Indro Warkop: Merokok, Kebodohan Terbesar Saya!

JAKARTA, JUMAT – Lima bungkus rokok dalam sehari selama 30 tahun? Tak terbayang bagaimana dampak yang dihasilkan oleh racun-racun dalam rokok itu. Rokok, sebuah kenikmatan yang secara perlahan menggerogoti tubuh manusi. Tapi kenikmatan inilah yang sempat dirasakan oleh Indro Warkop DKI.

Sejak usia 11 tahun, rasa tembakau dalam rokok sudah akrab dengan indra pengecapnya. Asap rokok juga sering menjadi teman paru-paru dan kerongkongannya. Hingga akhirnya, dia menemukan mukzizat pada sembilan tahun lalu.

“Saat itu saya melihat anak saya yang paling kecil bermain rokok-rokokan. Saya langsung berpikir, jangan-jangan anak saya nantinya merokok nih. Jadi takut, soalnya meski saya suka merokok, saya tidak suka melihat orang merokok,” ujarnya saat di temui di Wisma Nusantara, Jumat (30/5).

Menurut Indro, merokok sama saja artinya dengan membakar uang. Dulu, Indro dapat menghabiskan lima bungkus rokok dalam sehari. Jika sedang syuting jumlah rokok yang diisapnya bisa betambah banyak. Kebiasaan buruk ini didapat dari mencontoh sepupu dan teman-temannya.

“Sebenarnya saya malu banget. Merokok adalah kebodohan terbesar dalam hidup saya. Inilah contoh yang tidak baik, saya merokok sejak umur 11 tahun lho. Padahal orang tua saya tidak merokok, saya lihat dari sepupu. Apalagi dari kecil saya mainnya sama orang-orang dewasa,” tuturnya.

Setelah berhenti merokok, Indro merasa lebih bugar. Perubahan yang paling terasa adalah  pulihnya sensitifitas indra pengecapnya. Kepulihan indra pengecapnya juga berpengaruh pada peningkatan kualitas sex dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, dalam peringatan Hari Tembakau Sedunia ini dia ingin berbagi cerita dengan masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini pecandu rokok tidak perlu lagi merasakan sakitnya sakau dalam proses berhenti merokok. “Sekarang kan sudah ada obat. Saya dulu sampai sakit lho untuk berhenti merokok,” jelasnya.

Indro Warkop: Merokok Itu Bodoh dan Tak Ada Gunanya

Berhenti dari sebuah kebiasaan, apalagi merokok, memang bukan hal yang mudah bagi mereka yang sudah ditahap kecanduan. Itu diakui Drs. H. Indro Kusumonegoro (50) atau yang lebih dikenal sebagai Indro Warkop. Tapi dengan tekad yang kuat, toh ia sanggup menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

“Waktu itu saya bodoh. Rokok memang mengandung zat yang bisa membuat tenang. Tapi saya enggak bisa kasih tahu kenikmatannya apa,” tukas pria berkumis yang sudah lepas dari rokok selama 10 tahun ini.

Komedian yang tenar lewat kelompok lawaknya tersebut, kini mengaku kapok dan menganggap merokok adalah sebuah kebodohan terbesar yang pernah ia lakukan. Dalam sebuah kampanye antirokok, dihadapan sejumlah wartawan, ia membeberkan riwayatnya dulu sebagai perokok berat.

“Saya mulai merokok di usia 11 tahun, itu pun dilakukannya ngumpet dan belinya nyolong-nyolong,” katanya, memulai cerita. Meski orangtuanya tidak ada yang merokok, namun sepupu-sepupunya yang lebih besar kerap meminta Indro untuk membelikan rokok di warung. “Kalau ada kembaliannya saya suka beliin buat rokok.”

Merokoknya pun sembunyi-sembunyi, tempat favoritnya kalau tidak di kamar mandi atau di tempat yang terbuka agar baunya tidak tercium oleh orangtua. “Saya enggak berani ngerokok di kamar, takut ketahuan dari asap yang keluar dari kamar,” katanya, tertawa.

Sejak itu, Indro pun terkenal sebagai perokok berat hingga usianya 40 tahun. “Dalam sehari, saya bisa menghabiskan sekitar 4-5 bungkus. Sedangkan istri saya 2 bungkus sehari,” jelasnya sambil menyesali karena ikut menjadikan istrinya perokok.

Tidak mau anak-anaknya merokok

Di masa 29 tahun menjadi perokok, Indro mengaku sempat berniat meninggalkan rokoknya. “Pertama kali karena membaca buku tentang atlet baseball yang meninggal di usia 42 tahun akibat serangan jantung, atlet itu terkenal sebagai perokok berat,” tukas Indro yang juga rajin berolahraga, termasuk baseball.

Indro yang kala itu berusia 35 tahun pun mengaku menjadi gemuk gara-gara tidak merokok, “Kepala saya juga sempat pusing dan seperti hilang kesadaran kalau tidak merokok,” lanjutnya. Akibat tidak kuat, maka Indro pun kembali melakukan kebiasaannya tersebut.

Kali kedua ia ingin berhenti, adalah saat menjalani operasi pengangkatan batu empedu. “Tapi sehabis operasi saya langsung ambil rokok dari istri saya, padahal enggak boleh,” terang Indro yang baru kapok saat putra bungsunya -yang kala itu masih 5 tahun – bergaya merokok seperti dirinya.

Meski perokok berat, Indro tak ingin putra-putrinya ikut menjadi perokok seperti dirinya. “Kalau kedua anak perempuan saya sih enggak suka asap, aman. Tapi pas lihat anak bungsu saya difoto bergaya seperti orang merokok dengan permen rokoknya, saya jadi panik,” aku bapak tiga anak ini.

Agar putranya tidak mencontoh kebiasaan buruk ayahnya, mau tak mau Indro pun berusaha untuk menghentikan kebiasaannya itu. “Waktu itu pas bulan puasa, saat itulah saya mulai berhenti merokok,” kata Indro yang total berhenti merokok pada Maret 1998.

“Tapi sebelum shalat Id saya sempat merokok satu batang untuk penghabisan, setelah itu semua rokok dan koreknya saya kasih ke orang. Untung benar dia itu, udah dapat rokok dan korek, saya kasih dia uang juga,” canda penggemar motor Harley Davidson tersebut.

Merokok banyak ruginya

Sejak 1998 itulah, Indro mengaku benar-benar berhenti merokok. Menghilangkan kebiasaan lama, diakunya, memang tidak mudah.

“Dibilang gampang tapi susah, dibilang susah juga sebenarnya gampang. Tapi buat saya gampang, karena saya punya keinginan yang kuat,” tukas Indro yang sempat mengalami sakit aneh, merinding dan sering buang air di awal berhenti merokok. “Mirip orang sakaw Narkoba saja.”

Indro juga mengaku rokok membuat performanya sebagai atlet semakin jelek. “Saya batuk-batuk setiap hari, kalau sekarang sudah enggak,” kata Indro yang tak heran mengapa olahraga di Indonesia tidak maju. “Bagaimana mau maju kalau atletnya masih merokok.”

Meski perjuangan untuk menghentikan keinginan merokok termasuk berat, namun Indro berusaha melewatinya. “Saya pikir, mendingan stop dari tembakau daripada saya cepat menghadap Tuhan,” tukas pelawak yang punya tato di dadanya.

“Tato itu juga gara-gara rokok,” sembur Indro, yang di dadanya masih ada bekas lupa operasi bypass akibat penyakit jantung yang dialaminya. “Selain rokok, ini juga sifatnya genetis dari keluarga,” terangnya.

Setelah berhenti merokok, ia mengaku kualitas hidupnya menjadi jauh lebih baik. “Lidah saya jadi sensitif, jadi sering mengeluh minumnya kemanisan, sayur keasinan. Ternyata dulu lidah saya ‘blank’.”

Bukan itu saja, tidak merokok pun membuat rumah tangga menjadi awet mesra, lho. “Rasanya hubungan suami istri pun jadi jauh lebih enak setelah berhenti merokok, begitu juga kalau buang air tanpa rokok,” tambahnya.

“Kedua teman saya almarhum (Kasino dan Dono-red) enggak merokok, cuma saya yang merokok. Makanya saya jadi berpikir, jangan-jangan saya ikut andil dengan menjadikan mereka perokok pasif,” tandasnya, sambil tertunduk.

Indro menyarankan bagi para perokok untuk mulai menghentikan kebiasaannya tersebut, sebab yang rugi bukan hanya diri sendiri tapi juga orang lain. “Merokok adalah kebodohan. Saya menghimbau teman-teman untuk jadi pandai, karena merokok tak ada gunanya untuk diri sendiri,” tandasnya.
(rahmi)

Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Sumber : Kompas – Jumat, 30 Mei 2008 | 17:26 WIB
Sumber : Halohalo.co.id – Kamis, 26-Juni-2008 20:30:00

2 Responses to “Indro Warkop: Merokok, Kebodohan Terbesar Saya!”


  1. 2 eva susanti 10 Oktober, 2012 pukul 2:16 pm

    om indri,,saya pngen ketemu om indro :( saya kangen ayah saya yg sdah mninggal,,,dia mirip om indro..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056




jakarta bebas rokok


jakarta bebas rokok


green radio jakarta


kawasan dilarang merokok




RSS Google News

  • Menggadaikan Nyawa dengan Menghirup Asap Rokok Orang Lain - CNN Indonesia 7 Juli, 2015
    CNN IndonesiaMenggadaikan Nyawa dengan Menghirup Asap Rokok Orang LainCNN IndonesiaJakarta, CNN Indonesia -- Bahkan jika tidak memiliki kebiasaan merokok tapi ada orang lain merokok di dekat Anda, Anda sudah menggadaikan nyawa dengan menjadi seorang perokok pasif. Ada banyak bahaya kesehatan mengintai seorang perokok pasif ...
  • WHO Desak Negara-negara Naikkan Pajak Rokok - CNN Indonesia 7 Juli, 2015
    CNN IndonesiaWHO Desak Negara-negara Naikkan Pajak RokokCNN IndonesiaJakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/7) mendorong negara-negara di dunia untuk meninggikan harga pajak rokok dan produk-produk tembakau lainnya guna menyelamatkan banyak hidup dan menambah dana ...WHO desak peningkatan pajak tembakauANTARA2 artikel berit […]
  • Belanja Rokok Warga Lampung Kalahkan Belanja Susu dan Sayuran - Tribunnews 6 Juli, 2015
    TribunnewsBelanja Rokok Warga Lampung Kalahkan Belanja Susu dan SayuranTribunnewsTRIBUNNEWS.COM.BANDAR LAMPUNG - Kampanye bahaya merokok yang kerap muncul bahkan hingga tergambar di bungkus rokok, ternyata tidak menyurutkan masyarakat Lampung mengosumsi rokok. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat, ...dan lainnya »
  • Ahok Larang Iklan Rokok, Bisnis Baliho dan Billboard Lesu - Detikcom 6 Juli, 2015
    DetikcomAhok Larang Iklan Rokok, Bisnis Baliho dan Billboard LesuDetikcomJakarta -Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melarang iklan luar ruangan atau outdoor produk rokok oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berdampak pada pelaku bisnis. Pelaku bisnis yang kena dampaknya adalah ...dan lainnya »
  • Tak Hanya Menyebabkan Keriput, Rokok Juga Pemicu Tumbuhnya ... - Tabloidbintang.com 7 Juli, 2015
    Bisnis.comTak Hanya Menyebabkan Keriput, Rokok Juga Pemicu Tumbuhnya ...Tabloidbintang.comDr Raman Bhutani dari Harrogate District Foundation Trust, salah satu peneliti yang terlibat dalam penelitian ini mengungkapkan, "Korelasi yang terlihat antara merokok dan jerawat pada wajah, mengemukakan bahwa rokok dapat meningkatkan tingat ...Merokok Bisa Sebabk […]
  • Fakta Baru, Engeline Dibanting dan Disundut Rokok - VIVA.co.id 6 Juli, 2015
    MetroterkiniFakta Baru, Engeline Dibanting dan Disundut RokokVIVA.co.idFakta Baru, Engeline Dibanting dan Disundut Rokok. "Ada adegan kekerasan." Selasa, 7 Juli 2015 | 06:36 WIB. Oleh : Bayu Adi Wicaksono, Bobby Andalan (Bali). Fakta Baru, Engeline Dibanting dan Disundut Rokok. Warga menyalakan lilin menggelar ...Terkuak Fakta Sadis, Kekerasan Dite […]
  • Waduh…Iklan Rokok Kepung Sekolah di Kota Bandung - Republika Online 6 Juli, 2015
    Republika OnlineWaduh…Iklan Rokok Kepung Sekolah di Kota BandungRepublika OnlineID, BANDUNG -- Tim peneliti Dosen Fikom Universitas Islam Bandung (Unisba) bekerjasama dengan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) dan Bebas Rokok Bandung (BRB) melakukan penelitian terkait iklan rokok si wilayah sekolah. Dari hasil ...Lingkungan Sekolah Belum Bebas dari Iklan […]
  • Rokok di Dalam Parsel, Kok Bisa ya? - Indopos 7 Juli, 2015
    IndoposRokok di Dalam Parsel, Kok Bisa ya?IndoposKepala Balai POM Bengkulu Drs Zulkifli Apt menjelaskan bahwa sesuai dengan aturan, parsel yang bakal akan dijual ke masyarakat tidak diperbolehkan berisi dengan barang-barang jenis alkohol dan rokok. Maka dari hal tersebut, petugas meminta pemilik ...
  • Pabrik Rokok Nojorono Bagi THR Rp5 M - SINDOnews.com (Siaran Pers) 7 Juli, 2015
    SINDOnews.com (Siaran Pers)Pabrik Rokok Nojorono Bagi THR Rp5 MSINDOnews.com (Siaran Pers)KUDUS - Pabrik Rokok (PR) Nojorono, Kudus, Jawa Tengah, hari ini membagikan uang tunjangan hari raya (THR) kepada ribuan buruhnya. Total THR yang dibagikan sebesar Rp5,93 miliar. Jumlah buruh PT Nojorono sebanyak 4.698 orang yang tersebar ...
  • Alat Hisap Rokok Hemat Listrik dan Rumah Tangga - SINDOnews.com (Siaran Pers) 7 Juli, 2015
    SINDOnews.com (Siaran Pers)Alat Hisap Rokok Hemat Listrik dan Rumah TanggaSINDOnews.com (Siaran Pers)Meski kampus bebas asap rokok, sang inovator akan diminta membuat alat serupa dipasang di dapur atau laboratorium teknologi pangan. Bukan hanya itu, kampus juga berupaya membantu mematenkan karya mahasiswanya. Kampus menilai alat hisap ...

Rank

Stats

  • 389,581 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: