SOSIALISASI ANTI NARKOBA : SEBUAH PEMBODOHAN PUBLIK

Oleh : Teuku Farhan Alian

Saya mengikuti sebuah seminar anti narkoba yang bertema “Indahnya hidup tanpa narkoba”, kemudian setelah pemateri dari Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh selesai mempresentasikan jenis-jenis narkoba, saya mengajukan pertanyaan yang menyatakan bahwa saya adalah mantan pengguna narkoba dan narkoba yang saya gunakan adalah rokok. Jadi seharusnya perokok itu disebut juga sebagai pengguna narkoba. Rokok adalah sumber dari segala sumber narkoba artinya omong kosong jika ingin mensosialisasikan gerakan anti narkoba tanpa menyentuh sumbernya yakni rokok. Seharusnya pemerintah melakukan sosialisasi dengan pendekatan gerakan nasional anti rokok untuk menyukseskan program anti narkoba. Narkoba terlalu umum, terlalu banyak produk narkoba yang saya sendiri tidak hafal, saya memiliki kekhawatiran jangan-jangan setelah mempresentasikan produk-produk narkoba, para peserta seminar berkeinginan mencoba salah satu narkoba yang belum dia coba. Karena sifat anak muda yang masih suka coba-coba, mereka tidak memperdulikan efek samping dari narkoba tersebut karena pengakuan dari orang lain dan kepuasan pribadi lebih penting dari efek samping narkoba.


Namun, saya sangat kecewa dengan jawaban dari pemateri tersebut yang menjawab dengan pemahaman yang sangat sempit yang menyatakan bahwa pertanyaan anda adalah klasik dan sudah banyak ditanyakan oleh banyak pihak, kemudian melanjutkan dengan argumen bahwa APBN negara 70% bergantung kepada pajak rokok, jadi sulit untuk memberantas rokok. Sebuah jawaban yang menurut saya merupakan sebuah pembodohan publik, apalagi peserta seminar tersebut dihadiri oleh guru dan siswanya. Dengan memihak kepada perusahaan rokok dan sama saja dengan melegalkan narkoba. Jawaban yang sangat fatal yang dijawab oleh pemateri berkaitan dengan ketergantungan negara kepada pajak rokok adalah kesalahan besar karena pemateri tidak menyebut -atau mungkin tidak tahu- jika APBN yang dikeluarkan pemerintah untuk kesehatan khususnya untuk penyakit yang diakibatkan oleh rokok sepuluh kali lipat lebih besar daripada pajak yang dihasilkan dari rokok. Sangat ironi dan layak disebut sebagai pembodohan publik. Alasan lain yang sering diungkapkan para “pembela” rokok ini baik dari kalanagan pemerintah maupun petugas kesehatan adalah kekhawatiran terhadap karyawan/buruh yang bekerja di pabrik rokok. Coba kita berkaca kepada pengalaman krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1998, ada banyak pabrik yang tutup dan otomatis buruhnya pun ikut di PHK, tapi apakah mereka lantas tidak memiliki pekerjaan pengganti lainnya atau tidak bisa melanjutkan hidupnya dan mati karena tidak bekerja di pabrik tersebut, tidak. Dalam hal ini, sisi spiritual yang dangkal tidak akan mampu menjawab pertanyaan ini. Dalam Islam, Allah swt menjanjikan setiap rezeki seseorang baik itu rezeki yang halal maupun yang haram, dan rezeki yang telah ditetapkan kepada setiap orang sejak manusia berusia 120 hari tidak mungkin diambil oleh orang lain karena Allah sudah menjaminnya kepada setiap orang baik dia muslim atau non-muslim. Jika kita memiliki keyakinan tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan pekerjaan maka Allah akan mengabulkan dan memudahkan kita untuk mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik. Sebuah solusi sederhana dan tidak dapat dipahami oleh orang yang tidak bertuhan. Kita harus melihat masalah rokok ini sebagai permasalahan global karena diduga rokok digunakan oleh negara-negara maju untuk membodohi dan membunuh secara perlahan generasi penerus bangsa yang ada di negara berkembang seperti Indonesia. Kita masih ingat dahulu, bagaimana negeri Cina ditaklukkan dengan opium oleh bangsa Inggris. Begitu juga Indonesia yang ditaklukkan oleh negara maju hanya dengan racun seharga seribu perak per batang. Indonesia tidak pernah mau belajar bagaimana di negara-negara maju rokok sudah dijadikan sampah dan merupakan persyaratan mutlak sebuah perusahaan ternama yang tidak membolehkan karyawan atau calon karyawannya merokok. Sedangkan di Indonesia baru sedikit perusahaan yang memiliki budaya untuk tidak menerima karyawan perokok. Ini adalah sebuah pembodohan publik, satu sisi pemerintah mengkampanyekan anti narkoba, satu sisi pemerintah mempertahankan narkoba itu tetap ada agar pajak negara semakin banyak. Jangan heran, kalo negara kita banyak koruptornya karena uang negara dihasilkan dari hasil yang tidak baik. Pembodohan publik ini akan berakhir jika pemerintah berani untuk memfokuskan gerakan anti narkoba dengan mengganti slogan menjadi gerakan anti rokok./tfa

