Bom Waktu Ketimpangan Ekonomi by @Kartolo2000

Eric Garner, seorang kulit hitam, mati di tangan polisi gara2 menyelundupkan rokok. Sebelumnya, juri di pengadilan menyatakan polisi tdk bersalah dlm kasus kematian Brown, kulit hitam juga, krn bersik ap agresif thd polisi. Kejadian itu menyulut kerusuhan rasial yg merebak di banyak kota2 penting di AS.

Seorang senator AS berpendapat pajak atas rokok lah yg menjadi biang keladi penyebab kematian Garner yg memicu kerusuhan rasial. Mgkn dia benar, tapi mengatakan ini justru menafikan atau justru upaya menutup2i penyebab utama yg melatarbelakangi kematian Garner sebenarnya, yaitu penggunaan excessive force oleh polisi NYC. Mengatakan pajak rokok sbg biang keladi kematian Garner, itu sama dgn mengatakan aturan pelarangan peredaran narkoba di AS sbg penyebab matinya gembong2 narkoba di Mexico atau di AmSel. Korban meninggal akibat rokok dan narkoba jauh lbh besar. Argumen ini terlampau dipaksakan, membingungkan dan ngawur.

Ketimpangan pendapatan – yg menjadi momok di hampir semua negara – di kalangan rakyat AS adalah bibit dari ketimpangan sosial. Krisis keuangan 2008, yg disebabkan oleh ketamakan bankir Wall Street, melahirkan warga miskin baru. Bailout pemerintah AS kpd pengusaha2 tamak tsb justru malah menggendutkan kantong mrk melalui pembagian bonus. Ya, bagi2 bonus dgn uang bailout. Gila. Sementara itu masyarakat kulit hitam dan kulit berwarna lainnya pada umumnya masih banyak yg miskin, tdk punya pekerjaan tetap, dan menggantungkan diri pada penerimaan jaminan sosial. Mereka menyaksikan demo ketamakan Wallstreet, menyaksikan warga kaya semakin kaya, smtr mrk semakin tambah miskin. Ketimpangan ini menyebabkan kecemburuan sosial yg terpendam thd kalangan kulit putih. Pemerintah Obama lemah krn DPR dikuasai oleh Republik. Penetapan anggaran sempat kisruh shg pemrth AS melakukan shutdown. Byk kantor2 pmrth yg melakukan pengurangan jam kerja dan pegawai. Jadi bibitnya sudah tersemai, sekam dan bensinnya sudah tersedia. Kasus Garner hanyalah pemantik belaka.

Hashtag #CrimingWhileWhite yg populer pasca keputusan pengadilan sbnrnya adalah bentuk ‘protes’ warga kulit putih, tapi malah kontra produktif krn dinilai kurang empatik. Sebaliknya munculnya hashtag #AliveWhileBlack justru mengungkap borok ketidakadilan yg dialami oleh warga kulit hitam akibat perilaku curiga dan paranoid yg berlebihan dari aparat polisi, yg kebetulan kebanyakan jg warga kulit putih. Dan yg mengejutkan, banyak dari mrk adlh anggota KKK.

Jauh sebelum itu semua, peran media terutama film2 produksi Hollywood juga ikut membangun citra yg kurang baik thd warga kulit hitam (stereotyping), sbgmn dikultuitkan di bawah. Film2 itu menanamkan kesadaran semu ttg bgmn kulit putih lbh unggul drpd kulit berwarna (white supremacy).

Kerusuhan rasial hanyalah sebuah ‘saluran yg tersedia’ akibat adanya ketimpangan dan tidak meratanya pertumbuhan ekonomi yg berkepanjangan. Rokok memiskinkan dan membuat rakyat RI tidak kompetitif, tidak produktif, dan tif-tif lainnya. Ketimpangan juga menganga di industru tembakau, khususnya terkait upah buruh linting dan petani, yg diupah rendah akibat tak kuasa melawan tata niaga tembakau warisan kolonial dan tak mampu melawan kekuasaan industri rokok yg menggurita dimana2 dgn kekuatan kapitalnya itu, menjerat parlemen dan birokrasi. Persaingan bisnis rokok jg mendorong pencitraan nasionalisme palsu, spt jargon yg sering dihembuskan oleh industri kretek, rokok putih vs rokok kretek. Jargon itu adalah upaya menutupi fakta ketimpangan struktural antara kapitalis rokok yg kaya raya vs buruh/petani yg melarat. Pergeseran selera menjd pembenaran dilakukannya PHK dan mekanisasi.

Semua hal di atas bertujuan utk memaksimalkan profit dgn cara menebar racun dan penyakit kpd rakyat kecil. Mereka kulit putihnya, kita negronya. So, jangan sampai bangsa ini menumpuk sekam dan menyiramnya dgn bensin. Karena pemantik apinya tersedia di mana2. Apakah pemerintah Jokowi menyadari potensi bom waktu ini? Semoga saja, krn jika tidak, harga yg harus kita bayar akan menjadi sangat mahal.

http://chirpstory.com/li/243327 via @chirpstory

Fakta Mengguritanya Lobi Kapitalis Rokok

Rp.300 Trilyun pertahun hangus jadi debu. Bagaimana dengan pajaknya? pajak dari sumber yang buruk akan berdampak buruk, lihat apa yang berubah dari pajak rokok ini, apakah petani semakin sejahtera? apakah indonesia makin “hebat”?, ga. Yang ada makin kualat gara-gara hobi makan dari penjahat-penjahat di industri racun ini.

Mari kita simak fakta kebijakan dungu para pemimpin yang membela para cukong industri racun rokok.

Meningkatnya impor tembakau dari Cina, semakin sering dan banyaknya buruh linting yang di-PHK, dan tata-niaga tembakau yang tidak berubah sejak jaman kolonial membuat kapitalis tembakau global bersuka -cita merelokasi usahanya di Indonesia dengan cara mengakuisisi pabrik rokok lokal. Pertanian tembakau semakin lama semakin berkurang, baik dari segi luas lahan maupun pekerjanya, krn industri rokok lebih memilih tembakau impor dari Cina.

Cina mengalami oversupply tembakau krn sejak negeri itu bergabung dgn WTO, pasar rokok Cina yang tadinya dimonopoli oleh pemerintah, menjadi terbuka dan banyak masyarakat dan anak muda Cina yang gandrung dgn rokok impor, spt Marlboro, Camel, dll. Harga rokok lokal pun jatuh sehingga stok tembakau mengalami kelebihan sampai 350.000 ton. Dikemanakan kelebihan ini? Yang paling enak ya dilempar ke Indonesia dgn harga yang relatif lebih murah, krn penduduk Indonesia gemar merokok.

Tembakau impor inilah yg kemudian masuk ke Indonesia dgn dibukanya kran impor tembakau, akibat kolusi pejabat2 dgn kapitalis2 rokok dalam negeri dgn alasan kebutuhan tembakau dalam negeri kurang atau kualitas tembakau dalam negeri kurang baik. Petani semakin mengalami kesulitan menjual tembakaunya ke pabrik, atau dihargai rendah, dll.

Tata niaga jaman Belanda di era Tanam Paksa membuat petani memiliki ketergantungan kpd penguasa yang menjamin akan membeli semua tembakaunya. Ketika terjadi ‘liberalisasi’ pertama kali pd abad 18, petani tidak siap mandiri, sehingga posisi pemerintah kolonial diambil alih oleh kalangan partikelir. Jadilah kalangan swasta itu yang menjamin akan membeli tembakau petani, sehingga petani kembali mengalami ketergantungan kpd ndoro pabrik swasta tadi. Pergeseran ‘ndoro’ dari kolonial ke swasta pribumi/non-pribumi itu semakin sempurna dgn politik Belanda yg mengistimewakan non-pribumi, sehingga petani pada akhirnya tetap berada pada posisi penanggung segala resiko pembudidayaan tanaman tembakau, sampai sekarang.

Begitulah nasib petani tembakau Indonesia. Penderitaannya hanya dijadikan etalase industri rokok yang diam2 semakin meningkatkan impor tembakaunya dari tahun ke tahun. Nasib petani tembakau di North Carolina, AS pun mirip ketika big tobacco industry lebih memilih memperbanyak impor tembakau dari luar negeri. Kenapa tembakau impor? Cina dgn jumlah penduduk dan tanah dataran yang luas bisa memproduksi tembakau secara massal dan murah. Harga murah ini menggoda industri tembakau dari luar Cina, termasuk Indonesia, untuk bisa menekan biaya bahan baku.

Jadi, gak usah bawa2 Tuhan pun, petani tembakau Indonesia bakal tergilas dan tergusur oleh perilaku kapitalis2 rokok yang bertuhan uang. Dgn tuhan uangnya pula mereka membeli politisi, pejabat daerah maupun pusat, akademisi, lawyer, aparat keamanan, dll untuk mendukung setiap langkahnya menumpuk uang/laba, tanpa mempedulikan nasib petani dan apalagi buruh.

Dibuat komunitas2 pembela rokok dan kegiatan2 CSR abal2 itu cuma sekedar taktik pengalihan isyu saja agar masyarakat dan media tidak menyoroti masalah2 laten yang selalu ditutup2i oleh industri rokok. Masalah itu adalah tata niaga tembakau yang tidak adil dan oligopolistik, upah buruh murah, struktur pendapatan yang timpang, pelanggaran hak2 buruh, pengabaian petani dan resikonya, dll. Semua itu ditujukan untuk pengelabuhan dan pengendalian media terhadap kotornya cara berbisnis industri rokok. Cara ini bukan hanya monopoli industri rokok asing, yg lokal pun juga sama.

Intinya mereka tidak menghendaki pengendalian. Maunya bebas! Bebas, pathakmu! Korban ketagihan rokok sekarang sudah merambah ke balita, bahkan badubu alias bawah duabelas bulan. Orang miskin pun sampai2 lebih memilih rokok daripada beli susu, lauk pauk bergizi buat keluarganya. Akibatnya, prevalensi bayi kontet (stunting) di kalangan orang miskin semakin tinggi. Hampir 90% perokok di Indonesia mulai merokok di usia kurang dari 14 tahun. Belum lagi korban meninggal akibat rokok. Bukan hanya perokok tapi juga orang sekitarnya, perokok pasif.

Inilah ancaman yang nyata bagi daya tahan bangsa. Industri rokok ini sudah dapat dikategorikan sbg memproduksi produk yang melemahkan dan meracuni anak bangsa. Ini subversif, Jo! Bukan larangan iklan rokok yang musti dioprak-oprak, Jo, tapi rokoknya itu sendiri yang musti dikendalikan dan dioprak-oprak.

//

Selengkapnya : http://chirpstory.com/li/262022

Rokok; Konspirasi Picik dan Kejam Ala Yahudi

kandungan_rokok

YAHUDI adalah bangsa yang picik lagi jahat. Di tengah Yahudi menjadi aktor produsen asap mematikan itu, namun di saat itu pula mereka mengutuk penggunaan (bahkan melarangnya) di negeri mereka sendiri.

Perlu dicatat, Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel. Saat ini jumlah perokok di seluruh dunia mencapai angka 1,15 milyar orang, jika 400 juta diantaranya adalah perokok Muslim, berarti umat muslim menyumbang 35% dari jumlah perokok dunia. Laba yang diraih oleh produsen rokok bermerek Marlboro, Merit, Benson, L&M itu setiap bungkusnya pun mencapai 10%.

DR. Stephen Carr Leon yang pernah meneliti tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi. Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa NIKOTIN akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya.

Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh”atau“dungu”. Jadi sekali lagi, jika penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi. Ironis sekali. Siapakah yang kemudian menjadi konsumen asap-asap rokok buatan Negara Zionis itu? Anda, teman anda, orangtua anda, atau anak kita? Hanya kita yang bisa menjawab.

Dan sebatang rokok mengandung 4.000 zat/bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, diantaranya:

aceton, zat penghapus cat
hydrogen cianide, racun untuk hukuman mati
methanol, bahan bakar roket
ammonia, dimethrilnitrosamine, pembersih lantai
nepthalene, kapur barus
toluene, pelarut industri
polonium, bahan bakar korek api
arsenic, racun mematikan serangga
cadmium, bahan aki mobil
carbon monoxide dan bhutane, gas beracun dari knalpot

Inilah yang menjadi Agenda tersembunyi dari Kaum Zionis, masyarakat Non Yahudi di biarkan merokok dengan sepuas-puasnya, sedangkan mereka sebagai produsen rokok tidak memakainya, karena selain mereka tahu bahwa di dalamnya terdapat zat yang merusak sel-sel otak atau kebodohan , selain itu untuk merusak generasi non Yahudi.

Berdasarkan terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan Dr, Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi dengan meningkatkan konsumsi gizi serta larangan merokok, sedangkan upaya mengkerdilkan bangsa non Yahudi, makanan-makanan perusak termasuk di dalamnya rokok sengaja diciptakan.
Di Indonesia, fenomenanya lebih sadis lagi. Rokok bukan saja lekat kepada lelaki dewasa, namun wanita, remaja, hingga ulama. Masih ingat dalam benak awak media, ucapan KH. Kholil Ridwan dalam deklarasi MIUMI baru-baru ini. Beliau mengatakan ada dua jenis ulama di Indonesia, ulama yang tidak merokok dan ulama yang merokok. Bahkan untuk menentukan fatwa haram rokok di Indonesia masih terjadi silang sengketa.

Dengan mempertahankan ‘cultur” atau “habbit” merokok, apakah memang kita ingin melahirkan generasi “Bodoh” dan “Dungu” kelak? Atau sadarkah kita bahwa kita sedang terperangkap dalam grand design Pembodohan dan Pedunguan dengan mendewa-dewakan rokok tersebut? Semoga kita semakin sadar bahwa generasi kita kelak dalam ancaman rusaknya moral karena kebodohan dan kedunguan yang sedang diciptakan. [islampos/Ghozi Faiz]

sumber : islampos.com

Philip Morris, Yahudi di Balik Perusahaan Rokok Dunia

DALAM industri rokok, nama Philip Morris mungkin asing, khususnya di Indonesia. Tapi, Morris, dengan perusahaan rokoknya, menguasai dunia hingga ke pelosok-pelosok pengap sekalipun.

Philip Morris baru bertukar nama menjadi Altria Group pada 2003. Altria berarti ‘tinggi’ yang maksudnya berasal dari bahasa Latin. Pusat operasi perusahaan produsen rokok utama dunia ini ialah di Henrico County, Virginia, Amerika. Bermula sebagai kedai tembakau pada 1847 di Bond Street, London, kini Philip Morris menjadi perusahaan nomor satu bagi produsen makanan, penjual keju dan perusahaan rokok di Amerika.

Ia juga menjadi perusahaan makanan kedua terbesar di dunia dan ketiga dalam bisnis permen.

Siapa Philip Morris?

Philip Morris adalah seorang pengusaha Yahudi, perusahaan tembakau itu berkembang sebagai sebuah perusahaan ketiga paling menguntungkan dalam bisnis di dunia. Pada akhir tahun 2007, ia mencatatkan pendapatan sebanyak US$8.9 miliyar dengan mengeluarkan 850 juta batang rokok di seluruh dunia.

Lanjutkan membaca ‘Philip Morris, Yahudi di Balik Perusahaan Rokok Dunia’

Inspirasi dari Mantan Perokok

Dalam blog ini kami menemukan komentar-komentar inspiratif dari mantan pecandu rokok dan terbukti berhasil berhenti dari kebiasaan tidak sehatnya. Bagi teman-teman yang sedang berusaha berhenti merokok, yakinlah, you’re not alone….:)

Alhamdulillah, keajaiban datang kepada saya. Suatu hari saya bertemu dengan seseorang yang tidak saya kenal samasekali sebelumnya. Beliau mengatakan kepada saya. “Dengan tidak merokok berarti anda telah menysukuri nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada anda. Alloh menciptakan anda dengan segala kebesarannya. Paru-paru yang sehat sebgai bekal bernafas kita didunia. Dengan tidak merokok berarti anda tidak dzholim kepada diri anda sendiri dan Sang Maha Pencipta. Jantung yang sehat diciptakan-Nya untuk anda dan anda jangan kotori dengan asap rokok sehingga menjadikannya sakit. Sejak mendengar nasihat nya itu sampai sekarang hampir 3 bulan sudah saya tidak mengenal lagi rokok. Bahkan sudah lupa bagaimana rasa menghisap nikotin itu seperti apa. Alhamdulillah. Terimakasih wahai orang asing yang sudah memberikan nasihat tersebut. Alohummagfirlahu,,,amiinn (OPIK)

 

Saya perokok berat bro, 3 bks atau 60 btg/hari dan itu di mulai dari tahun 1989 sampai 2013, terlalu banyak efek nigatif yang saya dapatkan selama saya jadi perokok, untuk itu saya nekat untuk berhenti merokok, namun ternyata niat stop smoking tak semudah membalik telapak tangan, berulang2 kali saya coba dengan berbagaimacam cara, termasuk googling alias cari referensi dari internet, namun selalu gagal, sampai pada suatu saat saya pikir hanya satu cara stop smoking yaitu niat yang kuat, saya bener2 nyumpahin rokok, dalam hati hanya ada kata stop smoking, guess what? 2 minggu pertama rasanya kayak orang serba salah, brdiri salah duduk salah, makan salah tidur salah, dan mau marah terus, namun setelah 2 minggu saya sudah terbiasa tanpa asap rokok, walaupun hasrat ingin merokok masih ada, setelah satu bulan saya sudah hampir melupakan rokok…kini nafasku terasa segar tanpa asap rokok…kini aku masuk bulan ke 2 tanpa asap rokok, doa kan saya berhasil meninggalkan rokok yang sudah 24 tahun ku isap…..goodbye my old fuxxxx friend. (awie)

 

Sumber : https://bebasrokok.wordpress.com/2011/03/27/fakta-mengejutkan-yang-terjadi-pada-tubuh-setelah-berhenti-merokok/#comment-1137

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK

muslihat-kapitalis-globa1oleh @kartolo2000
Nasionalisme sudah mati? Mungkin di era globalisasi seperti sekarang ini, nasionalisme dipercaya sudah semakin memudar. Tapi ternyata tidak. Nasionalisme itu masih ada dan hidup. Jika dulu nasionalisme dipahami sbg aliran yang mengedepankan pembelaan terhadap kepentingan bangsa/rakyat, saat ini aliran itu mengalami metamorfosa dan terkesan jauh lebih pragmatis. Entah apa bentuknya, tapi baju yg diklaim adalah nasionalisme, walaupun dalam prakteknya tidak lagi jelas siapa yg dibela: pemodal atau rakyat? Karena jika benar membela rakyat, kenapa dgn cara menyakiti rakyat lainnya? Apakah nasionalisme itu adalah membela kepentingan segelintir orang dgn mengorbankan kepentingan orang yg lebih banyak? Jika segelintir orang itu adalah rakyat kecil, mungkin masih bisa diterima. Lha tapi yg dibela ternyata segelintir orang elit penguasa (pemodal-pengusaha, elit politisi, birokrat)?

tipuan-bloombregSilakan baca dan mari kita renungkan bersama.

Tobacco Companies Use Corporate Social Responsibility Programmes To Gain Access To Politicians http://t.co/geBvuwFa8R via @mnt_smoking

Smoking is the biggest cause of preventable death in the world

New York State Proposes To Raise The Smoking Age to 21 http://t.co/WFnrVoTbh8 via @mnt_smoking

selengkapnya klik disini

 

 

[Polling] CSR Industri Rokok Masuk Kampus


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




RSS Google News

  • Pemkot Bogor Terbitkan Larangan Iklan Rokok - Metro TV News 31 Juli, 2015
    Metro TV NewsPemkot Bogor Terbitkan Larangan Iklan RokokMetro TV NewsMetrotvnews.com, Bogor: Perjuangan Kota Bogor, Jawa Barat, dalam menegakkan aturan Kawasan Tanpa Rokok di mana di dalamnya terdapat larangan pemasangan iklan rokok akhirnya tercapai dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun ...dan lainnya »
  • Perda Kawasan Tanpa Rokok Gorontalo Belum Efektif - BeritaSatu 1 Agustus, 2015
    BeritaSatuPerda Kawasan Tanpa Rokok Gorontalo Belum EfektifBeritaSatuGorontalo - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai penerapan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) belum efektif. Perda tersebut melarang adanya asap rokok di sejumlah ruang layanan publik seperti ...dan lainnya »
  • Pokoknya Hindari Rokok! - Banjarmasin Post 1 Agustus, 2015
    Banjarmasin PostPokoknya Hindari Rokok!Banjarmasin PostBANJARMASINPOST.CO.ID - Bertepatan dengan peringatan hari kanker paru-paru sedunia 1 Agustus, ahli kesehatan mengingatkan kita untuk menghindari faktor risiko agar tak terserang kanker paru-paru. Kalaupun tak terhindari, keberhasilan pengobatan ...Hari Kanker Paru Sedunia 2015, Cegah Penyakit Tanpa Rokok […]
  • Penyebab Kebakaran Pabrik Buku Diduga Rokok & Korsleting Listrik - Okezone 31 Juli, 2015
    OkezonePenyebab Kebakaran Pabrik Buku Diduga Rokok & Korsleting ListrikOkezoneBerdasarkan informasi karyawan pabrik tersebut, Tria, mengatakan, kemungkinan kebakaran pabrik buku yang terjadi sejak pukul 21.00 WIB tersebut dipicu puntung rokok dan korsleting listrik. "Saya tidak tahu penyebabnya apa. Ada yang ngomong ...Pabrik Keluarga Terbakar, Rio […]
  • 3 Perusahaan Rokok Berskala Kecil di Kudus Terancam Ditutup - Tribunnews 31 Juli, 2015
    Tribunnews3 Perusahaan Rokok Berskala Kecil di Kudus Terancam DitutupTribunnewsKeluarnya rekomendasi penutupan tersebut karena ketiga pabrik rokok berskala kecil ini sudah tak berproduksi lebih dari setahun. "Sesuai regulasi yang ada, jika pabrik rokok tak berproduksi maksimal selama setahun, maka akan ditutup," terang dia.
  • Inilah Kebijakan Negara Tetangga soal Harga Rokok Eceran - Tribun Kaltim 31 Juli, 2015
    Tribun KaltimInilah Kebijakan Negara Tetangga soal Harga Rokok EceranTribun KaltimTRIBUNKALTIM.CO - HARGA eceran minimum rokok di Malaysia akan meningkat dari RM 7 ke RM 9 mulai 1 Agustus besok. Harga akan meningkat menjadi RM10 setelah satu tahun, The Star melaporkan. Jika dirupiahkan, maka harga 1 bungkus rokok di ...
  • Perampok Jarah Uang Rp 500 Ribu, Rokok dan Kaus Singlet di ... - Tribunnews 1 Agustus, 2015
    TribunnewsPerampok Jarah Uang Rp 500 Ribu, Rokok dan Kaus Singlet di ...Tribunnews... kedua perampok itu masih mengenakan helm dan berjaket. Setelah berhasil menakut-nakuti penjaga, salah seorang rampok bergegas mengambil kaus singlet dan enam buah slop rokok. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil menjarah uang Rp 500 ribu, ...Rekaman CCTV Menunjukkan Dua Ra […]
  • Papan Reklame Rokok Dicopot - Pos Kupang 1 Agustus, 2015
    Pos KupangPapan Reklame Rokok DicopotPos KupangPOS KUPANG.COM, KEFAMENANU---Sejumlah papan reklame milik perusaahan rokok yang dipajang di Kota Kefamenanu-TTU, Jumat (31/7/2015), terpaksa harus dicopot pemda setempat. Pasalnya, sejak Januari 2015 lalu hingga saat ini pihak ...
  • Sebentar Lagi, Pantai Brighton akan Bebas dari Asap Rokok - Republika Online 31 Juli, 2015
    Republika OnlineSebentar Lagi, Pantai Brighton akan Bebas dari Asap RokokRepublika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, BRIGHTON -- Pelarangan merokok di tempat umum menjadi pembahasan serius di Inggris. Tempat yang telah melakukan kajian khusus pelarangan merokok di pantai adalah Brighton. Diketahui bahwa Brighton dan Hove merupakan ...dan lainnya »
  • Hasil Visum Buktikan Bayi 10 Bulan Disundut Rokok - Metro TV News 30 Juli, 2015
    Metro TV NewsHasil Visum Buktikan Bayi 10 Bulan Disundut RokokMetro TV NewsAswin mengatakan, visum tak mendapati hasil kekerasan lain yang dilakukan Made kepada SA. "Jadi hanya ada sundutan rokok, cekikan leher tidak ada bekasnya. Diduga hanya cekikan ringan sebagai ancaman terhadap ibunya sang bayi," terang Aswin.

Rank

Stats

  • 389,866 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.