Fakta Mengguritanya Lobi Kapitalis Rokok

Rp.300 Trilyun pertahun hangus jadi debu. Bagaimana dengan pajaknya? pajak dari sumber yang buruk akan berdampak buruk, lihat apa yang berubah dari pajak rokok ini, apakah petani semakin sejahtera? apakah indonesia makin “hebat”?, ga. Yang ada makin kualat gara-gara hobi makan dari penjahat-penjahat di industri racun ini.

Mari kita simak fakta kebijakan dungu para pemimpin yang membela para cukong industri racun rokok.

Meningkatnya impor tembakau dari Cina, semakin sering dan banyaknya buruh linting yang di-PHK, dan tata-niaga tembakau yang tidak berubah sejak jaman kolonial membuat kapitalis tembakau global bersuka -cita merelokasi usahanya di Indonesia dengan cara mengakuisisi pabrik rokok lokal. Pertanian tembakau semakin lama semakin berkurang, baik dari segi luas lahan maupun pekerjanya, krn industri rokok lebih memilih tembakau impor dari Cina.

Cina mengalami oversupply tembakau krn sejak negeri itu bergabung dgn WTO, pasar rokok Cina yang tadinya dimonopoli oleh pemerintah, menjadi terbuka dan banyak masyarakat dan anak muda Cina yang gandrung dgn rokok impor, spt Marlboro, Camel, dll. Harga rokok lokal pun jatuh sehingga stok tembakau mengalami kelebihan sampai 350.000 ton. Dikemanakan kelebihan ini? Yang paling enak ya dilempar ke Indonesia dgn harga yang relatif lebih murah, krn penduduk Indonesia gemar merokok.

Tembakau impor inilah yg kemudian masuk ke Indonesia dgn dibukanya kran impor tembakau, akibat kolusi pejabat2 dgn kapitalis2 rokok dalam negeri dgn alasan kebutuhan tembakau dalam negeri kurang atau kualitas tembakau dalam negeri kurang baik. Petani semakin mengalami kesulitan menjual tembakaunya ke pabrik, atau dihargai rendah, dll.

Tata niaga jaman Belanda di era Tanam Paksa membuat petani memiliki ketergantungan kpd penguasa yang menjamin akan membeli semua tembakaunya. Ketika terjadi ‘liberalisasi’ pertama kali pd abad 18, petani tidak siap mandiri, sehingga posisi pemerintah kolonial diambil alih oleh kalangan partikelir. Jadilah kalangan swasta itu yang menjamin akan membeli tembakau petani, sehingga petani kembali mengalami ketergantungan kpd ndoro pabrik swasta tadi. Pergeseran ‘ndoro’ dari kolonial ke swasta pribumi/non-pribumi itu semakin sempurna dgn politik Belanda yg mengistimewakan non-pribumi, sehingga petani pada akhirnya tetap berada pada posisi penanggung segala resiko pembudidayaan tanaman tembakau, sampai sekarang.

Begitulah nasib petani tembakau Indonesia. Penderitaannya hanya dijadikan etalase industri rokok yang diam2 semakin meningkatkan impor tembakaunya dari tahun ke tahun. Nasib petani tembakau di North Carolina, AS pun mirip ketika big tobacco industry lebih memilih memperbanyak impor tembakau dari luar negeri. Kenapa tembakau impor? Cina dgn jumlah penduduk dan tanah dataran yang luas bisa memproduksi tembakau secara massal dan murah. Harga murah ini menggoda industri tembakau dari luar Cina, termasuk Indonesia, untuk bisa menekan biaya bahan baku.

Jadi, gak usah bawa2 Tuhan pun, petani tembakau Indonesia bakal tergilas dan tergusur oleh perilaku kapitalis2 rokok yang bertuhan uang. Dgn tuhan uangnya pula mereka membeli politisi, pejabat daerah maupun pusat, akademisi, lawyer, aparat keamanan, dll untuk mendukung setiap langkahnya menumpuk uang/laba, tanpa mempedulikan nasib petani dan apalagi buruh.

Dibuat komunitas2 pembela rokok dan kegiatan2 CSR abal2 itu cuma sekedar taktik pengalihan isyu saja agar masyarakat dan media tidak menyoroti masalah2 laten yang selalu ditutup2i oleh industri rokok. Masalah itu adalah tata niaga tembakau yang tidak adil dan oligopolistik, upah buruh murah, struktur pendapatan yang timpang, pelanggaran hak2 buruh, pengabaian petani dan resikonya, dll. Semua itu ditujukan untuk pengelabuhan dan pengendalian media terhadap kotornya cara berbisnis industri rokok. Cara ini bukan hanya monopoli industri rokok asing, yg lokal pun juga sama.

Intinya mereka tidak menghendaki pengendalian. Maunya bebas! Bebas, pathakmu! Korban ketagihan rokok sekarang sudah merambah ke balita, bahkan badubu alias bawah duabelas bulan. Orang miskin pun sampai2 lebih memilih rokok daripada beli susu, lauk pauk bergizi buat keluarganya. Akibatnya, prevalensi bayi kontet (stunting) di kalangan orang miskin semakin tinggi. Hampir 90% perokok di Indonesia mulai merokok di usia kurang dari 14 tahun. Belum lagi korban meninggal akibat rokok. Bukan hanya perokok tapi juga orang sekitarnya, perokok pasif.

Inilah ancaman yang nyata bagi daya tahan bangsa. Industri rokok ini sudah dapat dikategorikan sbg memproduksi produk yang melemahkan dan meracuni anak bangsa. Ini subversif, Jo! Bukan larangan iklan rokok yang musti dioprak-oprak, Jo, tapi rokoknya itu sendiri yang musti dikendalikan dan dioprak-oprak.

