7 Jenis Motivasi Merokok

masih banyak celah - rokok

Pada masa lalu perokok diklasifikasikan secara singkat sebagai perokok berat atau ringan, perokok penyedot (inhaler) atau bukan, perokok teratur atau sekali-sekali. Namun deskripsi kasar ini tidak menyatakan mengapa seseorang merokok. Namun kini telah diusahakan mengembangkan model-model psikologis dari perilaku merokok dengan menggunakan analisis statistik dari data yang berasal dari kuestioner motivasi merokok. Sebagai hasil dari studi ini kini terdapat kesepakatan tentang adanya tujuh jenis motivasi merokok.

1. Alat pergaulan (psikososial).

Merokok pada situasi sosial dan menggunakan nilai simbolis dari tindakan merokok ini untuk meningkatkan kehidupan bersosial.

2. Kepuasan saraf (sensorimotor).

Merokok untuk kepuasan pada mulut, sensorik dan manipulasi rokok itu sendiri.

3. Sumber kenikmatan (indulgent).

Merokok untuk memperoleh kenikmatan dan menambah kegembiraan dan kesenangan yang sudah ada. Inilah jenis yang paling umum. Dua atau tiga jam dapat berlalu tanpa keinginan untuk merokok, namun pada situasi bergembira dapat lebih sering.

4. Penenang (sedatif).

Merokok untuk menghilangkan perasaan tak enak, bukan untuk kenikmatan. Perasaan lega kadang-kadang juga timbul karena kegiatan sensorimotor seperti rasa tenang bila mengelus-elus rokok sebelum disulut, namun umumnya rasa lega timbul sebagai efek sedatif dari nikotin yang bekerja.

5. Perangsang (stimulasi).

Efek stimulan dari nikotin dipakai untuk ‘mengangkat’ atau memacu semangat, membantu berfikir dan konsentrasi, mencegah kelelahan dan mempertahankan kinerja pada tugas yang monoton dan lama, serta meningkatkan kemampuan dalam situasi stres.

6. Memenuhi kecanduan (addiktif).

Merokok semata-mata untuk memenuhi tuntutan atau mencegah terjadinya sindroma penarikan, yang akan timbul apabila seorang perokok telah meliwatkan 30-40 menit atau kurang tanpa rokok.

7. Keterbiasaan (otomatis).

Ini terjadi pada sebagian perokok berat yang dengan tak disadari lagi secara otomatis akan mencari sebatang rokok. Ini baru disadari hanya jika tangannya sudah kosong, yakni tidak memegang rokok.

Perilaku psikososial, sensorimotor dan sumber kenikmatan biasanya digolongkan dalam kelompok non-farmakologis, sedangkan selebihnya sudah termasuk kelompok ketergantungan obat. Namun terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa seseorang dapat beralih dari tipe psikososial, melalui tipe pencari kenikmatan hingga menjadi bentuk-bentuk ketergantungan akan nikotin.

Sumber : Indonesia Tobacco Control

Iklan

4 Responses to “7 Jenis Motivasi Merokok”


  1. 1 abah 22 Desember, 2008 pukul 6:10 am

    suatu hal yang tidak masuk akal, semua sudah tahu bahayanya kok masih juga melakukakan. tentu saja karena faktor mental yang tidak sehat atau mengalami gangguan. saya sangat memberikan dukungan kepada para perokok untuk berhenti dari kebiasaan merokok. lebih baik kita berteman bergaul tanpa rokok.

  2. 3 No Smoking 14 Mei, 2010 pukul 5:57 pm

    ada temen juga yang jadiin rokok sebagai OBAT KURUS

    Seseorang yg saya kenal berhenti merokok selama 1 bulan, namun ia memulai merokok kembali karena orang-orang mengatakan ia mulai gemuk akhir2 ini. intinya setelah ia berhenti merokok tubuhnya menjadi berisi, yang menurut saya maksud mereka bukan gemuk besar tetapi berisi daripada biasanya dan kelihatan lebih segar. Tetapi sayangnya ia mengarikan lain dan langsung kehilangan kepercayaan diri.

    apa yang dapat kita simpulkan, terlihat jelas bahwa rokok telah mengambil/merusak zat2 penting yg ada ditubuhnya selama ia merokok dan setelah ia berhenti zat2 yang penting tersebut telah berfungsi dg baik kembali dan hal itu membuat tubuhnya sedikit berisi dan sehat. wajahnya jauh lebih terlihat segar dibandingkan ketika ia merokok.

    karena itu marilah para Perokok untuk memulai Hidup Sehat. Sayangilah tubuh yang telah dititipkan Tuhan kpd Anda.

  3. 4 cyphut 31 Mei, 2010 pukul 10:58 pm

    Ada satu cara lagi untuk terapi berhenti merokok secara bertahap, yaitu dgn menggunakan Rokok Elektrik, cara penggunaan seperti rokok tapi elektrik dan tidak terdapat zat2 kimia yang membahayakan. Jadi selama proses terapi tetap merasakan gaya merokok yg sama… tetapi lebih sehat, lebih bersih karena tidak ada puntung dan abu rokok, tidak membahayakan org sekitar karena tidak berbau.. untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi 021-99677834…. Thx.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

Rank

Stats

  • 411.828 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com
Iklan

%d blogger menyukai ini: