata Chapman seperti dilansir News.com, Kamis (1/4/2010).

Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut.

“Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat serius, dan juga para vegetarian,” pungkas Chapman.

Tak ayal temuan ini menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para agamawan Yahudi di berbagai negara.

Menurut kedua peneliti, riset itu merupakan bagian dari rahasia bisnis dan dagang. Hal itu, kata meraka, dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian umat Islam dan Yahudi yang mengharamkan babi.

Sementara ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengetahui berita tersebut. Namun jika penelitian itu benar, maka MUI tidak segan-segan untuk memutuskan fatwa haram. MUI juga akan meminta BP POM untuk melakukan penelitian atas temuan itu.

Sebelumnya, persoalan hukum merokok sempat menjadi polemik. Terutama, setelah Muhammadiyah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan merokok. Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang warganya merokok di tempat umum. Meski demikian, minat orang untuk merokok tetap tinggi.

So, Jangan heran dengan banyaknya moral masyarakat yang rusak, ada benarnya kan kata pepatah, karakter seseorang itu sesuai dengan apa yang masuk ke perutnya. Jika baik yang masuk ke perutnya maka baiklah dia, jika buruk yang masuk ke perutnya buruklah dia.

Baca juga :

Rokok Mengandung Protein Babi

Awas! Beredar Rokok Mengandung Babi

Darah Babi di Rokok

Kena Asap Rokok Saat Hamil Bikin Bayi Mati Mendadak

London, Ibu yang merokok atau sering terkena paparan asap rokok selama hamil bisa menyebabkan tekanan darah bayinya menjadi abnormal. Tekanan darah abnormal menjadi penyebab kematian bayi mendadak.
Tim peneliti dari Sweden’s Karolinksa Institute menemukan paparan asap rokok selama hamil bisa menyebabkan tekanan darah bayi menjadi abnormal bahkan hingga anak tersebut dewasa nanti.

Tekanan darah yang abnormal membuat jantung harus memompa lebih cepat dan lebih keras. Studi menunjukkan kerusakan pada sirkulasi ini dapat menjadi faktor risiko pada sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Dr Gary Cohen dan tim menganalisis 36 bayi yang baru lahir, 17 diantaranya lahir dari ibu yang merokok selama hamil. Saat bayi yang sering terpapar asap rokok tersebut diperiksa, menunjukkan adanya ketidaknormalan pada denyut jantung dan tekanan darahnya. Keadaan ini semakin memburuk sepanjang tahun pertama kehidupannya.
Lanjutkan membaca ‘Kena Asap Rokok Saat Hamil Bikin Bayi Mati Mendadak’

Rokok dan Individualisme


A student holds a placard during an anti-tobacco awareness campaign on the eve of World No Tobacco Day in Mumbai May 30, 2008. World No Tobacco Day will be observed globally on May 31, 2008. Photo By Reuter-Daylife.com

Oleh : Teuku Farhan Alian, S.Kom

Rokok tidak hanya berdampak kepada kesehatan perokok dan orang-orang disekeliling perokok yang bukan perokok yang terkadang harus “rela” menjadi “perokok” (red.perokok pasif) karena sikap individualis yang dipamerkan sebagian perokok, namun lebih luas lagi, rokok telah merubah pola pikir dan mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang individualis. Tengok saja, ketika anda menggunakan transportasi umum, mengunjungi warung kopi, swalayan dan hampir semua tempat umum tidak luput dari asap rokok yang bergentayangan mencari mangsa. Ini membuktikan, sikap Individualis atau lebih mementingkan kepuasan pribadi tanpa menghiraukan dampaknya terhadap orang lain telah tertanam di dalam karakter pribadi seorang perokok. Dalam data-data statistik kesehatan, anda akan temukan bahwa mayoritas perokok berasal dari kalangan miskin dan menengah ke bawah,
Lanjutkan membaca ‘Rokok dan Individualisme’


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




RSS Google News

  • Pengusaha: Kenaikan Cukai Rokok Bisa Berdampak PHK Pekerja - KOMPAS.com 23 Oktober, 2014
    KOMPAS.comPengusaha: Kenaikan Cukai Rokok Bisa Berdampak PHK PekerjaKOMPAS.comJAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) menilai kenaikan tarif cukai rokok pada 2015 sebesar 8,72 persen tidak realistis. Para pengusaha rokok itu menyatakan, kenaikan sebesar itu tidak melihat situasi pasar dan ...Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Te […]
  • Perusahaan Rokok Camel Larang Pekerjanya Merokok - Liputan6.com 23 Oktober, 2014
    Liputan6.comPerusahaan Rokok Camel Larang Pekerjanya MerokokLiputan6.comLiputan6.com, Jakarta Salah satu produsen rokok terkemuka di Amerika, Camel yang diproduksi oleh R.J Reynolds Tobacco Company melarang karyawannya merokok di kantor. Isu ini tentu saja menarik perhatian dunia mengingat perusahaan tersebut ...
  • Ratusan Perusahaan Rokok Kecil di Jatim Gulung Tikar - Tribunnews 22 Oktober, 2014
    TribunnewsRatusan Perusahaan Rokok Kecil di Jatim Gulung TikarTribunnews"Hanya beberapa saja perusahaan rokok kecil yang masih eksis tapi kondisinya juga sangat memprihatinkan. Sedangkan yang masih bertahan hanya berproduksi sesuai pesanan pasar," ungkap Didik Joko, pengusaha rokok Sempulur kepada Surya ...
  • Ini Dia Dampak Rokok Bagi Ibu dan Anak Versi Bupati Kulonprogo - Detikcom 23 Oktober, 2014
    DetikcomIni Dia Dampak Rokok Bagi Ibu dan Anak Versi Bupati KulonprogoDetikcomYogyakarta - Karena sudah kecanduan, para perokok tak ambil pusing bila ada yang terganggu dengan aktivitasnya. Apalagi menurut Ketua Aliansi Bupati dan Walikota yang menerapkan KTR, dr Hasto Wardoyo, SpOG(K), dampak terburuk dari rokok tidak ...
  • Bea Cukai Madiun Cabut Izin Dua Perusahaan Rokok - Tribunnews 22 Oktober, 2014
    TribunnewsBea Cukai Madiun Cabut Izin Dua Perusahaan RokokTribunnewsSementara kata Yugianto berdasarkan aturannya, perusahaan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan I (besar) dengan batasan produksi 2 miliar batang ke atas, golongan II (menengah) 500 juta sampai 1 miliar batang serta golongan III (kecil) 0-500 ...Bea Cukai Musnahkan Rokok Senilai Rp140 J […]
  • Tingkatkan Jumlah Penabung, Bank Mandiri Ingin Tiru Penjual Rokok - Liputan6.com 23 Oktober, 2014
    Liputan6.comTingkatkan Jumlah Penabung, Bank Mandiri Ingin Tiru Penjual RokokLiputan6.com"Kantor bank di Indonesia hanya 30 ribuan kantor cabang, sementara Gudang Garam atau produsen rokok lainnya itu paling tidak mereka punya agen penjual rokok sekitar 300 ribuan. Kami akan lakukan seperti mereka lewat branchless banking," kata ...Jumlah Pemilik R […]
  • Ruang Rokok di Area Puskesmas Menuai Kritik - KOMPAS.com 22 Oktober, 2014
    KOMPAS.comRuang Rokok di Area Puskesmas Menuai KritikKOMPAS.comKEFAMENANU, KOMPAS.com — Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, yang membangun sebuah pos khusus bagi para perokok di dalam area pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kecamatan Noemuti, TTU, ...and more »
  • Tak Jual Rokok, Omzet Gerai Meningkat - Pikiran Rakyat 22 Oktober, 2014
    Tak Jual Rokok, Omzet Gerai MeningkatPikiran RakyatSeorang pebisnis yang tak mengikuti tren menjual rokok adalah Noor Liesnani Pamela, pengusaha retail dengan bendera Swalayan Pamela di Yogyakarta. Pengelola tujuh swalayan tersebut menerapkan aturan semua gerai tidak menjual rokok dan ...
  • Kebijakan Australia Ancam Ekspor Rokok Indonesia - Tribunnews 21 Oktober, 2014
    TribunnewsKebijakan Australia Ancam Ekspor Rokok IndonesiaTribunnewsTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Pemerintah Australia menerapkan kemasan polos untuk produk tembakau termasuk rokok tak berpengaruh banyak bagi ekspor rokok Indonesia. Sebab, Australia bukanlah pasar ekspor rokok potensial bagi rokok ...
  • E-Rokok, Lebih Berbahaya atau Mengurangi Perokok? - Tempo.co 20 Oktober, 2014
    Tempo.coE-Rokok, Lebih Berbahaya atau Mengurangi Perokok?Tempo.coTEMPO.CO, California - Studi ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa rokok elektronik atau e-rokok benar-benar membantu orang berhenti merokok. Namun, efeknya tak begitu besar. Malah beberapa perokok berat meragukan keampuhan e-rokok.

Rank

Stats

  • 378,038 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.