//

Selengkapnya : http://chirpstory.com/li/262022

Iklan

0 Responses to “Fakta Mengguritanya Lobi Kapitalis Rokok”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • Antre Salam Tempel dari Perusahaan Rokok, Warga Antre Sejak ... - Detikcom 23 Juni, 2017
    DetikcomAntre Salam Tempel dari Perusahaan Rokok, Warga Antre Sejak ...Detikcom... warga Semampir, Kota Kediri. Dirinya sengaja mengantre untuk mendapatkan salam tempel dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Asia ini karena sekedar mengikuti tradisi. Karena sejak dulu dirinya dan teman-temannya ikut antre salam tempel ini.dan lainnya »
  • Baleg DPR usul larangan iklan rokok dicabut, 'perokok muda ... - BBC Indonesia 16 Juni, 2017
    BBC IndonesiaBaleg DPR usul larangan iklan rokok dicabut, 'perokok muda ...BBC IndonesiaPada Februari 2017 Komisi I DPR mengajukan rancangan ketentuan larangan iklan rokok namun Badan Legislasi (Baleg) DPR justru merekomendasikan agar ketentuan larangan iklan rokok tersebut dihilangkan. Dengan demikian maka iklan rokok, saran ...dan lainnya »
  • Bogor Atur Perda Rokok Elektrik - Republika Online 22 Juni, 2017
    Republika OnlineBogor Atur Perda Rokok ElektrikRepublika OnlineMengawali Konferensi tersebut, akan terlebih dahulu dilakukan pertemuan dengan Aliansi Bupati/Wali Kota se-Indonesia pada tanggal 12 Juli mendatang terkait monitoring perkembangan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).Rokok Elektrik Jadi Isu Utama dalam Kajian UU Pertembaka […]
  • Pajak Rokok Jadi Opsi Penutup Defisit Dana Jaminan Sosial ... - KOMPAS.com 21 Juni, 2017
    KOMPAS.comPajak Rokok Jadi Opsi Penutup Defisit Dana Jaminan Sosial ...KOMPAS.comMenurut Fachmi, dengan potensi pajak rokok yang mencapai Rp 14 triliun, maka 50 persennya sudah cukup bila digunakan untuk menutup defisit DJS kesehatan. Hanya saja tutur ia, opsi ini terbentur regulasi. "Harus kami lihat apakah ada celah hukum ...dan lainnya »
  • Saatnya Melarang Iklan Rokok di Media Penyiaran - Koran Jakarta 23 Juni, 2017
    Koran JakartaSaatnya Melarang Iklan Rokok di Media PenyiaranKoran JakartaBahaya Merokok - Beberapa unit bus TransJakarta, dihiasi dengan iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok. Di lingkungan negara-negara Asia Tenggara, tinggal Indonesia yang masih memperbolehkan iklan rokok di media penyiaran.Baleg “Bajak” Kepentingan Publik dalam RUU PenyiaranRMOL […]
  • Wali Kota Padang Tolak Iklan Rokok, Siap Kehilangan PAD Rp 4 ... - Tempo.co 18 Juni, 2017
    Tempo.coWali Kota Padang Tolak Iklan Rokok, Siap Kehilangan PAD Rp 4 ...Tempo.coCO, Padang - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah menegaskan komitmennya bahwa Kota Padang Bebas Iklan Rokok 2018. Alasannya, membentengi generasi muda dari dampak rokok. Menurut Mahyeldi, sejumlah produk rokok yang ijin pemasangan ...Iklan Rokok di Kota Ini Akan Dilarang Total, […]
  • Rahasia Filipina Turunkan Sejuta Perokok dalam Waktu 4 Tahun - Nasional Tempo.co (Blog) 22 Juni, 2017
    Nasional Tempo.co (Blog)Rahasia Filipina Turunkan Sejuta Perokok dalam Waktu 4 TahunNasional Tempo.co (Blog)Koordinator Ekonomi Pengendalian Tembakau Departemen Pencegahan Penyakit Tidak Menular World Health Organization Jeremias N. Paul Jr. mengatakan pengingkatan harga rokok di Filipina melalui instrumen cukai terbukti merupakan formula win-win ...
  • 9.926.744 Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 2,9 Miliar Diamankan - Detikcom 14 Juni, 2017
    Detikcom9.926.744 Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 2,9 Miliar DiamankanDetikcomSidoarjo - 9.926.744 Batang rokok illegal meliputi KPBC Madiun, Pasuruan, Tanjung Perak, Juanda, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro senilai Rp 2.998.498.420, diamankan. Ribuan batang rokok itu diamankan hasil operasi Patuh Ampadan I yang digelar oleh ...dan lainnya »
  • Belasan Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan - Radar Sampit 21 Juni, 2017
    Radar SampitBelasan Ribu Batang Rokok Ilegal DiamankanRadar SampitILEGAL: Rokok ilegal yang dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Sampit beberapa waktu lalu.(DOK.DEVITA/RADAR SAMPIT) ...
  • Uang Rokok Setahun Setengah Bisa Dapat Satu Motor, Ini Buktinya - Otomotif Liputan6.com 21 Juni, 2017
    Otomotif Liputan6.comUang Rokok Setahun Setengah Bisa Dapat Satu Motor, Ini BuktinyaOtomotif Liputan6.comSejak saat itu pula, sang suami menabung uang sebesar Rp 20 ribu yang biasanya dibelikan sebungkus rokok. Dita mengaku sang suami berhenti merokok bukan karena ingin mengirit keuangan. Maklum, sang suami bisa membeli tiga-empat bungkus ...Kumpulkan Uang R […]

Rank

Stats

  • 397,642 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com

%d blogger menyukai ini: