Arsip untuk November, 2011

[POLLING] SLOGAN RUMAH BEBAS ROKOK

Jawaban lain dari voter :
RUMAH ANTI ROKOK 2
rumahku rokokku 1
RUMAH SEHAT TANPA ROKOK 1
RUMAH TANPA ASAP ROKOK 1
hidup tanpa rokok 1 Lanjutkan membaca ‘[POLLING] SLOGAN RUMAH BEBAS ROKOK’

21 Juta Anak Indonesia Merokok


VIVAnews – Jumlah perokok pada kalangan anak dan remaja meningkat terus setiap tahunnya. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memperkirakan ada 21 juta anak Indonesia menjadi perokok dan meningkat setiap tahunnya.
Jumlah anak merokok mulai meningkat mulai 2001. Tahun ini diperkirakan ada kenainkan hingga 38 persen dari jumlah anak yang merokok di Indonesia. Sementara untuk Jakarta, tingkatnya diperkirakan mencapai 80 persen.
Karena itu Komnas PA meminta pemerintah mengubah draf rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang tembakau yang justru mengkriminalisasi anak. Ada pasal dalam aturan itu yang harusnya memberi kepastian hukum untuk melindungi anak dan remaja dari dampak tembakau.
Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, dalam pada Pasal 45 dalam RPP disebutkan setiap anak di bawah usia 18 tahun dilarang membeli atau mengkonsumsi produk tembakau. “Pasal ini, tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak dengan memposisikan anak sebagai obyek yang akan dikriminalisasi,” kata Arist di Kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Arist menambahkan, kewajiban negara memberikan perlindungan kepada anak dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembangnya sehingga terlindungi menjadi perokok pemula.
Jadi, lanjutnya, bukan melarang anak membeli dan mengkonsumsi rokok, tapi harusnya melarang industri rokok untuk menawarkan produknya. “Dengan melarang iklan, promosi dan sponsor rokok,” katanya.

Sementara itu juga, dengan maraknya iklan rokok yang tersebar luas dimanapun, dia tidak yakin jika konsumsi rokok pada anak dan remaja berkurang. Sebab iklan tersebut mendorong anak perokok untuk terus merokok dan yang tadi sudah berhenti menjadi tergoda kembali.

Karena itu, harus dikritisi RPP tembakau tersebut. Apakah bertujuan untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya zat adiktif atau malah mengorbankan anak dengan menempatkan sebagian kelompok yang dipersalah. “Nampaknya negara ini tidak berupaya untuk mencegah anak menjadi perokok,” ujarnya. (adi)
• VIVAnews – RABU, 11 MEI 2011, 06:02 WIB Eko Priliawito, Siti Ruqoyah

Rima Melati: Saya Kena Kanker Karena Merokok


Di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi, Rima Melati menjadi saksi hidup bahaya rokok

VIVAnews — Aktris senior, Rima Melati menjadi saksi pihak pemerintah dalam sidang uji materi pasal tembakau di Mahkamah Konstitusi.

Di hadapan majelis hakim, Rima menjadi saksi hidup bahaya lintingan tembakau itu. “Penyakit kangker yang saya derita itu disebabkan karena dahulu saya adalah seorang perokok,” kata dia, Rabu 5 Januari 2011.

Berbekal pengalaman buruknya itu, kini Rima gencar melakukan penyuluhan bahaya rokok, bahwa pengaturan zat adiktif sangat penting. “Jadi, saya bukannya mau menutup itu pabrik rokok,” tambahnya.

Sidang yang mengagendakan penyampaian keterangan juga menghadirkan Anggota DPR, RI Hakim Sarimuda Pohan. Kata dia, kebiasaan merokok bukan hak asasi manusia melainkan kebutuhan individual.

“Jika kebiasaan merokok diartikan sebagai bagian dari hak asasi manusia, jelas perlu diluruskan,” kata Sarimuda Pohan.

Anggota DPR dari Fraksi Demokrat ini menyatakan besarnya penerimaan cukai rokok kepada negara tidak diimbangi dengan biaya kesehatan yang harus ditanggung akibat rokok.

Uji materi pasal tembakau diajukan para petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau.

Uji materiil Pasal 113 ayat (2) UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ini diajukan lantaran pasal itu menyatakan tembakau merupakan zat yang bersifat adiktif. Ketentuan ini dinilai menghambat dan mengurangi produk jenis tanaman tembakau yang mengakibatkan kerugian materil petani tembakau dan cengkeh Indonesia — karena rokok kretek pasti menggunakan tembakau dan cengkeh Indonesia.

Pemohon yang diwakili oleh Ketua APTI Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata, mengungkapkan pemberlakuan UU Kesehatan dapat mematikan petani tembakau dan industri rokok kecil di Indonesia.

Selain itu, pemohon juga mempermasalahkan mengapa dalam UU itu hanya tembakau yang disebut secara eksplisit sebagai tanaman yang mengandung zat adiktif dan harus menampilkan peringatan kesehatan di bungkusnya.

“Ini diskriminasi, padahal banyak tanaman lain yang juga mengandung zat adiktif, seperti teh, kopi, atau anggur,” kata kuasa hukum pemohon,Wakil Kamal.

Pihak penyampai keterangan tambahan dari PT Djarum yang diwakili oleh Subronto mengatakan keberadaan pasal itu mengancam keberlangsungan usahanya.

“Fakta tahun 2010 kami memiliki 73 ribu karyawan. Dengan pasal 113 UU kesehatan seolah-olah perusahaan yang ilegal sehingga cemas dan terancam,” katanya.

Sementara, dari PT HM Sampoerna, Yos Adiguna Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya tidak sepenuhnya menolak pasal 113.
Menurutnya, dalam UU kesehatan perlu pencantuman jelas tembakau zat aditif mengenai rokok. “Kami mengkomunikasikan informasi jelas pada masyarakat melalui website. Perlu UU khusus tentang tembakau dan mempertimbangkan institusi pemerintah, serikat petani tembakau,” katanya.
• VIVAnews

43 Juta Lebih Anak Indonesia Serumah dengan Perokok

Ilustrasi (Foto: bioethics.net)
Jakarta, Pada anak-anak, dampak buruk asap rokok dapat memicu berbagai penyakit kronis. Celakanya lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok.

Data terebut terungkap dalam The Global Youth Tobacco Survey yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2006. Ini berarti 64,2 persen anak indonesia terpapar asap rokok selama di rumah.

Data lain yang terungkap adalah 57 persen rumah tangga di Indonesia, memiliki sedikitnnya 1 orang perokok. Dari jumah terebut, hampir semuanya (91,8 persen) merokok di rumah.

Kondisi tersebut menjadikan anak-anak sebagai perokok pasif atau second hand smoker. Dampaknya tentu saja tidak lebih baik dibandingkan pada perokok aktif itu sendiri.

Anak-anak yang terpapar asap rokok dapat mengalami pertumbuhan paru-paru yang lebih lambat. Akibatnya menjadi rentan terkena bronkhitis, infeksi saluran napas dan telinga serta asma.

Padahal kesehatan yang buruk di usia dini akan menyebabkan kesehatan yang buruk pula saat tumbuh dewasa. Hal ini diungkap oleh Menteri Kesehatan RI Endang Sedyaningsih dalam jumpa pers menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kemenkes, Jumat (27/5/2010).

“Tembakau membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35-69 tahun,” ujar Menkes.

Data endemi dunia menunjukkan, tembakau membunuh lebih dari 5 juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut, diperkirakan akan terjadi 10 juta kematian pada 2020. Sekitar 70 persennya terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Survei tersebut juga mengungkap bahwa 37,3 persen pelajar merupakan perokok aktif. Parahnya, 3 dari 10 pelajar telah merokok sejak berusia di bawah 10 tahun.

Sementara seseorang yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru-paru sebesar 20-30 persen dan orang tersebut bisa terkena penyakit jantung.

(up/ir)

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Tuhan Sembilan Senti

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,

tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
Rokok hukumnya haram!

Rokok hukumnya haram!

25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini

(Taufiq Ismail)


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • Rokok Terbanyak Dikonsumsi Rakyat Indonesia Setelah Beras dan ... - Republika Online 23 Mei, 2017
    Republika OnlineRokok Terbanyak Dikonsumsi Rakyat Indonesia Setelah Beras dan ...Republika OnlineREPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, mengajak para remaja hidup sehat tanpa rokok. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Erna Nuraini, remaja merupakan pasar potensial industri rokok saat ...
  • Puluhan Ribu Botol Miras dan Rokok Ilegal di Banten Dimusnahkan - Detikcom 24 Mei, 2017
    DetikcomPuluhan Ribu Botol Miras dan Rokok Ilegal di Banten DimusnahkanDetikcom"Pemusnahan kali ini dilakukan terhadap 17.388 botol minuman keras eks impor dan lokal, 312.320 batang rokok, 23,6 kg tembakau iris, 18.424 keping pita cukai palsu, serta beberapa barang lain," ujar Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Banten, Hary Budi ...Bea Cukai Musnahkan […]
  • Wujudkan Enrekang Tanpa Asap Rokok, Ini Upaya Dinas Kesehatan - Tribun Timur 25 Mei, 2017
    Tribun TimurWujudkan Enrekang Tanpa Asap Rokok, Ini Upaya Dinas KesehatanTribun TimurSalah satu upaya yang dilakukan adalah menggenjot adanya peraturan desa (perdes) di setiap desa terkait larangan merokok. "Itu bisa dilakukan karena memang sudah ada perda tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok di muka umum," kata Kepala ...50% Desa di Enrekang tel […]
  • Konsumsi Rokok Lebih Besar Daripada Biaya Pendidikan - Tribun Kaltim 24 Mei, 2017
    Tribun KaltimKonsumsi Rokok Lebih Besar Daripada Biaya PendidikanTribun Kaltim109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, ...
  • Konsumsi Rokok Lebih Bikin Miskin Daripada Kenaikan Tarif Listrik - Bisnis Liputan6.com 23 Mei, 2017
    Bisnis Liputan6.comKonsumsi Rokok Lebih Bikin Miskin Daripada Kenaikan Tarif ListrikBisnis Liputan6.comNamun menurut Tulus, peran kenaikan tarif listrik terhadap pembentukan kemiskinan masih jauh lebih kecil ketimbang rokok. Menurut Data BPS porsi rokok dalam pembentukan kemiskinan mencapai 10,7 persen, terbesar kedua setelah beras yaitu 18,31 ...Bikin Miski […]
  • KENAKALAN REMAJA : Pelajar SMP di Salatiga Antre Beli Rokok ... - Solopos 25 Mei, 2017
    SoloposKENAKALAN REMAJA : Pelajar SMP di Salatiga Antre Beli Rokok ...SoloposSolopos.com, SALATIGA – Pelajar sekolah menengah pertama (SMP) tertangkap mata lensa kamera sedang mengantre untuk membeli rokok di kawasan ...dan lainnya »
  • Pria Ini Bunuh dan Perkosa Bocah Perempuan yang Menolak ... - Tribunnews 24 Mei, 2017
    TribunnewsPria Ini Bunuh dan Perkosa Bocah Perempuan yang Menolak ...TribunnewsIrsan melakukan pembunuhan karena korban kerapkali menolak ketika dimintai tolong untuk membelikan rokok. "Saya kesal pak, karena setiap kali saya minta belikan rokok dia tidak mau," ujarnya di kantor polisi, sembari meringis kesakitan akibat timah ...Menolak Disuruh Bel […]
  • Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan Kalau Nggak Mau ... - Tribunnews 23 Mei, 2017
    TribunnewsJangan Buang Puntung Rokok Sembarangan Kalau Nggak Mau ...TribunnewsTRIBUNTRAVEL.COM - Guys, apakah kamu seorang perokok yang gemar membuang puntung rokok di sembarang tempat? Jika iya, maka kamu harus waspada dan hentikan sekarang juga. Jangan sampai seperti pria ini. Seorang pria hampir terkena ...
  • Dinkes Riau Galakkan Bebas Asap Rokok Peringati Hari Tanpa ... - RiauOnline.co.id 25 Mei, 2017
    RiauOnline.co.idDinkes Riau Galakkan Bebas Asap Rokok Peringati Hari Tanpa ...RiauOnline.co.id"Mengenai Hari Tembakau secara detail bisa dikatakan bahwa kami akan menyebarkan surat edaran di seluruh instansi Pemprov Riau supaya taat dan patuh untuk membuat lingkungan kerjanya bebas tanpa asap rokok. Itu telah sesuai gerakan untuk tidak ...
  • Filter Pada Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru - Detikcom 23 Mei, 2017
    DetikcomFilter Pada Rokok Tingkatkan Risiko Kanker ParuDetikcomDr Peter D. Shields dari The Ohio State University's Wexner Medical Center, Columbus, Amerika Serikat, menyoroti adanya lubang pada filter rokok di beberapa merk rokok yang beredar saat ini. Adanya lubang tersebut malah membuat perokok mengisap ...dan lainnya »

Rank

Stats

  • 397,132 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com