Bom Waktu Ketimpangan Ekonomi by @Kartolo2000

Eric Garner, seorang kulit hitam, mati di tangan polisi gara2 menyelundupkan rokok. Sebelumnya, juri di pengadilan menyatakan polisi tdk bersalah dlm kasus kematian Brown, kulit hitam juga, krn bersik ap agresif thd polisi. Kejadian itu menyulut kerusuhan rasial yg merebak di banyak kota2 penting di AS.

Seorang senator AS berpendapat pajak atas rokok lah yg menjadi biang keladi penyebab kematian Garner yg memicu kerusuhan rasial. Mgkn dia benar, tapi mengatakan ini justru menafikan atau justru upaya menutup2i penyebab utama yg melatarbelakangi kematian Garner sebenarnya, yaitu penggunaan excessive force oleh polisi NYC. Mengatakan pajak rokok sbg biang keladi kematian Garner, itu sama dgn mengatakan aturan pelarangan peredaran narkoba di AS sbg penyebab matinya gembong2 narkoba di Mexico atau di AmSel. Korban meninggal akibat rokok dan narkoba jauh lbh besar. Argumen ini terlampau dipaksakan, membingungkan dan ngawur.

Ketimpangan pendapatan – yg menjadi momok di hampir semua negara – di kalangan rakyat AS adalah bibit dari ketimpangan sosial. Krisis keuangan 2008, yg disebabkan oleh ketamakan bankir Wall Street, melahirkan warga miskin baru. Bailout pemerintah AS kpd pengusaha2 tamak tsb justru malah menggendutkan kantong mrk melalui pembagian bonus. Ya, bagi2 bonus dgn uang bailout. Gila. Sementara itu masyarakat kulit hitam dan kulit berwarna lainnya pada umumnya masih banyak yg miskin, tdk punya pekerjaan tetap, dan menggantungkan diri pada penerimaan jaminan sosial. Mereka menyaksikan demo ketamakan Wallstreet, menyaksikan warga kaya semakin kaya, smtr mrk semakin tambah miskin. Ketimpangan ini menyebabkan kecemburuan sosial yg terpendam thd kalangan kulit putih. Pemerintah Obama lemah krn DPR dikuasai oleh Republik. Penetapan anggaran sempat kisruh shg pemrth AS melakukan shutdown. Byk kantor2 pmrth yg melakukan pengurangan jam kerja dan pegawai. Jadi bibitnya sudah tersemai, sekam dan bensinnya sudah tersedia. Kasus Garner hanyalah pemantik belaka.

Hashtag #CrimingWhileWhite yg populer pasca keputusan pengadilan sbnrnya adalah bentuk ‘protes’ warga kulit putih, tapi malah kontra produktif krn dinilai kurang empatik. Sebaliknya munculnya hashtag #AliveWhileBlack justru mengungkap borok ketidakadilan yg dialami oleh warga kulit hitam akibat perilaku curiga dan paranoid yg berlebihan dari aparat polisi, yg kebetulan kebanyakan jg warga kulit putih. Dan yg mengejutkan, banyak dari mrk adlh anggota KKK.

Jauh sebelum itu semua, peran media terutama film2 produksi Hollywood juga ikut membangun citra yg kurang baik thd warga kulit hitam (stereotyping), sbgmn dikultuitkan di bawah. Film2 itu menanamkan kesadaran semu ttg bgmn kulit putih lbh unggul drpd kulit berwarna (white supremacy).

Kerusuhan rasial hanyalah sebuah ‘saluran yg tersedia’ akibat adanya ketimpangan dan tidak meratanya pertumbuhan ekonomi yg berkepanjangan. Rokok memiskinkan dan membuat rakyat RI tidak kompetitif, tidak produktif, dan tif-tif lainnya. Ketimpangan juga menganga di industru tembakau, khususnya terkait upah buruh linting dan petani, yg diupah rendah akibat tak kuasa melawan tata niaga tembakau warisan kolonial dan tak mampu melawan kekuasaan industri rokok yg menggurita dimana2 dgn kekuatan kapitalnya itu, menjerat parlemen dan birokrasi. Persaingan bisnis rokok jg mendorong pencitraan nasionalisme palsu, spt jargon yg sering dihembuskan oleh industri kretek, rokok putih vs rokok kretek. Jargon itu adalah upaya menutupi fakta ketimpangan struktural antara kapitalis rokok yg kaya raya vs buruh/petani yg melarat. Pergeseran selera menjd pembenaran dilakukannya PHK dan mekanisasi.

Semua hal di atas bertujuan utk memaksimalkan profit dgn cara menebar racun dan penyakit kpd rakyat kecil. Mereka kulit putihnya, kita negronya. So, jangan sampai bangsa ini menumpuk sekam dan menyiramnya dgn bensin. Karena pemantik apinya tersedia di mana2. Apakah pemerintah Jokowi menyadari potensi bom waktu ini? Semoga saja, krn jika tidak, harga yg harus kita bayar akan menjadi sangat mahal.

http://chirpstory.com/li/243327 via @chirpstory

Fakta Mengguritanya Lobi Kapitalis Rokok

Rp.300 Trilyun pertahun hangus jadi debu. Bagaimana dengan pajaknya? pajak dari sumber yang buruk akan berdampak buruk, lihat apa yang berubah dari pajak rokok ini, apakah petani semakin sejahtera? apakah indonesia makin “hebat”?, ga. Yang ada makin kualat gara-gara hobi makan dari penjahat-penjahat di industri racun ini.

Mari kita simak fakta kebijakan dungu para pemimpin yang membela para cukong industri racun rokok.

Meningkatnya impor tembakau dari Cina, semakin sering dan banyaknya buruh linting yang di-PHK, dan tata-niaga tembakau yang tidak berubah sejak jaman kolonial membuat kapitalis tembakau global bersuka -cita merelokasi usahanya di Indonesia dengan cara mengakuisisi pabrik rokok lokal. Pertanian tembakau semakin lama semakin berkurang, baik dari segi luas lahan maupun pekerjanya, krn industri rokok lebih memilih tembakau impor dari Cina.

Cina mengalami oversupply tembakau krn sejak negeri itu bergabung dgn WTO, pasar rokok Cina yang tadinya dimonopoli oleh pemerintah, menjadi terbuka dan banyak masyarakat dan anak muda Cina yang gandrung dgn rokok impor, spt Marlboro, Camel, dll. Harga rokok lokal pun jatuh sehingga stok tembakau mengalami kelebihan sampai 350.000 ton. Dikemanakan kelebihan ini? Yang paling enak ya dilempar ke Indonesia dgn harga yang relatif lebih murah, krn penduduk Indonesia gemar merokok.

Tembakau impor inilah yg kemudian masuk ke Indonesia dgn dibukanya kran impor tembakau, akibat kolusi pejabat2 dgn kapitalis2 rokok dalam negeri dgn alasan kebutuhan tembakau dalam negeri kurang atau kualitas tembakau dalam negeri kurang baik. Petani semakin mengalami kesulitan menjual tembakaunya ke pabrik, atau dihargai rendah, dll.

Tata niaga jaman Belanda di era Tanam Paksa membuat petani memiliki ketergantungan kpd penguasa yang menjamin akan membeli semua tembakaunya. Ketika terjadi ‘liberalisasi’ pertama kali pd abad 18, petani tidak siap mandiri, sehingga posisi pemerintah kolonial diambil alih oleh kalangan partikelir. Jadilah kalangan swasta itu yang menjamin akan membeli tembakau petani, sehingga petani kembali mengalami ketergantungan kpd ndoro pabrik swasta tadi. Pergeseran ‘ndoro’ dari kolonial ke swasta pribumi/non-pribumi itu semakin sempurna dgn politik Belanda yg mengistimewakan non-pribumi, sehingga petani pada akhirnya tetap berada pada posisi penanggung segala resiko pembudidayaan tanaman tembakau, sampai sekarang.

Begitulah nasib petani tembakau Indonesia. Penderitaannya hanya dijadikan etalase industri rokok yang diam2 semakin meningkatkan impor tembakaunya dari tahun ke tahun. Nasib petani tembakau di North Carolina, AS pun mirip ketika big tobacco industry lebih memilih memperbanyak impor tembakau dari luar negeri. Kenapa tembakau impor? Cina dgn jumlah penduduk dan tanah dataran yang luas bisa memproduksi tembakau secara massal dan murah. Harga murah ini menggoda industri tembakau dari luar Cina, termasuk Indonesia, untuk bisa menekan biaya bahan baku.