Blog : Teuku Farhan

5 Responses to “SOSIALISASI ANTI NARKOBA : SEBUAH PEMBODOHAN PUBLIK”


  1. 1 r.praptopo 23 Februari, 2009 pukul 9:58 pm

    Setahu saya rokok tidak termasuk kedalam salah satu jenis narkoba.
    Kecuali dalam rokok dimasukan benda lain, misalkan ganja dan sejenisnya, yang akan membuat sipenghisapnya menjadi puyeng-puyeng enaak..yang bikin ni’mee itu ganjanya. Demikian pula jenis narkoba yang dihirup memakai “Bong”,ini malah tak ada rokoknya lho. Bisa bikin puyeng-puyeng enaak juga. dan seterusnya..
    Tapi saya setuju berat, bahwa inti tulisan sdr.T.Farhan adalah : Bahwa menghisap rokok sangat berbahaya karena menjadi sumber utama/ cikal-bakal orang mengenal narkoba, dan kemudian sulit menghentikannya.. Mengapa pemerintah negara kita membiarkan rakyatnya merokok yang lebih banyak kerugiannya?
    Perokok musti dipersulit semua urusannya dan dijadikan warga kelas 3,seperti di Israel & Singapura. Karena sangat merugikan dirinya dan orang lainnya !
    Coba bercermin ke negara israel & Singapura ini, yang memproduksi & menjual banyak rokok untuk dunia. Tetapi warganya tidak atau jarang merokok. Karena merokok banyak ruginya tapi menjual rokok, akan banyak untungnya …. hehe3x maaf ini fikiran pedagang yang tau kesehatan.

    • 2 Admin 23 Februari, 2009 pukul 11:37 pm

      Saya baru saja mengikuti seminar anti narkoba yang diselenggarakan oleh BNP(badan narkotika provinsi),,,disitu jelas-jelas rokok disebut salah satu bagian dari narkoba krena menimbulkan kecanduan,merusak syaraf dan efek buruk lainnya seperti narkoba lainnya…..Tapi menurut saya ROKOK LEBIH PARAH DARI NARKOBA APAPUN KARENA TIDAK HANYA MERUSAK DIRI TAPI SATU-SATUNYA NARKOBA YANG IKUT MERUSAK ORANG LAIN DENGAN ASAP ROKOKNYA,,,,MARI ENYAHKAN DAN LAWAN BIANG NARKOBA INI

  2. 3 syafiq 30 Oktober, 2009 pukul 8:43 am

    justru rokok lebih berbahaya dari narkoba, selain ikut meracuni diri sendiri (dengan nikotin) dan orang lain, orang yang merokok tidak sadar bahwa yang mereka lakukan itu tidak apa-apa (karena pada umumnya orang merokok tidak dipermasalahkan, ato dianggap kriminal)

  3. 4 kurotsuki 26 Januari, 2012 pukul 7:26 pm

    Heran saya dengan orang-orang yang mau merokok. Lha produsennya sendiri udah ngaku kok kalau mereka sendiri ga mau membunuh diri sendiri dengan rokok (ini ada liputannya waktu Pameran Dagang Rokok tahun 2010 silam).

    Lha yang bikin aja ga mau mengkonsumsi rokok. Orang malah getol bela-belain mereka. Padahal hartanya justru diporotin ama yang mereka bela melalui rokok.

  4. 5 cak.sidik 27 Januari, 2013 pukul 4:41 pm

    kita harus bermain lebih cantik untuk mengenyahkan rokok, kita menggunakan pendekatan kecerdasan emosional dan spiritual
    saja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • Cuma Sebatang Rokok Sehari Tetap Bikin Cepat Mati - Health Liputan6.com 8 Desember, 2016
    Cuma Sebatang Rokok Sehari Tetap Bikin Cepat MatiHealth Liputan6.comBanyak orang berpikir seperti di atas: bahwa hanya mengisap sebatang rokok tidak memengaruhi kesehatan. Faktanya, meskipun hanya merokok sebatang saja tetap memperbesar kemungkinan cepat mati dibandingkan dengan yang tidak merokok.
  • Kawasan Tanpa Rokok, Fasilitas Umum Jadi Tantangan - Radar Banyumas 8 Desember, 2016
    Radar BanyumasKawasan Tanpa Rokok, Fasilitas Umum Jadi TantanganRadar BanyumasBerdasarkan Perda tentang KTR, fasum menjadi salah satu kawasan yang harus bebas kegiatan merokok, atau jual beli rokok. Adapun fasum yang masuk dalam KTR antara lain pasar, terminal, tempat wisata, hotel, halte, gedung pertemuan, pertokoan, ...KTR Segera Berlaku di SidrapRakyatku. […]
  • Pemusnahan Bergelombang, Dominan Rokok, Tembakau dan Miras - Sumatera Ekspres Online 8 Desember, 2016
    Pemusnahan Bergelombang, Dominan Rokok, Tembakau dan MirasSumatera Ekspres Online"Di wilayah Sumbagsel lebih banyak ke sitaan miras, rokok ilegal, tembakau iris, bibit dan seks toy. Sedangkan untuk beras dan bawang hampir tidak pernah," aku RR Devi Rahayu, Kasubag Humas Bea cukai Kanwil Sumbagsel, dibincangi disela-sela ...
  • Tentang Lokasi Pemasangan Iklan Rokok Dispenda dan Dinkes ... - Saibumi.com 8 Desember, 2016
    Saibumi.comTentang Lokasi Pemasangan Iklan Rokok Dispenda dan Dinkes ...Saibumi.comSaibumi.com, Gedongtataan - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran beda pendapat tentang penempatan banner iklan rokok yang terpasang di aeral tempat ibadah. Menurut Dispenda asal tidak di ...
  • VIDEO - Sehari Isap 30 Batang Rokok, Nenek Asal Nepal Ini Tetap ... - Surya 8 Desember, 2016
    SuryaVIDEO - Sehari Isap 30 Batang Rokok, Nenek Asal Nepal Ini Tetap ...SuryaDalam sehari, perempuan yang tinggal di kawasan perbukitan Nuwakot, Nepal ini, bisa merokok hingga 30 batang. Dikutip dari UPI.com, meski perokok berat, namun nenek Batuli ini adalah seorang yang aktif. "Bukan karena rokoknya. Anda akan meninggal ...
  • Pemkot Solo akan Terbitkan Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok - Republika Online 6 Desember, 2016
    Republika OnlinePemkot Solo akan Terbitkan Perda Kawasan Tanpa Asap RokokRepublika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota Solo tengah merencanakan untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kawasan tanpa asap rokok. Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsing mengatakan Pemkot Solo bermaksud ...dan lainnya »
  • Hasil Penelitian: Rokok Elektrik Memiliki Resiko Lebih Rendah Dari ... - Tribun Bali 6 Desember, 2016
    Tribun BaliHasil Penelitian: Rokok Elektrik Memiliki Resiko Lebih Rendah Dari ...Tribun BaliTRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Di tengah perkembangan zaman, kebiasaan merokok yang diketahui dapat mengancam kesehatan bahkan menyebabkan kematian seseorang. Kini mulai bergeser dengan hadirnya rokok elektrik atau yang sering disebut ...
  • Iklan Rokok Diminta Jangan Dipasang Dekat Sekolah - Republika Online 5 Desember, 2016
    Republika OnlineIklan Rokok Diminta Jangan Dipasang Dekat SekolahRepublika Online"Jika ingin mencegah anak menjadi perokok pemula, perusahaan rokok harus berhenti mengiklankan produknya, tidak cukup hanya dengan menempel stiker 18+," kata Ketua Lentera Anak Lisda Sundari dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (4/12).
  • 10 Hisapan Rokok Elektrik Sudah Bisa Rusak Jantung - Health Liputan6.com 5 Desember, 2016
    10 Hisapan Rokok Elektrik Sudah Bisa Rusak JantungHealth Liputan6.comPaparan yang sangat singkat pada uap rokok elektrik tersebut, menunjukkan dampak pada integritas pembuluh darah yang mengarah ke aterosklerosis di masa depan, atau lebih dikenal sebagai pengerasan arteri. Bahkan tingkat EPC tersebut baru bisa ...dan lainnya »
  • Sulitnya Menembus Pasar Rokok China - Swa 7 Desember, 2016
    SwaSulitnya Menembus Pasar Rokok ChinaSwaDengan jumlah penduduknya yang besar, China menjadi pasar rokok terbesar di dunia. Bayangkan, 43% rokok dunia habis dibakar di Negeri Tirai Bambu. Meski begitu, tidak sembarang perusahaan bisa ikut menikmati kue yang menjanjikan tersebut.dan lainnya »

Rank

Stats

  • 394,958 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

%d blogger menyukai ini: