Beasiswa : Strategi Industri Rokok Menutup Borok

beswan djarum

sampoerna foundation

oleh : @teukufarhan – pecinta hidup sehat

Bebasrokok.wordpress.com – Industri rokok dalam beberapa kurun waktu terakhir ini gencar memberikan beasiswa pendidikan untuk anak berprestasi. Sebut saja program beswan Djarum dan Sampoerna Foundation yang rajin menyumbang sebagian kecil keuntungannya untuk program peningkatan sumber daya manusia Indonesia melalui beasiswa pendidikan.

Lalu salahkah tindakan mereka?. Bukan hanya salah tapi cenderung licik. Industri rokok berusaha menutupi boroknya dengan menanamkan kesan positif kepada masyarakat berupa beasiswa pendidikan. Siapa yang tidak setuju dengan program pendidikan bagi masyarakat bukan?. Kondisi seperti ini akan memuluskan industri rokok merajalela dan semakin percaya diri dalam program bisnis liciknya yakni berusaha membunuh jutaan generasi bangsa yang jumlahnya puluhan juta dibandingkan orang-orang yang mendapat beasiswa yang hanya segelintir. Anda bisa bayangkan jutaan calon tunas bangsa mesti mati sia-sia karena terpapar asap rokok dari perokok yang tidak bermoral atau justru terjerumus kedalam lembah hitam dengan menjadi perokok aktif karena lingkungannya mendukung.

Dari sekian “niat baik” industri rokok barangkali jarang yang mengetahui jika para industri rokok ini juga tidak sekedar investasi pada bidang pendidikan namun juga pada bidang perjudian. Sebut saja Putra Sampoerna yang pernah dikabarkan menginvestasikan sebagian besar keuntungannya pada bisnis judi di Las Vegas, maupun Djarum yang melakukan berbagai cara untuk bisa laku di pasar asing bahkan dengan merekrut model iklan untuk telanjang seperti model iklan Djarum yang melakukan body painting. Jangan-jangan selain diberikan beasiswa lalu di ajarkan body paiting. Cari saja di Google Images dengan kata kunci “Djarum” anda akan menemukan model-model iklan djarum yang seksi.

Masyarakat hendaknya jangan sampai tertipu dengan siasat industri rokok ini dalam melegalkan Bisnis Jahatnya. Yang mereka lakukan selama puluhan tahun ini adalah memproduksi SENJATA PEMUSNAH MASSAL dan akan bereaksi efektif setelah 20 tahun akan datang sejak perokok pertama kali merokok.

Saya ikut prihatin dengan orang-orang maupun program acara yang menginspirasi rakyat Indonesia seperti Kick Andy, namun masih menggunakan Industri Rokok sebagai sponsor acaranya. Demi keuntungan yang tak seberapa mereka menggadaikan harga dirinya untuk mendukung Industri Pembunuh Massal ini. Semoga masyarakat kita semakin sadar akan liciknya geliat industri rokok di tanah air dan senantiasa menjaga keluarganya dari serangan asap rokok sebagai senjata PEMUSNAH MASSAL yang dilegalkan oleh pemerintah.

Jangan-jangan nanti ada tempat judi,pabrik narkoba atau pelacuran kemudian sebagian keuntungannya digunakan untuk beasiswa malah dilegalkan oleh pemerintah atau masyarakat.

Iklan

8 Responses to “Beasiswa : Strategi Industri Rokok Menutup Borok”


  1. 1 abenk 11 Oktober, 2010 pukul 11:07 am

    nice post….salam kenal….

  2. 3 marvel 9 Februari, 2011 pukul 6:03 pm

    salam kenal, sharing aja pada tau ga kalau ada penemuan baru yang dapat mencegah rokok merusak kesehatan? gw dapet disini ni http://www.indonesiatobacco.com/2011/02/penemuan-ampuh-unibraw-cegah-rokok.html

  3. 4 marlborolight75 13 April, 2011 pukul 8:35 pm

    Salam kenal, baru berhenti merokok selama 16 hari nih. Mohon supportnya.

  4. 5 Reza Meifia Fitra 24 Juli, 2011 pukul 11:16 pm

    Saya sedikit setuju dgn posting ini…. namun posting ini rasanya kurang objektif…. menghubungkan antara beasiswa dg ancaman kesehatan. soalnya beasiswa yang diberikan bukan berarti diwajibkan untuk merokok atau pun mempromosikan rokok. dari sisi etika bisnis Ini hanya suatu CSR perusahaan sebagaimana perusahaan besar pada umumnya. Jika dari sudut pandang marketing, ini merupakan brand product communication dalam lingkup brand corporation communication

    • 6 she 16 Februari, 2013 pukul 10:07 am

      CSR rokok hasilnya dari mana ? dari hasil penjualan rokok kan ? lalu apa beda nya ? sama – sama merusak moral bangsa . konsumen nya pun adalah rakyat indonesia . Setelah rokok merusak moral bangsa , mrk lalu mencuci uang dengan memberikan hal semacam beasiswa dari hasil penjualan rokok .

    • 7 aan 20 Mei, 2013 pukul 8:33 am

      perusahaan rokok idealnya punya CSR berwujud Rumah Sakit khusus bagi penderita penyakit akibat rokok

  5. 8 Ilham_satrio 25 Januari, 2012 pukul 8:04 pm

    Ada mispersepsi. Adalah benar jika barrier antara kebutuhan pendidikan dan kebutuhan akan kesehatan, dan atau kenikmatan (merokok) bertolak belakang. Ia berada pada koridor masing-masing, bukan untuk diterawang kredibelitasnya. Namun, yg unik disini, hadirnya program beasiswa dari produsen rokok tak lain dan tak bukan merupakan bagian dari apa yg namanya CSR, yakni Corporate Social Responsibilty.

    Lewat CSR ini, perusahaan rokok bak mengemban tugas yg mulia setelah sebelumnya ‘meracuni’. Atau, katakanlah, perusahaan masih berbaik hati untuk sedikit peduli akan nasib pendidikan kita. Setelah program turunan dari CSR, beasiswa, berjalan mulus lurus ajeg, maka lahirlah harapan dari masyarakat. Baik perihal pendidikan, olahraga, atau pembangunan pada umumnya. Dalam hal ini, pendidikan sptnya jadi prioritas utama. Kelahiran harapan dari masyarakat tentu saja akan melanggengkan perusahaan. Karena terproduksinya ‘trust’ tadi, perusahaan pun diatas angin. Kepercayaan, kualitas, dan merek dagang mendapat akreditasi positif dari publik. Inilah asas fungsi CSR.

    Efek lain dari CSR semisal postingan ini. Kritis menilai kebijakan yg diambil perusahaan rokok, menolak ‘disogok’ oleh moralitas kosmetik macam beasiswa, atau di ranah lain mungkin, ‘bakrie award’. Tetapi ada sebuah domain yg luput dari penilaian penulis, bahwasannya masyarakat akan jauh lebih sehat wal afiat tanpa kehadiran kretek atau rokok filter adalah benar, dan hal terebut menjadi hak bagi seluruh masyarakat, maka dari itu produsen rokok pun seakan menjadi tertuduh, bahkan bertitel tersangka karena produknya telah merusak meracuni masyarakat. Ya, semua itu benar adanya, dan semua itu merupakan buah dari CSR.