Jadi, gak usah bawa2 Tuhan pun, petani tembakau Indonesia bakal tergilas dan tergusur oleh perilaku kapitalis2 rokok yang bertuhan uang. Dgn tuhan uangnya pula mereka membeli politisi, pejabat daerah maupun pusat, akademisi, lawyer, aparat keamanan, dll untuk mendukung setiap langkahnya menumpuk uang/laba, tanpa mempedulikan nasib petani dan apalagi buruh.

Dibuat komunitas2 pembela rokok dan kegiatan2 CSR abal2 itu cuma sekedar taktik pengalihan isyu saja agar masyarakat dan media tidak menyoroti masalah2 laten yang selalu ditutup2i oleh industri rokok. Masalah itu adalah tata niaga tembakau yang tidak adil dan oligopolistik, upah buruh murah, struktur pendapatan yang timpang, pelanggaran hak2 buruh, pengabaian petani dan resikonya, dll. Semua itu ditujukan untuk pengelabuhan dan pengendalian media terhadap kotornya cara berbisnis industri rokok. Cara ini bukan hanya monopoli industri rokok asing, yg lokal pun juga sama.

Intinya mereka tidak menghendaki pengendalian. Maunya bebas! Bebas, pathakmu! Korban ketagihan rokok sekarang sudah merambah ke balita, bahkan badubu alias bawah duabelas bulan. Orang miskin pun sampai2 lebih memilih rokok daripada beli susu, lauk pauk bergizi buat keluarganya. Akibatnya, prevalensi bayi kontet (stunting) di kalangan orang miskin semakin tinggi. Hampir 90% perokok di Indonesia mulai merokok di usia kurang dari 14 tahun. Belum lagi korban meninggal akibat rokok. Bukan hanya perokok tapi juga orang sekitarnya, perokok pasif.

Inilah ancaman yang nyata bagi daya tahan bangsa. Industri rokok ini sudah dapat dikategorikan sbg memproduksi produk yang melemahkan dan meracuni anak bangsa. Ini subversif, Jo! Bukan larangan iklan rokok yang musti dioprak-oprak, Jo, tapi rokoknya itu sendiri yang musti dikendalikan dan dioprak-oprak.

//

Selengkapnya : http://chirpstory.com/li/262022

Rokok; Konspirasi Picik dan Kejam Ala Yahudi

kandungan_rokok

YAHUDI adalah bangsa yang picik lagi jahat. Di tengah Yahudi menjadi aktor produsen asap mematikan itu, namun di saat itu pula mereka mengutuk penggunaan (bahkan melarangnya) di negeri mereka sendiri.

Perlu dicatat, Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel. Saat ini jumlah perokok di seluruh dunia mencapai angka 1,15 milyar orang, jika 400 juta diantaranya adalah perokok Muslim, berarti umat muslim menyumbang 35% dari jumlah perokok dunia. Laba yang diraih oleh produsen rokok bermerek Marlboro, Merit, Benson, L&M itu setiap bungkusnya pun mencapai 10%.

DR. Stephen Carr Leon yang pernah meneliti tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi. Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa NIKOTIN akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya.

Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh”atau“dungu”. Jadi sekali lagi, jika penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi. Ironis sekali. Siapakah yang kemudian menjadi konsumen asap-asap rokok buatan Negara Zionis itu? Anda, teman anda, orangtua anda, atau anak kita? Hanya kita yang bisa menjawab.

Dan sebatang rokok mengandung 4.000 zat/bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, diantaranya:

aceton, zat penghapus cat
hydrogen cianide, racun untuk hukuman mati
methanol, bahan bakar roket
ammonia, dimethrilnitrosamine, pembersih lantai
nepthalene, kapur barus
toluene, pelarut industri
polonium, bahan bakar korek api
arsenic, racun mematikan serangga
cadmium, bahan aki mobil
carbon monoxide dan bhutane, gas beracun dari knalpot

Inilah yang menjadi Agenda tersembunyi dari Kaum Zionis, masyarakat Non Yahudi di biarkan merokok dengan sepuas-puasnya, sedangkan mereka sebagai produsen rokok tidak memakainya, karena selain mereka tahu bahwa di dalamnya terdapat zat yang merusak sel-sel otak atau kebodohan , selain itu untuk merusak generasi non Yahudi.

Berdasarkan terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan Dr, Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi dengan meningkatkan konsumsi gizi serta larangan merokok, sedangkan upaya mengkerdilkan bangsa non Yahudi, makanan-makanan perusak termasuk di dalamnya rokok sengaja diciptakan.
Di Indonesia, fenomenanya lebih sadis lagi. Rokok bukan saja lekat kepada lelaki dewasa, namun wanita, remaja, hingga ulama. Masih ingat dalam benak awak media, ucapan KH. Kholil Ridwan dalam deklarasi MIUMI baru-baru ini. Beliau mengatakan ada dua jenis ulama di Indonesia, ulama yang tidak merokok dan ulama yang merokok. Bahkan untuk menentukan fatwa haram rokok di Indonesia masih terjadi silang sengketa.

Dengan mempertahankan ‘cultur” atau “habbit” merokok, apakah memang kita ingin melahirkan generasi “Bodoh” dan “Dungu” kelak? Atau sadarkah kita bahwa kita sedang terperangkap dalam grand design Pembodohan dan Pedunguan dengan mendewa-dewakan rokok tersebut? Semoga kita semakin sadar bahwa generasi kita kelak dalam ancaman rusaknya moral karena kebodohan dan kedunguan yang sedang diciptakan. [islampos/Ghozi Faiz]

sumber : islampos.com

Philip Morris, Yahudi di Balik Perusahaan Rokok Dunia

DALAM industri rokok, nama Philip Morris mungkin asing, khususnya di Indonesia. Tapi, Morris, dengan perusahaan rokoknya, menguasai dunia hingga ke pelosok-pelosok pengap sekalipun.

Philip Morris baru bertukar nama menjadi Altria Group pada 2003. Altria berarti ‘tinggi’ yang maksudnya berasal dari bahasa Latin. Pusat operasi perusahaan produsen rokok utama dunia ini ialah di Henrico County, Virginia, Amerika. Bermula sebagai kedai tembakau pada 1847 di Bond Street, London, kini Philip Morris menjadi perusahaan nomor satu bagi produsen makanan, penjual keju dan perusahaan rokok di Amerika.

Ia juga menjadi perusahaan makanan kedua terbesar di dunia dan ketiga dalam bisnis permen.

Siapa Philip Morris?

Philip Morris adalah seorang pengusaha Yahudi, perusahaan tembakau itu berkembang sebagai sebuah perusahaan ketiga paling menguntungkan dalam bisnis di dunia. Pada akhir tahun 2007, ia mencatatkan pendapatan sebanyak US$8.9 miliyar dengan mengeluarkan 850 juta batang rokok di seluruh dunia.

Lanjutkan membaca ‘Philip Morris, Yahudi di Balik Perusahaan Rokok Dunia’

Inspirasi dari Mantan Perokok

Dalam blog ini kami menemukan komentar-komentar inspiratif dari mantan pecandu rokok dan terbukti berhasil berhenti dari kebiasaan tidak sehatnya. Bagi teman-teman yang sedang berusaha berhenti merokok, yakinlah, you’re not alone….:)

Alhamdulillah, keajaiban datang kepada saya. Suatu hari saya bertemu dengan seseorang yang tidak saya kenal samasekali sebelumnya. Beliau mengatakan kepada saya. “Dengan tidak merokok berarti anda telah menysukuri nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada anda. Alloh menciptakan anda dengan segala kebesarannya. Paru-paru yang sehat sebgai bekal bernafas kita didunia. Dengan tidak merokok berarti anda tidak dzholim kepada diri anda sendiri dan Sang Maha Pencipta. Jantung yang sehat diciptakan-Nya untuk anda dan anda jangan kotori dengan asap rokok sehingga menjadikannya sakit. Sejak mendengar nasihat nya itu sampai sekarang hampir 3 bulan sudah saya tidak mengenal lagi rokok. Bahkan sudah lupa bagaimana rasa menghisap nikotin itu seperti apa. Alhamdulillah. Terimakasih wahai orang asing yang sudah memberikan nasihat tersebut. Alohummagfirlahu,,,amiinn (OPIK)

 

Saya perokok berat bro, 3 bks atau 60 btg/hari dan itu di mulai dari tahun 1989 sampai 2013, terlalu banyak efek nigatif yang saya dapatkan selama saya jadi perokok, untuk itu saya nekat untuk berhenti merokok, namun ternyata niat stop smoking tak semudah membalik telapak tangan, berulang2 kali saya coba dengan berbagaimacam cara, termasuk googling alias cari referensi dari internet, namun selalu gagal, sampai pada suatu saat saya pikir hanya satu cara stop smoking yaitu niat yang kuat, saya bener2 nyumpahin rokok, dalam hati hanya ada kata stop smoking, guess what? 2 minggu pertama rasanya kayak orang serba salah, brdiri salah duduk salah, makan salah tidur salah, dan mau marah terus, namun setelah 2 minggu saya sudah terbiasa tanpa asap rokok, walaupun hasrat ingin merokok masih ada, setelah satu bulan saya sudah hampir melupakan rokok…kini nafasku terasa segar tanpa asap rokok…kini aku masuk bulan ke 2 tanpa asap rokok, doa kan saya berhasil meninggalkan rokok yang sudah 24 tahun ku isap…..goodbye my old fuxxxx friend. (awie)

 

Sumber : https://bebasrokok.wordpress.com/2011/03/27/fakta-mengejutkan-yang-terjadi-pada-tubuh-setelah-berhenti-merokok/#comment-1137

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK

muslihat-kapitalis-globa1oleh @kartolo2000
Nasionalisme sudah mati? Mungkin di era globalisasi seperti sekarang ini, nasionalisme dipercaya sudah semakin memudar. Tapi ternyata tidak. Nasionalisme itu masih ada dan hidup. Jika dulu nasionalisme dipahami sbg aliran yang mengedepankan pembelaan terhadap kepentingan bangsa/rakyat, saat ini aliran itu mengalami metamorfosa dan terkesan jauh lebih pragmatis. Entah apa bentuknya, tapi baju yg diklaim adalah nasionalisme, walaupun dalam prakteknya tidak lagi jelas siapa yg dibela: pemodal atau rakyat? Karena jika benar membela rakyat, kenapa dgn cara menyakiti rakyat lainnya? Apakah nasionalisme itu adalah membela kepentingan segelintir orang dgn mengorbankan kepentingan orang yg lebih banyak? Jika segelintir orang itu adalah rakyat kecil, mungkin masih bisa diterima. Lha tapi yg dibela ternyata segelintir orang elit penguasa (pemodal-pengusaha, elit politisi, birokrat)?

tipuan-bloombregSilakan baca dan mari kita renungkan bersama.

Tobacco Companies Use Corporate Social Responsibility Programmes To Gain Access To Politicians http://t.co/geBvuwFa8R via @mnt_smoking

Smoking is the biggest cause of preventable death in the world

New York State Proposes To Raise The Smoking Age to 21 http://t.co/WFnrVoTbh8 via @mnt_smoking

selengkapnya klik disini

 

 

[Polling] CSR Industri Rokok Masuk Kampus


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




RSS Google News

  • Sumedang Kehilangan Ratusan Juta dari Pajak Iklan Rokok - Tribun Jabar 24 April, 2015
    Tribun JabarSumedang Kehilangan Ratusan Juta dari Pajak Iklan RokokTribun JabarSUMEDANG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Sumedang harus kehilangan pendapatan Rp 500 juta lebih dari sektor iklan rokok di media luar ruang. Hilangnya sektor pendapatan dari pajak reklame rokok itu menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 109 ...
  • Pemerintah naikkan cukai rokok, DPRD Jatim ajak warga demo ke ... - LensaIndonesia.com 24 April, 2015
    SuryaPemerintah naikkan cukai rokok, DPRD Jatim ajak warga demo ke ...LensaIndonesia.comLENSAINDONESIA.COM: Pemerintah memastikan akan kembali menaikkan tarif cukai rokok dari 8 persen menjadi 10 persen pada tahun 2015 ini. Diperkirakan kenaikan akan mulai diberlakukan per Juli mendatang. Padahal mulai awal Januari 2015, tarif ...Tolak Cukai Rokok Naik, Angg […]
  • Lagi, Rokok Bercukai Palsu Diamankan - Radar Pekalongan Online 25 April, 2015
    Radar Pekalongan OnlineLagi, Rokok Bercukai Palsu DiamankanRadar Pekalongan OnlineBATANG- Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang kembali menggelar operasi lidik terhadap persebaran produk rokok yang tak dilekati pita cukai atau berpita cukai palsu. Hasilnya, puluhan produk rokok tersebut berhasil diamankan ...
  • Penyakit Mematikan Akibat Sering Isap Rokok Elektrik - Okezone 23 April, 2015
    OkezonePenyakit Mematikan Akibat Sering Isap Rokok ElektrikOkezoneSIAPA tak kenal dengan rokok elektrik alias vaper. Sayangnya, banyak fakta telah mengungkap bahwa setiap hisapan rokok elektrik tersebut, mengandung zat berbahaya yang menyebabkan penyakit mematikan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini tiga ...dan lainnya »
  • Jalan Panjang Tanpa Asap di Kawasan Tanpa Rokok... - KOMPAS.com 24 April, 2015
    KOMPAS.comJalan Panjang Tanpa Asap di Kawasan Tanpa Rokok...KOMPAS.comSebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Usma Polita mengaku akan menindak para perokok yang merokok di tujuh kawasan tanpa rokok. Sanksi akan diberikan secara bertahap. Pertama, teguran hingga tiga kali. Lalu jika teguran tidak mempan ...
  • Pemerintah Akan Larang Impor Rokok Elektronik - KOMPAS.com 20 April, 2015
    KOMPAS.comPemerintah Akan Larang Impor Rokok ElektronikKOMPAS.comJAKARTA, KOMPAS.com — Impor rokok elektronik akan segera dilarang. Kebijakan tersebut akan tertuang dalam peraturan presiden (perpres) tentang peredaran barang yang dilarang, diawasi perdagangannya, atau diatur tata niaganya, yang saat ini ...Impor Rokok Elektrik Segera DisetopSoloposPemerintah […]
  • "Petral ini Ibarat Orang Tua Suruh Anaknya Beli Rokok" - Republika Online 24 April, 2015
    Republika Online"Petral ini Ibarat Orang Tua Suruh Anaknya Beli Rokok"Republika OnlineID, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Said Didu menyebut, keberadaan Petral atau Pertamina Energy Trading Limited ibarat seorang tua yang mengutus anaknya untuk membeli rokok. "Padahal orang tua bisa beli ...Petral Harus Buba […]
  • Empat Selebriti Ini Tolak Keberadaan Rokok Elektrik - Okezone 23 April, 2015
    OkezoneEmpat Selebriti Ini Tolak Keberadaan Rokok ElektrikOkezone“Menjadi ketidakadilan karena di tempat ber-AC perokok elektrik boleh merokok. Bagi saya enggak enak ya, terus saya juga malah batuk-batuk. Menurut saya mending enggak merokok sama sekali daripada coba rokok elektrik,” katanya kepada Okezone di ...
  • Inggris Larang Penjualan Rokok di Etalase Toko - SINDOnews.com 23 April, 2015
    SINDOnews.comInggris Larang Penjualan Rokok di Etalase TokoSINDOnews.comCheeseman menjelaskan, rokok kini mulai meracuni remaja di bawah 18 tahun dan sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, peraturan ini kembali ditegaskan, demi melindungi generasi mendatang dari risiko penyakit berbahaya dan memperbaiki ...
  • Kasus Penumpang Pukul Satpam Karena Rokok Baru Pertama, Harus - Detikcom 21 April, 2015
    DetikcomKasus Penumpang Pukul Satpam Karena Rokok Baru Pertama, HarusDetikcom"Kasus pemukulan ini merupakan yang pertama kali terjadi," kata Ketua Yayasan Kawasan Tanpa Rokok DR. Rohani Budi Prihatin dalam perbincangan, Senin (20/4/2015) malam. Menurut Rohani, Iqbal sudah menjalankan tugasnya sesuai UU Nomor 36 ...Menegur gara-gara Rokok, Satpam St […]

Rank

Stats

  • 387,516 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.