Arsip untuk Agustus, 2008

Rokok Hampir Membunuhku

Suara Anak Indonesia; Lawan Rokok!/KompasTV

Suara Anak Indonesia; Lawan Rokok!/KompasTV

“TUJUH bulan yang lalu saya hampir mati gara-gara rokok karena paru-paru saya berasap, kata dokter. Saya pun sering batuk darah,” ujar Wahyu Rozi (18) yang terlihat sedih ketika menceritakan pengalamannya kepada Kompas.com dalam aksi damai Tolak Iklan dan Promosi Rokok bersama Komnas Perlindungan Anak di Bundaran HI jakarta, Sabtu (31/5).

Laki-laki yang mulai merokok sejak 4 tahun lalu ini mengaku menyesal karena nasihat ibunya agar dia berhenti merokok tidak pernah ia dengarkan. Ia lebih memilih mendengarkan teman-temannya yang sudah terbiasa merokok di daerah rumahnya, Muara Angke Jakarta Utara. “Temen-temen merokok semua, kalau saya tidak ikut-ikutan saya dijauhi, dimusuhi, dan dibilang banci,” ujar Wahyu.

Penyakitnya dimulai sekitar bulan Februari 2007 lalu. Ia merasa sering sesak napas dan batuk-batuk. Karena semakin parah, ibunya membawanya ke rumah sakit. “Setelah di-rontgen ternyata paru-paru saya yang sebelah kiri berwarna putih, kata dokter itu asap rokok Mbak akibat saya terlalu banyak merokok. Saya kaget, takut, sedih, nyesel, yang ada di pikiran saya hanya ingin meminta maaf kepada ibu karena tidak pernah mendengar nasihatnya,” ungkap Wahyu.

Anak pertama dari pasangan Asep dan Iis yang tinggal di Blok Eceng Empang, Muara Angke, ini merasa sudah hampir terbunuh karena penyakitnya. “Waktu itu saya udah mikir mau mati aja Mbak, setiap hari selama 8 bulan saya kalau habis makan dan minum obat selalu muntah, sampai berat badan saya yang biasanya 50 kilogram sampai turun menjadi 27 kilogram. Badan saya benar-benar habis,” kenangnya.

Setelah beberapa bulan berlalu, kesehatannya membaik. “Kata dokter saya harus banyak-banyak minum air putih, makan teratur, dan yang pasti tidak boleh merokok lagi,” ujarnya. Wahyu bersumpah tidak akan merokok lagi, “Saya sumpah nggak akan ngerokok lagi Mbak, kalau liat teman merokok saya ceritakan penyakit saya. Alhamdulillah bapak dan teman-teman saya jadi ikut-ikutan mengurangi merokok,” tuturnya.(C5-08)

Sumber : Kompas – Sabtu, 31 Mei 2008 | 14:59 WIB

Artikel Terkait:

* Ditotok Sampai Merasa Rokok Pahit
* Jauhkan Anak dari Rokok
* Anak Indonesia Perang Terhadap Rokok
* Hampir Separuh Anak Indonesia Perokok Pasif
* Indro Warkop: Merokok, Kebodohan Terbesar Saya

Pria Rentan Terkena Kanker Paru

Calon Penderita Kanker Paru

Calon Penderita Kanker Paru

KAUM pria pecandu rokok dan berusia lebih dari 40 tahun sebaiknya waspada terhadap kanker paru. Gejala awal kanker paru ditandai dengan batuk yang tak kunjung sembuh hingga batuk darah dan peradangan. Selanjutnya, kanker juga bisa menyebar ke seluruh organ tubuh.

Demikian disampaikan Dr. Eddy Soeratman, SpP(K), SMF RS Kanker Dharmais, Selasa (8/7), usai seminar Rokok dan Tumor Paru, di Ruang Serba Guna RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Dikatakan Dr.Eddy, pria cenderung lebih rentan terkena kanker paru karena memiliki tingkat konsumsi rokok lebih tinggi dibanding perempuan.

“Sebanyak 85 persen hingga 95 persen penderita kanker paru berhubungan dengan kebiasaan merokok”, tuturnya.

Di Indonesia, ada 215 miliar batang rokok habis dikonsumsi tiap tahunnya. Sebanyak 59 pesen perokok adalah pria dan 37 persen diantaranya adalah perempuan dari total perokok Indonesia saat ini sebanyak 60 juta perokok. Sementara itu, di Rumah Sakit Kanker Dharmais tercatat 794 kasus penyakit kanker paru, semuanya disebabkan karena rokok.

Ironisnya, penderita umumnya terlambat datang ke dokter karena gejala kanker paru hampir sama dengan penyakit TBC. Pada stadium lanjut, biasanya penderita hanya memiliki angka harapan hidup antara tiga hingga enam bulan. “Tapi bisa lebih, masalah umur kan Tuhan yang menentukan,” ujarnya.

Bahaya rokok terdapat dalam kandungan jenis zat yang ada di dalamnya. Satu batang rokok mengandung 4.000 jenis kimia, 400 jenis racun, dan 40 jenis karsinogen yang dapat menyebabkan kanker,” tuturnya.

Sedangkan jenis bahan kimia dalam rokok juga terdapat zat karbon monoksida (CO), zat yang digunakan dalam cairan pembersih lantai. (C10-08)

Sumber : Kompas – Selasa, 8 Juli 2008 | 21:03 WIB

Performa Kerja Perokok Lebih Rendah Dibanding Non-Perokok

Pekerja perokok akan tersisih dari persaingan global

Pekerja perokok akan tersisih dari persaingan global

Jakarta – Ada benarnya banyak kantor melarang karyawannya merokok. Dua penelitian membuktikan kinerja karyawan yang merokok lebih rendah dari yang tidak merokok. Akibatnya, karir perokok tidak berkembang sepesat yang tidak merokok.

Peneliti menemukan fakta itu ketika memantau perkembangan karir lebih dari 5.000 wanita yang menjadi anggota Angkatan Laut AS, antara tahun 1996-1997, seperti dilansir livescience.com, Jumat (30/3/2007).

Penelitian itu membuktikan perokok aktif menunjukkan performa kerja yang lebih rendah dari yang bukan merokok. Perokok lebih cenderung berhenti bekerja sebelum menyelesaikan penugasannya. Perokok juga terlibat lebih banyak kecelakaan kerja, terkait dengan perilaku yang buruk dan menunjukkan sifat melenceng yang tinggi.

“Merokok mungkin menjadi ‘pertanda’ untuk faktor-faktor seperti tak mudah bekerja sama dan berisiko tinggi, yang kemudian menyumbang pada kinerja yang rendah di militer,” kata peneliti yang pertama kali memuat hasil penelitiannya di jurnal pengendalian tembakau itu.

Sebuah penelitian lain yang dipublikasi di jurnal yang sama juga membuktikan hal serupa. Hasil penelitian terhadap 14 ribu pekerja di Swedia pada tahun 1988-1991 mengungkap perokok mengalami sakit yang lebih lama daripada yang tidak merokok.

Perbedaan lama sakitnya, ketika dirata-ratakan, mencapai 8 hari atau 1,5 minggu kerja. Perokok membuang rata-rata 11 hari kerja karena sakit, sementara non-perokok hanya 2 atau 3 hari sakit.

Artinya, kedua penelitian itu menegaskan bahwa sebuah perkantoran selayaknya menyarankan pekerjanya berhenti merokok. Demi produktivitas dan karir si pekerja itu sendiri. Setuju? (aba/nrl)

Sumber : Arfi Bambani Amri – detikNews

500 narapidana kasus narkoba curhat setelah menjalani terapi SEFT

\

JAKARTA, SELASA – Sekitar 500 narapidana kasus narkoba di LP Cipinang, Jakarta Timur, mulai menjalani terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) di Aula Kompleks LP Cipinang, Selasa (26/8). Penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin dari Logos Institute mulai melakukan terapi dengan mendengarkan keluhan yang dialami para napi.

Jawaban yang muncul pun beragam. Mulai dari yang mengeluhkan berat mengatasi keinginan untuk mengonsumsi narkoba, hingga yang mengeluhkan sakit kulit. “Apa saja masalah yang dialami? Saya ingin bapak-bapak bisa bercerita dulu,” kata Faiz kepada ratusan napi yang seluruhnya laki-laki.

“Kecanduan, saya susah dan berat mengatasinya,” keluh salah satu napi. Jawaban lainnya, “Sakit kulit, kangen keluarga, pusing, stress,” curhat napi lain.

Faiz memotivasi dengan memberikan semangat bahwa segala masalah yang dihadapi bisa diatasi jika menguasai metode SEFT. Metode ini, merupakan metode tercepat untuk mengatasi setiap keinginan yang tidak diharapkan.

Ia mencontohkan saat melakukan terapi terhadap seseorang yang ingin berhenti merokok. “Coba lihat video ini. Ada orang yang ingin merokok. Kemudian dia kita bimbing melakukan metode ini, kita coba lagi berikan sebatang rokok. Lihat reaksinya, dia langsung terbatuk-batuk dan merasakan rokok itu tidak enak,” kata Faiz menerangkan video yang ditayangkan.

Para napi tampak serius mengikuti penjelasan Faiz. Beberapa napi yang mencoba metode SEFT. Beberapa napi yang langsung menerapkan metode ini, diantaranya mengaku ingin berhenti merokok, mengalami panas dingin, gatal-gatal di seluruh badan dan lemas.

Selanjutnya, 40 terapis akan mengajarkan pada seluruh napi, bagaimana menerapkan metode ini agar bisa dilakukan sendiri. Metode SEFT semacam akupunktur tanpa jarum, melainkan menggunakan dua jari, telunjuk dan jari tengah, dengan menotok beberapa titik di seluruh tubuh.

Selasa, 26 Agustus 2008 | 10:36 WIB

source : Laporan Wartawan Kompas Inggried Dwi Wedhaswary

[GOOD-NEWS] MUI Berencana Haramkan Merokok!

JAKARTA – Rokok termasuk salah satu jenis narkoba, karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpikir, perlunya menetapkan bahwa merokok itu hukumnya haram.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Amidhan dalam jumpa pers mengenai fatwa MUI terhadap merokok di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2008).

Amidhan menambahkan, kesepakatan sementara MUI menyetujui anak dilarang merokok karena merusak masa depan.

“MUI menyetujui anak dilarang merokok karena merusak masa depan. MUI juga melarang iklan rokok yang melibatkan anak dan sekolah,” kata Amidhan.

Tidak hanya Ketua MUI yang menanggapi mengenai bahaya merokok, Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto itu pun mengimbau hal serupa.

“Kami melarang industri rokok untuk menggunakan keterlibatan anak dan remaja pada iklan rokok,” imbaunya.

Menurutnya, perilaku merokok disebabkan karena dibentuk oleh industri rokok yang tidak mendidik melalui iklan-iklan. Selain itu, peraturan daerah (Perda) merokok di Jakarta tidak efektif karena tidak menyentuh aspek emosi.

“Diperlukannya penciptaan syair dan lagu untuk anak tentang bahaya merokok. Anak-anak terlantar menjadi korban terbanyak merokok karena untuk mengalihkan segala penderitaan mereka,” tandasnya.(lsi) (mbs)

Sumber : Okezone.Com – Selasa, 12 Agustus 2008 – 13:48 wib

[Hot News] Kak Seto Minta MUI Mengeluarkan Fatwa Haram Rokok!

Rabu, 13/08/2008 07:02 WIB
Fatwa Haram Merokok Bisa Picu Histeria Massal Lindungi Anak
Rafiqa Qurrata A – detikNews


Jakarta – Usulan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi, agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram merokok mendapat sambutan positif. Secara moral, fatwa ini dinilai bisa melahirkan histeria massal yang justru akan melindungi anak.
“Saya mengapresiasi kalau MUI mau mengeluarkan fatwa haram merokok yang berdampak terhadap perlindungan anak-anak di Indonesia. Karena selama batas makruh, berarti jika dikerjakan mendapat cela, jika tidak dikerjakan tidak apa-apa. Padahal dari segi kesehatan, lebih banyak negatifnya,” kata anggota Komisi VIII DPR DH Al Yusni dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/8/2008).

Dia menjelaskan, saat ini jumlah perokok pemula makin meningkat. Hal ini dinilai memprihatinkan karena akan membawa dampak negatif di masa mendatang.

Al Yusni optimistis, akan ada terjadi penurunan jumlah anak yang merokok jika fatwa ini benar-benar dikeluarkan.

“Walaupun mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi sebagai isu massal akan menunjukkan kepada masyarakat, oo ternyata MUI memiliki sudut pandang yang cukup menarik dan bagus. Apalagi kerangkanya meminimilisir perokok. Kesannya kan kalau fatwa itu biasanya memberi histeria massal,” jelas politisi PKS ini.

Dia mengakui, fatwa MUI memang belum sampai mengarah jauh ke ranah hukum positif. Apalagi untuk sampai pada undang-undang khusus yang melarang rokok.

“Tetapi paling tidak, ada masukan berupa pandangan ulama bahwa ini sangat membahayakan. Sedangkan kalau konsekuensi pada undang-undang, kan akan dilihat dari berbagai sudut pandang. Nantinya akan berbeda sisi, misalnya dari soal produksi, tenaga kerja, akan ada pro kontra. Tetapi kali ini, kita harus memberi dukungan besar bagi MUI,” urainya.(fiq/nrl)


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • Rokok Terbanyak Dikonsumsi Rakyat Indonesia Setelah Beras dan ... - Republika Online 23 Mei, 2017
    Republika OnlineRokok Terbanyak Dikonsumsi Rakyat Indonesia Setelah Beras dan ...Republika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, mengajak para remaja hidup sehat tanpa rokok. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Erna Nuraini, remaja merupakan pasar potensial industri rokok saat ...
  • Puluhan Ribu Botol Miras dan Rokok Ilegal di Banten Dimusnahkan - Detikcom 24 Mei, 2017
    DetikcomPuluhan Ribu Botol Miras dan Rokok Ilegal di Banten DimusnahkanDetikcom"Pemusnahan kali ini dilakukan terhadap 17.388 botol minuman keras eks impor dan lokal, 312.320 batang rokok, 23,6 kg tembakau iris, 18.424 keping pita cukai palsu, serta beberapa barang lain," ujar Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Banten, Hary Budi ...Bea Cukai Musnahkan […]
  • Wujudkan Enrekang Tanpa Asap Rokok, Ini Upaya Dinas Kesehatan - Tribun Timur 25 Mei, 2017
    Tribun TimurWujudkan Enrekang Tanpa Asap Rokok, Ini Upaya Dinas KesehatanTribun TimurSalah satu upaya yang dilakukan adalah menggenjot adanya peraturan desa (perdes) di setiap desa terkait larangan merokok. "Itu bisa dilakukan karena memang sudah ada perda tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok di muka umum," kata Kepala ...50% Desa di Enrekang tel […]
  • Konsumsi Rokok Lebih Besar Daripada Biaya Pendidikan - Tribun Kaltim 24 Mei, 2017
    Tribun KaltimKonsumsi Rokok Lebih Besar Daripada Biaya PendidikanTribun Kaltim109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, ...
  • Konsumsi Rokok Lebih Bikin Miskin Daripada Kenaikan Tarif Listrik - Bisnis Liputan6.com 23 Mei, 2017
    Bisnis Liputan6.comKonsumsi Rokok Lebih Bikin Miskin Daripada Kenaikan Tarif ListrikBisnis Liputan6.comNamun menurut Tulus, peran kenaikan tarif listrik terhadap pembentukan kemiskinan masih jauh lebih kecil ketimbang rokok. Menurut Data BPS porsi rokok dalam pembentukan kemiskinan mencapai 10,7 persen, terbesar kedua setelah beras yaitu 18,31 ...Bikin Miski […]
  • KENAKALAN REMAJA : Pelajar SMP di Salatiga Antre Beli Rokok ... - Solopos 25 Mei, 2017
    SoloposKENAKALAN REMAJA : Pelajar SMP di Salatiga Antre Beli Rokok ...SoloposSolopos.com, SALATIGA – Pelajar sekolah menengah pertama (SMP) tertangkap mata lensa kamera sedang mengantre untuk membeli rokok di kawasan ...dan lainnya »
  • Pria Ini Bunuh dan Perkosa Bocah Perempuan yang Menolak ... - Tribunnews 24 Mei, 2017
    TribunnewsPria Ini Bunuh dan Perkosa Bocah Perempuan yang Menolak ...TribunnewsIrsan melakukan pembunuhan karena korban kerapkali menolak ketika dimintai tolong untuk membelikan rokok. "Saya kesal pak, karena setiap kali saya minta belikan rokok dia tidak mau," ujarnya di kantor polisi, sembari meringis kesakitan akibat timah ...Menolak Disuruh Bel […]
  • Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan Kalau Nggak Mau ... - Tribunnews 23 Mei, 2017
    TribunnewsJangan Buang Puntung Rokok Sembarangan Kalau Nggak Mau ...TribunnewsTRIBUNTRAVEL.COM - Guys, apakah kamu seorang perokok yang gemar membuang puntung rokok di sembarang tempat? Jika iya, maka kamu harus waspada dan hentikan sekarang juga. Jangan sampai seperti pria ini. Seorang pria hampir terkena ...
  • Dinkes Riau Galakkan Bebas Asap Rokok Peringati Hari Tanpa ... - RiauOnline.co.id 25 Mei, 2017
    RiauOnline.co.idDinkes Riau Galakkan Bebas Asap Rokok Peringati Hari Tanpa ...RiauOnline.co.id"Mengenai Hari Tembakau secara detail bisa dikatakan bahwa kami akan menyebarkan surat edaran di seluruh instansi Pemprov Riau supaya taat dan patuh untuk membuat lingkungan kerjanya bebas tanpa asap rokok. Itu telah sesuai gerakan untuk tidak ...
  • Filter Pada Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru - Detikcom 23 Mei, 2017
    DetikcomFilter Pada Rokok Tingkatkan Risiko Kanker ParuDetikcomDr Peter D. Shields dari The Ohio State University's Wexner Medical Center, Columbus, Amerika Serikat, menyoroti adanya lubang pada filter rokok di beberapa merk rokok yang beredar saat ini. Adanya lubang tersebut malah membuat perokok mengisap ...dan lainnya »

Rank

Stats

  • 397,132 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com