Arsip untuk April, 2008

Hikmah : Gerakan Warung Anti Rokok

“Sesungguhnya orang orang yang pemboros itu adalah saudara setan & setan itu sangat ingkar pada tuhannya”(Al Isra:27)

Ketika mendengar ceramah a’a Gym tentang mubazirnya merokok yang bisa menghabiskan uang Minimal satu bungkus rokok Rp.12.000/hari, atau Rp.372.000 per bulan, Rp.4.380.000/tahun hanya untuk dibakar dan menambah penyakit. Sedangkan banyak orangtua yang merasa tidak mampu untuk biaya sekolah, tetapi setiap hari mampu membeli rokok sebungkus sehari? Bahkan ada yang dua bungkus sehari.

Ibu saya mempunyai warung kelontong yang menjual bermacam macam rokok, karena saya merasa ikut membantu para pemboros maka saya menyarankan ibu saya untuk berhenti menjual rokok.

Pada mulanya ibu saya menolak saran saya dengan alasan “Rokok untung nya besar”. Saya menjawab “tetapi mudhorotnya lebih besar daripada manfaatnya, bahkan ada ulama yang mengharamkannya”, Lagi pula rejeki kita tidak akan berkurang hanya karena tidak menjual rokok.”

Beberapa bulan kemudian ibu saya ikut mendengar ceramah a’a Gym dan mau menerima saran saya agar berhenti jualan rokok.

Hikmahnya untuk skala di sekitar rumah saya:

Para tetangga yang perokok menjadi sulit membeli rokok, sehingga menambah peluang besar berkurangnya jumlah perokok disekitar rumah saya. Dan rejeki/warung kami tetap stabil walaupun tidak menjual rokok.

Hikmah skala nasional:

Bila 90 persen saja warung warung di indonesia tidak menjual rokok, maka para perokok akan sulit membeli rokok sesulit membeli narkoba. Akhirnya:

1. Jumlah perokok berkurang,

2. Pabrik rokok terpaksa menjual rokoknya ke luar negri, ke Amerika/Eropa/Negara mayoritas non muslim. (solusi agar pabrik tidak bangkrut)

3. Generasi muda pengguna NARKOBA akan berkurang karena 99 persen pengguna berawal dari sebatang rokok.

4. Indonesia menjadi negara yang bebas polusi udara dari asap rokok.

Dari pada uang para pemboros dihabiskan untuk rokok, lebih baik kita sedekahkan untuk biaya sekolah kerabat/saudara kita, lalu orang lain yang miskin,lalu para ibnu sabil. mari kita renungkan ayat sebelumnya:

“ Dan berikanlah haknya kepada kerabatnya dekat, juga kepada orang miskin dan orang dalam perjalanan dan jangan kamu menghabiskan (hartamu) secara boros “(Al Isra 26)

**email pengalaman pribadi salah seorang anggota milis…*

Iklan

Puisi Antirokok : “Tuhan Sembilan Senti”

Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat

siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai

merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR

merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,

hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah

kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik

petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur

orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi

perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak

merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala

sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah

dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan

kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri

yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang

merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal

penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya

merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,

tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di

restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para

pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,

bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur

ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak

rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling

menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok

di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin

lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di

dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau

itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat

merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu

dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang

merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI

sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil,

pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium

kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di

dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di

ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang

goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang

perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak

merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat

merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama

ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak,

tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka

terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih

warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung

tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan

mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang

dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok

ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut

tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini

ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al

hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu

anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.

15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir

diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya

rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul

khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman

Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada

rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan

rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak

yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,

yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka

berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang

mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah

120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit

rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih

gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat

di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat

berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam

kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,

diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan

sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk

dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap

tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • Rokok Terakhir DN Aidit - Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran) 22 September, 2017
    Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)Rokok Terakhir DN AiditDetikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)Di meja di ruang tengah masih tersisa kopi dan puntung rokok. Rupanya Aidit sempat menikmati kopi dan rokok di ruang depan. Saat diinterogasi oleh anggota TNI, Aidit juga sempat minta rokok kepada petugas pemeriksa, Kolonel Ms. "Boleh ya rokok ini ...Populer S […]
  • Benarkah Vapor Lebih Aman Dibanding Rokok Tembakau? Ini ... - Tribun Style 23 September, 2017
    Tribun StyleBenarkah Vapor Lebih Aman Dibanding Rokok Tembakau? Ini ...Tribun StyleTRIBUNSTYLE.COM - Zaman sekarang, rokok elektrik atau biasa disebut dengan vapor seolah menjadi barang yang wajib dimiliki bagi para pecandu rokok. Banyak yang beranggapan jika ingin berhenti merokok bisa beralih ke rokok elektrik atau vapor.
  • Sepanjang 2017, Bea Cukai Sulawesi Sita 31 Juta Batang Rokok ... - WartaEkonomi.co.id (Pendaftaran) 23 September, 2017
    WartaEkonomi.co.id (Pendaftaran)Sepanjang 2017, Bea Cukai Sulawesi Sita 31 Juta Batang Rokok ...WartaEkonomi.co.id (Pendaftaran)Bea Cukai Sulawesi semakin massif melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah hukumnya. Buktinya, tercatat sudah 31,5 juta batang rokok ilegal yang disita sepanjang 2017. Jumlah tersebut berpotensi terus bertamba […]
  • Waduh, Dalam 10 Tahun Pabrik Rokok di Malang Berkurang hingga ... - Okezone 21 September, 2017
    OkezoneWaduh, Dalam 10 Tahun Pabrik Rokok di Malang Berkurang hingga ...OkezoneMALANG - Pertumbuhan industri rokok di wilayah Kota Malang dalam sepuluh tahun terakhir ini melambat, bahkan mengalami penurunan cukup drastis, dari sekitar 150 pabrik rokok pada 2005 menjadi 35 perusahaan pada 2017. Menurut Kepala Dinas ...dan lainnya »
  • Kenaikan Cukai Rokok Diumumkan Awal Oktober - Tempo.co 21 September, 2017
    Tempo.coKenaikan Cukai Rokok Diumumkan Awal OktoberTempo.co“Rencana pemerintah memperhitungkan kenaikan cukai rokok di tahun 2018 patut didukung. Selain akan meningkatkan pemasukan negara, kenaikan cukai rokok berimbas pada naiknya harga rokok,” kata Margianta, Jumat, 15 September 2017.dan lainnya »
  • ALAMAK! Awalnya Pura-pura Ajak Mancing, Pinjam Motor untuk ... - Tribun Medan 23 September, 2017
    Tribun MedanALAMAK! Awalnya Pura-pura Ajak Mancing, Pinjam Motor untuk ...Tribun Medan... ini awalnya pura-pura mengajak anak pelapor pergi memancing di Jalan Sapta Marga, Sunggal. Sesampainya di lokasi, pelaku meminjam motor dengan alasan ingin beli rokok," kata Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Martua Manik, Sabtu (23/9/2017).dan lainnya »
  • Produksi Rokok Diprediksi Turun Jadi 321,9 Miliar Batang di 2018 - Bisnis Liputan6.com 18 September, 2017
    Bisnis Liputan6.comProduksi Rokok Diprediksi Turun Jadi 321,9 Miliar Batang di 2018Bisnis Liputan6.comSejumlah batang rokok ilegal diperlihatkan petugas saat rilis rokok ilegal di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Jumat (30/9). Rokok ilegal ini diproduksi oleh mesin dengan total produksi 1500 batang per menit. (Liputan6.com/Faizal Fanani).31 Jut […]
  • Rehab 6 Puskesmas di Solo Andalkan DAK dan Pajak Rokok - Solopos 23 September, 2017
    SoloposRehab 6 Puskesmas di Solo Andalkan DAK dan Pajak RokokSoloposSolopos.com, SOLO — Pemerintah Kota Solo bakal merehab enam puskesmas pada 2018 dengan anggaran sebesar Rp15,22 miliar. Rehab memanfaatkan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK), pajak rokok, dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa ...dan lainnya »
  • DPR Klaim Tak Bisa Melarang Iklan Rokok di Media Penyiaran - KBR (Siaran Pers) 21 September, 2017
    KBR (Siaran Pers)DPR Klaim Tak Bisa Melarang Iklan Rokok di Media PenyiaranKBR (Siaran Pers)Wakil Ketua Badan Legislasi Firman Soebagyo beralasan DPR tidak bisa menghapus iklan rokok dari media massa karena akan bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konsitusi. Keputusan yang dimaksud adalah gugatan sejumlah organisasi ...dan lainnya »
  • Rokok Ilegal Bernilai 8.48 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Sulawesi - Tribunnews 20 September, 2017
    TribunnewsRokok Ilegal Bernilai 8.48 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai SulawesiTribunnewsBea Cukai Wilayah Sulawesi Selatan dan Bea Cukai Makassar lakukan pemusnahan rokok ilegal senilai Rp8.48 miliar pada Selasa (19/9/2017). Selain memusnahkan rokok ilegal, Bea Cukai juga memusnahkan minuman keras ilegal sebanyak 225 botol.dan lainnya »

Rank

Stats

  • 399,547 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com