Arsip untuk September, 2008

PEROKOK ADALAH SERDADU BERANI MATI

Oleh: Taufik Ismail.

Para perokok adalah pejuang gagah berani

Berada di dekat kawan kawan saya perokok ini

Saya merasa berdampingan dengan rombongan serdadu berani mati

Veteran dua perang dunia, Perang vietnam, perang revolusi

Dan perang melawan diri sendiri

Perhatikanlah upacara mereka menyalakan belerang berapi

Dengan khidmatnya batang tembakau di hunus dan ditaruh antara

dua jari

Dengan hormatnya Tuhan sembilan senti

Disisispkan antara dua bibir, di geser agak ke tepi

Sementara itu sudah siap an naar, nyala api sebagai sesaji

Hirupan pertama dilaksanakan penuh kasih sayang dan hati hati

Kemudian dihembuskan asapnya, ke kanan atau ke kiri

Mata pun terpicing picing tampaknya nikmat sekali

Berlindung pada adiksi dari tekanan hidup sehari hari

Lena kerja, lupa politik,mana ingat anak dan istri

Para perokok adalah serdadu serdadu gagah berani

Untuk kenikmatan 5 menit mereka tidak peduli

25 macam penyakit yang gembira menanti nanti

Saat untuk menerkam dari setiap penjuru dan sisi

Paru paru obstruksi kronik, bronkhitis kronik dan emfisema

Gangguan jantung, pembuluh darah, arteriosklerosis, hipertensi dan gangguan pembuluh darah otak. Kanker rongga mulut, nashoparynx,oropharynx, hypopharynx dan rongga hidung. Lalu sinus paranasal, lirynx, esophagus dan lambung. Radang pankreas, hati, ginjal, ureter da kandung kemih. Radang cervix uteri dan sumsum tulang , infertilitas dan impotensi. Daftar ini belum di susun secara alfabetis, dan sebenarnya ( ini rahasia profesi medis) penyakit yang 25 ini Cuma nama samaran, julukan pura pura saja.

Nama aslinya penyakit merokok

Rokok, abang kandung narkoba ini tak tertandingi dalam soal adiksi

4000 macam racun dipadatkan sepanjang sembilan senti

Untuk orgamus nikotin 5 menit itu serdadu tembakau ini maa peduli

Terhadap hari depan anak anak yang masih memerlukan pencari rezky

Terhadap bagaimana terlantarnya kelak janda yang dulu namanya isteri

Atau nasib duda yang dulu namanya suami

Terhadap pengotoran udara depan belakang, kanan dan kiri

Dalam memuaskan ego, dengan sengaja mendekstruksi diri pribadi

Betapa beratnya memenangkan perang melawan diri sendiri

Sumber : Nashirus Sunnah

Iklan

Prof Dr Quraish Shihab: Rokok Cenderung Haram

Umi Kalsum – detikNews
Jakarta – Indonesia adalah surga bagi para perokok. Begitulah banyak orang menjulukinya. Di mana-mana asap rokok mengebul, termasuk di tempat atau fasilitas umum. Padahal, sudah jelas rokok mengganggu kesehatan. Dari sisi agama, banyak ulama di dunia yang mengharamkannya. Di Indonesia, ulama yang dikenal ‘sejuk’, Prof Dr Quraish Shihab juga memiliki pendapat yang sama.

Ulama-ulama kontemporer telah jauh-jauh hari menilai rokok sebagai barang haram. Imam terbesar Al-Azhar Mesir pada tahun 1960-an, Syaikh Mahmud Syaltut menilai pendapat yang menyatakan bahwa merokok adalah makruh bahkan haram, lebih dekat pada kebenaran dan lebih kuat argumentasinya.

Syaikh Muhammad Al-Kuttani menyebut 17 dalil/alasan tentang keharaman merokok. Ulama Indonesia yang terkenal dengan kata-kata sejuknya, Quraish Shihab, juga cenderung menilai rokok haram hukumnya.

“Dalam buku saya, Lentera Hati, saya menuliskan pendapat ulama-ulama kontemporer bahwa rokok itu haram. Saya juga berkecenderungan bahwa rokok adalah haram,” ungkap Quraish saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (24/10/2007).

Diakui Quraish, pada zaman Nabi Muhammad SAW belum ada rokok, sehingga tidak ada ayat dalam Alquran atau hadis yang menyatakan rokok sebagai sesuatu yang haram. Namun hukum Islam bisa ditetapkan sesuai perkembangan.

“Hukum Islam itu tidak hanya ditemukan dalam teks, tapi bisa juga diangkat dari apa yang diistilahkan tujuan keberagamaan,” kata ulama yang masih tampak sehat dan segar bugar ini.

Tujuan keberagamaan, imbuh dia, memelihara kesehatan, akal, harta benda, dan kehormatan. “Semua yang memelihara kesehatan pasti didukung (agama), semua yang mengakibatkan gangguan kesehatan pasti dilarang. Di sinilah masuk rokok itu. Jadi mestinya dilarang, karena rokok tidak memelihara harta benda, justru pemborosan. Jadi harus dilarang,” beber mantan Menteri Agama itu. (umi/asy)

Sumber : Detik – Kamis, 25/10/2007 07:46 WIB

Kalau Rokok Haram, Bagaimana Solusinya?

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Pak ustadz, melalui berbagai fatwa ulama, saya jadi tahu rokok itu haram (insya Allah saya bukan perokok sejak dulu). Tapi kok terpikir bgmn solusinya di tengah persepsi publik bahwa industri rokok seolah menjadi “tulang punggung” ekonomi rakyat(?).
Tergelitik juga membaca curhat di salah satu blog:
Jika rokok menjadi HARAM
Puluhan Juta saudara seiman akan BERDOSA jika tetap menjadi direktur, staf, karyawan, kuli yang bekerja di perusahaan rokok.
Jutaan saudara seiman akan BERDOSA jika di dalam
supermarket, swalayan, toko, kios, asongan yang dijualnya terdapat 1 batang rokok.

Bagaimana tanggapan Pak Ustadz?
Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Fathurohman
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Benarkah mengharamkan rokok bisa mengguncangkan ekonomi?

Jawabnya adalah benar sekali. Tentu bila fatwa haramnya rokok dikeluarkan secara tiba-tiba, maka pasti muncul goncangan yang dahsyat. Itu pasti dan tidak mungkin terhindarkan.

Namun mana ada Al-Quran mengharamkan sesuatu dengan cara tiba-tiba? Haramnya khamar membutuhkan empat periode pengharaman, dari sekedar menyindir hingga haram total. Haramnya riba juga mengalami proses yang sama. Terus berlaku dengan semua hal, termasuk proses pembebasan manusia dari perbudakan.

Maka untuk menghindari masyarakat dari bahaya asap rokok, perlu dilakukan dalam proses jangka pendek dan jangka panjang. Serta menggunakan sistematisasi yang komprehensif, menyentuh semua bidang kehidupan serta melibatkan semua elemen.

Perlu dipikirkan pengalihan kerja para petani tembakau dan buruhnya juga. Perlu dipikirkan konversi industri rokok menjadi industri yang lainnya. Termasuk para penyalur, pengecer dan penjual.

Harus ada kebijakan dari pihak penguasa dan itikad baik tentunya, agar semua proses itu bisa berjalan dengan mulus. Misalnya dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Mulai dari ulama yang bikin fatwa, ahli pertanian yang menemukan tanaman pengganti tembakau yang lebih menguntungkan petani, juga ahli hukum dan aparat penegaknya yang bekerja sistematis, terpadu dan terintegrasi.

Mungkin visi dan misi penghilangan rokok harus dipimpin langsung oleh Presiden yang mengharamkan rokok untuk semua menterinya. Lalu semua menteri mengharamkan rokok buat semua pejabat eselon 1, 2 dan tiga. Lalu terus ke bawah hingga tingkat yang paling rendah. Boleh saja dimasukkan ke dalam syarat penerimaan PNS dan TNI serta kepolisian adalah orang yang tidak merokok.

Haramnya Rokok

Haramnya rokok bukan karena kenajisannya seperti haramnya kita makan babi atau bangkai. Juga bukan karena efek menghilangkan kesadaran dan kewarasan, sebagaimana haramnya kita minum khamar.

Tetapi karena ilmu pengetahuan dan teknologi akhir-akhir ini menemukan bahaya asap rokok yang serius dan sangat mematikan. Sebuah penemuan yang sangat baru dan untuk jangka waktu yang panjang belum pernah disadari oleh manusia.

Walhasil, kalau di kitab-kitab fiqih klasik tidak pernah dibahas tentang haramnya rokok, karena manusia saat itu belum mengenal hakikat racun asap rokok. Yang mereka kenal hanyalah bau mulut akibat rokok, sehingga hukumnya paling jauh sekedar makruh.

Kalau hari ini kita masih melihat banyak kiyai yang asyik menyedot asap rokok, barangkali karena mereka tidak mendapatkan up-date terbaru soal informasi bahaya asap rokok. Dalil yang mereka pakai masih dalil yang klasik dan ketinggalan zaman.

Namun para ulama yang melek informasi dan mengerti teknologi dan ilmu pengetahuan, biasanya akan cepat menyerap informasi dan cenderung menghindari diri dari asap rokok. Baik sebagai perokok aktif maupun pasif.

Ketika kalangan ahli menemukan formalin di banyak bahan makanan, serempak orang berhenti memakan makanan yang mengandung formalin. Ketika boraks ditemukan dalam makanan kita, orang-orang pun segera berhenti memakannya. Mengapa mereka bisa begitu kompak dan serempak berhenti makan formalin, boraks dan sebagainya?

Karena mereka tahu betapa berbahayanya zat-zat itu untuk tubuh. Saat itu, tidak ada orang yang bingung tentang ribuan pekerja yang bakalan menganggur karena kerja di bidang pembuatan makanan yang mengandung zat berbahaya itu. Orang-orang lebih mementingkan kesehatan masyarakat yang lebih luas, ketimbang memikirkan nasib pekerja yang bakalan menganggur.

Tahu BahayaTapi Tetap Merokok

Tapi ternyata tidak semua orang konsekuen dengan ilmunya. Meski mengaku sebagai orang pandai, cerddas dan berilmu pengetahuan.

Bukankah banyakdokter yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokoknya? Padahal mereka orang yang paling tahu bahaya racun asap rokok. Mereka adalah orangyang mengajarkan kepada manusia bahwa rokok itu racun dan berbahaya bagi kesehatan, bukan sekedar berbahaya, tetapi bahaya yang amat serius.

Kalau pak dokter ada yang merokok, maka siapa yang bisa menjamin bahwa masyarakat awam tidak merokok? Sedangkan fatwa haram rokok milik para ulama berangkat dari ilmunya para dokter.

Bukankah tidak sedikit para dokter yang juga doyan minum khamar? Padahal mereka tahu bahaya khamar, jauh lebih tahu dari para ulama tentunya.

Jadimasalahnya buat sebagian orang memang bukan terletak pada ketidak-tahuan, melainkan kemampuan diriuntuk menahan hawa nafsu. Di situlah titik masalahnya.

Siapa bilang para lelaki hidung belang dan para wanita penjaja kenikmatan seks tidak mengerti penyakit kelamin yang sangat menyakitkan? Justru mereka adalah orang paling tahu bahaya seks bebas. Tapi hawa nafsu mengalahkan mereka. Jadi urusannya memang bukan seseorang itu tidak tahu adanya bahaya, tetapi karena seseorang sudah tidak mampu menahan gejolak syahwatnya sendiri.

Ketika seseorang masih saja merokok, ada dua kemungkinan penyebabnya. Pertama, dia tidak tahu bahaya asap rokok. Kedua, mungkin dia tahu tapidia tidak mampu menahan syahwat merokoknya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber : Eramuslim.Com – Kamis, 11 Jan 07 09:22 WIB

Indro Warkop: Merokok, Kebodohan Terbesar Saya!

JAKARTA, JUMAT – Lima bungkus rokok dalam sehari selama 30 tahun? Tak terbayang bagaimana dampak yang dihasilkan oleh racun-racun dalam rokok itu. Rokok, sebuah kenikmatan yang secara perlahan menggerogoti tubuh manusi. Tapi kenikmatan inilah yang sempat dirasakan oleh Indro Warkop DKI.

Sejak usia 11 tahun, rasa tembakau dalam rokok sudah akrab dengan indra pengecapnya. Asap rokok juga sering menjadi teman paru-paru dan kerongkongannya. Hingga akhirnya, dia menemukan mukzizat pada sembilan tahun lalu.

“Saat itu saya melihat anak saya yang paling kecil bermain rokok-rokokan. Saya langsung berpikir, jangan-jangan anak saya nantinya merokok nih. Jadi takut, soalnya meski saya suka merokok, saya tidak suka melihat orang merokok,” ujarnya saat di temui di Wisma Nusantara, Jumat (30/5).

Menurut Indro, merokok sama saja artinya dengan membakar uang. Dulu, Indro dapat menghabiskan lima bungkus rokok dalam sehari. Jika sedang syuting jumlah rokok yang diisapnya bisa betambah banyak. Kebiasaan buruk ini didapat dari mencontoh sepupu dan teman-temannya.

“Sebenarnya saya malu banget. Merokok adalah kebodohan terbesar dalam hidup saya. Inilah contoh yang tidak baik, saya merokok sejak umur 11 tahun lho. Padahal orang tua saya tidak merokok, saya lihat dari sepupu. Apalagi dari kecil saya mainnya sama orang-orang dewasa,” tuturnya.

Setelah berhenti merokok, Indro merasa lebih bugar. Perubahan yang paling terasa adalah  pulihnya sensitifitas indra pengecapnya. Kepulihan indra pengecapnya juga berpengaruh pada peningkatan kualitas sex dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, dalam peringatan Hari Tembakau Sedunia ini dia ingin berbagi cerita dengan masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini pecandu rokok tidak perlu lagi merasakan sakitnya sakau dalam proses berhenti merokok. “Sekarang kan sudah ada obat. Saya dulu sampai sakit lho untuk berhenti merokok,” jelasnya.

Indro Warkop: Merokok Itu Bodoh dan Tak Ada Gunanya

Berhenti dari sebuah kebiasaan, apalagi merokok, memang bukan hal yang mudah bagi mereka yang sudah ditahap kecanduan. Itu diakui Drs. H. Indro Kusumonegoro (50) atau yang lebih dikenal sebagai Indro Warkop. Tapi dengan tekad yang kuat, toh ia sanggup menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

“Waktu itu saya bodoh. Rokok memang mengandung zat yang bisa membuat tenang. Tapi saya enggak bisa kasih tahu kenikmatannya apa,” tukas pria berkumis yang sudah lepas dari rokok selama 10 tahun ini.

Komedian yang tenar lewat kelompok lawaknya tersebut, kini mengaku kapok dan menganggap merokok adalah sebuah kebodohan terbesar yang pernah ia lakukan. Dalam sebuah kampanye antirokok, dihadapan sejumlah wartawan, ia membeberkan riwayatnya dulu sebagai perokok berat.

“Saya mulai merokok di usia 11 tahun, itu pun dilakukannya ngumpet dan belinya nyolong-nyolong,” katanya, memulai cerita. Meski orangtuanya tidak ada yang merokok, namun sepupu-sepupunya yang lebih besar kerap meminta Indro untuk membelikan rokok di warung. “Kalau ada kembaliannya saya suka beliin buat rokok.”

Merokoknya pun sembunyi-sembunyi, tempat favoritnya kalau tidak di kamar mandi atau di tempat yang terbuka agar baunya tidak tercium oleh orangtua. “Saya enggak berani ngerokok di kamar, takut ketahuan dari asap yang keluar dari kamar,” katanya, tertawa.

Sejak itu, Indro pun terkenal sebagai perokok berat hingga usianya 40 tahun. “Dalam sehari, saya bisa menghabiskan sekitar 4-5 bungkus. Sedangkan istri saya 2 bungkus sehari,” jelasnya sambil menyesali karena ikut menjadikan istrinya perokok.

Tidak mau anak-anaknya merokok

Di masa 29 tahun menjadi perokok, Indro mengaku sempat berniat meninggalkan rokoknya. “Pertama kali karena membaca buku tentang atlet baseball yang meninggal di usia 42 tahun akibat serangan jantung, atlet itu terkenal sebagai perokok berat,” tukas Indro yang juga rajin berolahraga, termasuk baseball.

Indro yang kala itu berusia 35 tahun pun mengaku menjadi gemuk gara-gara tidak merokok, “Kepala saya juga sempat pusing dan seperti hilang kesadaran kalau tidak merokok,” lanjutnya. Akibat tidak kuat, maka Indro pun kembali melakukan kebiasaannya tersebut.

Kali kedua ia ingin berhenti, adalah saat menjalani operasi pengangkatan batu empedu. “Tapi sehabis operasi saya langsung ambil rokok dari istri saya, padahal enggak boleh,” terang Indro yang baru kapok saat putra bungsunya -yang kala itu masih 5 tahun – bergaya merokok seperti dirinya.

Meski perokok berat, Indro tak ingin putra-putrinya ikut menjadi perokok seperti dirinya. “Kalau kedua anak perempuan saya sih enggak suka asap, aman. Tapi pas lihat anak bungsu saya difoto bergaya seperti orang merokok dengan permen rokoknya, saya jadi panik,” aku bapak tiga anak ini.

Agar putranya tidak mencontoh kebiasaan buruk ayahnya, mau tak mau Indro pun berusaha untuk menghentikan kebiasaannya itu. “Waktu itu pas bulan puasa, saat itulah saya mulai berhenti merokok,” kata Indro yang total berhenti merokok pada Maret 1998.

“Tapi sebelum shalat Id saya sempat merokok satu batang untuk penghabisan, setelah itu semua rokok dan koreknya saya kasih ke orang. Untung benar dia itu, udah dapat rokok dan korek, saya kasih dia uang juga,” canda penggemar motor Harley Davidson tersebut.

Merokok banyak ruginya

Sejak 1998 itulah, Indro mengaku benar-benar berhenti merokok. Menghilangkan kebiasaan lama, diakunya, memang tidak mudah.

“Dibilang gampang tapi susah, dibilang susah juga sebenarnya gampang. Tapi buat saya gampang, karena saya punya keinginan yang kuat,” tukas Indro yang sempat mengalami sakit aneh, merinding dan sering buang air di awal berhenti merokok. “Mirip orang sakaw Narkoba saja.”

Indro juga mengaku rokok membuat performanya sebagai atlet semakin jelek. “Saya batuk-batuk setiap hari, kalau sekarang sudah enggak,” kata Indro yang tak heran mengapa olahraga di Indonesia tidak maju. “Bagaimana mau maju kalau atletnya masih merokok.”

Meski perjuangan untuk menghentikan keinginan merokok termasuk berat, namun Indro berusaha melewatinya. “Saya pikir, mendingan stop dari tembakau daripada saya cepat menghadap Tuhan,” tukas pelawak yang punya tato di dadanya.

“Tato itu juga gara-gara rokok,” sembur Indro, yang di dadanya masih ada bekas lupa operasi bypass akibat penyakit jantung yang dialaminya. “Selain rokok, ini juga sifatnya genetis dari keluarga,” terangnya.

Setelah berhenti merokok, ia mengaku kualitas hidupnya menjadi jauh lebih baik. “Lidah saya jadi sensitif, jadi sering mengeluh minumnya kemanisan, sayur keasinan. Ternyata dulu lidah saya ‘blank’.”

Bukan itu saja, tidak merokok pun membuat rumah tangga menjadi awet mesra, lho. “Rasanya hubungan suami istri pun jadi jauh lebih enak setelah berhenti merokok, begitu juga kalau buang air tanpa rokok,” tambahnya.

“Kedua teman saya almarhum (Kasino dan Dono-red) enggak merokok, cuma saya yang merokok. Makanya saya jadi berpikir, jangan-jangan saya ikut andil dengan menjadikan mereka perokok pasif,” tandasnya, sambil tertunduk.

Indro menyarankan bagi para perokok untuk mulai menghentikan kebiasaannya tersebut, sebab yang rugi bukan hanya diri sendiri tapi juga orang lain. “Merokok adalah kebodohan. Saya menghimbau teman-teman untuk jadi pandai, karena merokok tak ada gunanya untuk diri sendiri,” tandasnya.
(rahmi)

Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Sumber : Kompas – Jumat, 30 Mei 2008 | 17:26 WIB
Sumber : Halohalo.co.id – Kamis, 26-Juni-2008 20:30:00

Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • This RSS feed URL is deprecated 19 November, 2017
    This RSS feed URL is deprecated, please update. New URLs can be found in the footers at https://news.google.com/news
  • Ini Syarat Mendag Agar Rokok Elektrik Bisa Beredar di Indonesia ... - KOMPAS.com 18 November, 2017
    KOMPAS.comIni Syarat Mendag Agar Rokok Elektrik Bisa Beredar di Indonesia ...KOMPAS.comTANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertindak tegas mengatur peredaran rokok elektrik atau vape di Indonesia.Mendag: Aturan Terbit, Impor Rokok Elektrik ke RI Bisa 30 Tahun ...Bisnis Liputan6.comMendag Klaim Beberapa Negara Maju Larang Penjualan […]
  • Kampanye anak Indonesia hebat tanpa rokok - merdeka.com 19 November, 2017
    merdeka.comKampanye anak Indonesia hebat tanpa rokokmerdeka.comAcara jalan sehat yang bertemakan "Kampanye Anak Indonesia Hebat Tanpa Rokok" ini bertujuan untuk menguatkan komitmen bersama melindungi anak Indonesia dari asap rokok. Peserta jalan sehat dalam rangka pemenuhan "Hak Anak Atas Kesehatan ...dan lainnya »
  • Terkena Asap Rokok di Tempat Umum, Balita Ini Alami Penyakit ... - Tribunnews 14 November, 2017
    TribunnewsTerkena Asap Rokok di Tempat Umum, Balita Ini Alami Penyakit ...TribunnewsTRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu menceritakan bernama Nadzirah Salleh (28) berbagi pengalaman pilu yang menimpa buah hatinya. Hal itu dikarenakan terkena asap rokok di tempat umum. Awalnya ia mendapati anak bungsungnya yang baru berusia ...Bayi Usia Satu Tahun Derita Penyakit Men […]
  • Rokok Penyumbang Terbesar Negara dari Cukai - kicknews (Siaran Pers) (Blog) 18 November, 2017
    kicknews (Siaran Pers) (Blog)Rokok Penyumbang Terbesar Negara dari Cukaikicknews (Siaran Pers) (Blog)Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Suseno mengatakan penerimaan negara dari cukai rokok itu merupakan yang terbesar. Kalau dibandingkan dengan laba seluruh BUMN atau penerimaan dari Freeport, kata Suseno ketika menjadi ...
  • Paus larang penjualan rokok di seluruh Vatikan: pendapatan dari ... - BBC Indonesia 9 November, 2017
    BBC IndonesiaPaus larang penjualan rokok di seluruh Vatikan: pendapatan dari ...BBC IndonesiaDi Italia, pemerintah menerapkan pajak yang tinggi untuk rokok. Burke mengakui bahwa rokok adalah salah satu sumber penerimaan bagi Vatikan, tapi pendapatan tidak bisa dijustifikasi karena rokok membahayakan kesehatan. Penjualan cerutu dalam ...Paus Fransiskus Larang […]
  • Baru Seperlima Pemda yang Miliki Regulasi Kawasan Tanpa Rokok - Detikcom (Siaran Pers) 16 November, 2017
    Detikcom (Siaran Pers)Baru Seperlima Pemda yang Miliki Regulasi Kawasan Tanpa RokokDetikcom (Siaran Pers)Padahal populasi penduduk terbesar, termasuk anak-anak dan remaja, berada di Pulau Jawa yang sangat rentan terpapar bahaya asap rokok. Dia menyebutkan, jumlah perokok di Indonesia saat ini mencapai 36 persen dari jumlah penduduk, terbanyak ..."Baru 1 […]
  • Beri Pelatihan di Pabrik Filter Rokok, WNA China Ditangkap ... - KOMPAS.com 17 November, 2017
    KOMPAS.comBeri Pelatihan di Pabrik Filter Rokok, WNA China Ditangkap ...KOMPAS.comSeorang warga negara China, Zhigang Su (43), diamankan petugas Imigrasi karena diduga melakukan pelanggaran dokumen keimigrasian.Melanggar Administrasi Imigrasi, Warga Tiongkok Ini Segera ...MalangTODAYWarga Tiongkok Ditangkap Imigrasi Malang, Ini Pelanggaran yang ...Surya Mala […]
  • Tahukah Anda? Zat Rokok Bisa Sebabkan Wanita Terkena Kanker ... - Kumparan.com (Siaran Pers) (Blog) 18 November, 2017
    Kumparan.com (Siaran Pers) (Blog)Tahukah Anda? Zat Rokok Bisa Sebabkan Wanita Terkena Kanker ...Kumparan.com (Siaran Pers) (Blog)Asap rokok (tembakau) memang mengandung zat karsinogen yang berbahaya bagi tubuh Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (polycyclic aromatic hydrocarbon - PAH), yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, merokok juga memiliki […]
  • Cukai Rokok Dikhawatirkan Picu Kenaikan Angka Kemiskinan - SUARA NTB 15 November, 2017
    SUARA NTBCukai Rokok Dikhawatirkan Picu Kenaikan Angka KemiskinanSUARA NTBMataram (suarantb.com) – Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen dikhawatirkan memicu timbulnya berbagai dampak di masyarakat. Termasuk salah satunya kemungkinan naiknya angka kemiskinan di NTB. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan ...
  • Kalau Mau Operasi, Vape dan Rokok Sama-sama Tidak Aman - KOMPAS.com 16 November, 2017
    KOMPAS.comKalau Mau Operasi, Vape dan Rokok Sama-sama Tidak AmanKOMPAS.comBukankah vape seringkali disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih sehat daripada rokok? Menurut laporan terbaru dari American Association of Nurse Anesthetists (AANA), vape dan rokok sama saja pengaruhnya terhadap pasien yang menjalani operasi.

Rank

Stats

  • 400,956 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com