    Domain yg luput tsb adalah, kita lupa bahwa Hak kita untuk sehat adalah urusan Negara, bukannya pabrik rokok, sekali lagi, Bukan sama sekali urusan Djarum, Sampoerna, atau rokok-rokok lain. Hak kita untuk mendapatkan kelayakan hidup, beserta juga kesehatan didalamnya merupakan murni urusan Negara. Lantas, dimana peran BPOM atau instansi Negara terkait majemuk/lumrah/halalnya peredaran rokok di Indonesia? Bahkan hingga dikonsumsi oleh remaja dibawah umur sekalipun? Negara yg sebagi regulator juga patut dikritisi, mengingat begitu bebasnya transaksi rokok, alkohol, dan kebutuhan yg bersifat ‘abu-abu’ di Indonesia. Jika pun Negara berandil positif, produsen rokok tak akan mempunyai kebebasan yg merupakan fasilitas dari Negara demi mengeruk untung dibalik depopulasi perlahan kontinyu dan simultan oleh rokok. Dan, para petani tembakau di Kudus hidup sejahtera tanpa perlu menjadi kacung korporasi kretek, dibarengi tercapainya kebutuhan untuk sehat bagi masyarakat pd umumnya. Contoh kecil; akses edukasi, makanan ringan sehat murah, dan yg paling penting Kesejahteraan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • This RSS feed URL is deprecated 20 Juni, 2018
    This RSS feed URL is deprecated, please update. New URLs can be found in the footers at https://news.google.com/news
  • Ini persepsi terhadap rokok elektrik - ANTARA 20 Juni, 2018
    ANTARAIni persepsi terhadap rokok elektrikANTARAHasil penelitian yang komprehensif mengenai produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik terkadang cenderung dinilai negatif oleh masyarakat, padahal produk ini memiliki potensi risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok ...
  • Pakar Jelaskan Fakta Rokok Elektrik, Benarkah Tak Berbahaya? - Tempo.co 20 Juni, 2018
    Tempo.coPakar Jelaskan Fakta Rokok Elektrik, Benarkah Tak Berbahaya?Tempo.coTEMPO.CO, Jakarta - Persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik dinilai masih keliru, yang menganggap risiko kesehatan produk tembakau alternatif sama bahayanya dengan rokok konvensional. Begitu kata peneliti. "Masih ada perbedaan yang cukup ...Persepsi terhadap Rokok Elektrik D […]
  • Siap-Siap, Cairan Rokok Elektrik Kena Cukai 57 Persen per 1 Juli ... - Liputan6.com 20 Juni, 2018
    Liputan6.comSiap-Siap, Cairan Rokok Elektrik Kena Cukai 57 Persen per 1 Juli ...Liputan6.comBegini penjelasan lengkap DJBC mengenai implementasi cukai rokok elektrik atau vape sebesar 57 persen mulai 1 Juli 2018.Mulai 1 Juli 2018, cairan rokok elektrik kena cukai 57 persenmerdeka.com2 artikel berita sekaligus »
  • Pengusaha Ingin Aturan Tirai Rak Rokok di Kota Bogor Direvisi - kumparan.com 20 Juni, 2018
    kumparan.comPengusaha Ingin Aturan Tirai Rak Rokok di Kota Bogor Direvisikumparan.comKetua Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia, Muhaimin Moeti, mengungkapkan aturan ini memberatkan para pengusaha di industri rokok. Sebab, menurutnya rokok sama seperti barang dagangan lain yang bisa dipajang secara terbuka di tempat ...
  • Rak Rokok di Kota Bogor Ditutup Tirai, Jumlah Perokok Turun? - kumparan.com 20 Juni, 2018
    kumparan.comRak Rokok di Kota Bogor Ditutup Tirai, Jumlah Perokok Turun?kumparan.comSejak akhir tahun lalu Pemerintah Kota Bogor telah mewajibkan rak rokok di toko dan warung-warung ditutup tirai. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kota Bogor.
  • Ternyata RSUD Curup belum bebas asap rokok - ANTARA 20 Juni, 2018
    ANTARATernyata RSUD Curup belum bebas asap rokokANTARARejang Lebong (Antaranews Bengkulu) - Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, RA Denni mengatakan kawasan RSUD Curup ternyata masih belum bebas dari asap rokok. "Di kawasan RSUD Curup sekarang masih banyak ditemukan puntung ...dan lainnya »
  • Penelitian: Rokok elektrik dipercaya kurangi jumlah perokok di dunia - merdeka.com 18 Juni, 2018
    merdeka.comPenelitian: Rokok elektrik dipercaya kurangi jumlah perokok di duniamerdeka.comMerdeka.com - Sejumlah peneliti dunia berkumpul di acara Global Forum on Nicotine 2018 di Warsaw, Polandia untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh rokok. Para peneliti yang terdiri dari lebih 20 negara tersebut mengajak masyarakat untuk ...dan lainnya »
  • Kata Pengusaha Ritel Soal Aturan Penjualan Rokok di Kota Bogor - kumparan.com 20 Juni, 2018
    kumparan.comKata Pengusaha Ritel Soal Aturan Penjualan Rokok di Kota Bogorkumparan.comSeluruh minimarket di Kota Bogor saat ini diwajibkan menutup rak penjualan rokok dengan tirai. Aturan ini diberlakukan sesuai Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok Kota Bogor yang melarang iklan rokok di ruang publik.
  • Usai Beli Rokok, Rahman Diseret ke Mobil hingga Bonyok Dikeroyok OTD - Sriwijaya Post 20 Juni, 2018
    Sriwijaya PostUsai Beli Rokok, Rahman Diseret ke Mobil hingga Bonyok Dikeroyok OTDSriwijaya PostSRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Apes yang dialami A. Rahman Efendi (34) warga Lorong Roda Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang ini. Dirinya harus menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh tak dikenal (OTD).Keluar Beli Rokok, Rahman Malah Diculik d […]
  • Pembobol Rumah Tinggalkan Sebungkus Rokok di TKP - Tribun Medan 19 Juni, 2018
    Tribun MedanPembobol Rumah Tinggalkan Sebungkus Rokok di TKPTribun MedanSIANTAR,TRIBUN-Satu unit rumah yang kebetulan ditinggal pemiliknya berobat di Jalan Cornel Simajuntak, Kelurahan Nagahuta, Siantar Marimbun dibobol maling. Menurut informasi, rumah itu milik M Nainggolan. Dalam aksinya, pencuri menggasak satu ...dan lainnya »

Rank

Stats

  • 408,486 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com
Iklan

%d blogger menyukai ini: