Posts Tagged 'industri rokok'

Philip Morris, Yahudi di Balik Perusahaan Rokok Dunia

DALAM industri rokok, nama Philip Morris mungkin asing, khususnya di Indonesia. Tapi, Morris, dengan perusahaan rokoknya, menguasai dunia hingga ke pelosok-pelosok pengap sekalipun.

Philip Morris baru bertukar nama menjadi Altria Group pada 2003. Altria berarti ‘tinggi’ yang maksudnya berasal dari bahasa Latin. Pusat operasi perusahaan produsen rokok utama dunia ini ialah di Henrico County, Virginia, Amerika. Bermula sebagai kedai tembakau pada 1847 di Bond Street, London, kini Philip Morris menjadi perusahaan nomor satu bagi produsen makanan, penjual keju dan perusahaan rokok di Amerika.

Ia juga menjadi perusahaan makanan kedua terbesar di dunia dan ketiga dalam bisnis permen.

Siapa Philip Morris?

Philip Morris adalah seorang pengusaha Yahudi, perusahaan tembakau itu berkembang sebagai sebuah perusahaan ketiga paling menguntungkan dalam bisnis di dunia. Pada akhir tahun 2007, ia mencatatkan pendapatan sebanyak US$8.9 miliyar dengan mengeluarkan 850 juta batang rokok di seluruh dunia.

Lanjutkan membaca ‘Philip Morris, Yahudi di Balik Perusahaan Rokok Dunia’

Iklan

Beasiswa : Strategi Industri Rokok Menutup Borok

beswan djarum

sampoerna foundation

oleh : @teukufarhan – pecinta hidup sehat

Bebasrokok.wordpress.com – Industri rokok dalam beberapa kurun waktu terakhir ini gencar memberikan beasiswa pendidikan untuk anak berprestasi. Sebut saja program beswan Djarum dan Sampoerna Foundation yang rajin menyumbang sebagian kecil keuntungannya untuk program peningkatan sumber daya manusia Indonesia melalui beasiswa pendidikan.

Lalu salahkah tindakan mereka?. Bukan hanya salah tapi cenderung licik. Industri rokok berusaha menutupi boroknya dengan menanamkan kesan positif kepada masyarakat berupa beasiswa pendidikan. Siapa yang tidak setuju dengan program pendidikan bagi masyarakat bukan?. Kondisi seperti ini akan memuluskan industri rokok merajalela dan semakin percaya diri dalam program bisnis liciknya yakni berusaha membunuh jutaan generasi bangsa yang jumlahnya puluhan juta dibandingkan orang-orang yang mendapat beasiswa yang hanya segelintir. Anda bisa bayangkan jutaan calon tunas bangsa mesti mati sia-sia karena terpapar asap rokok dari perokok yang tidak bermoral atau justru terjerumus kedalam lembah hitam dengan menjadi perokok aktif karena lingkungannya mendukung.

Dari sekian “niat baik” industri rokok barangkali jarang yang mengetahui jika para industri rokok ini juga tidak sekedar investasi pada bidang pendidikan namun juga pada bidang perjudian. Sebut saja Putra Sampoerna yang pernah dikabarkan menginvestasikan sebagian besar keuntungannya pada bisnis judi di Las Vegas, maupun Djarum yang melakukan berbagai cara untuk bisa laku di pasar asing bahkan dengan merekrut model iklan untuk telanjang seperti model iklan Djarum yang melakukan body painting. Jangan-jangan selain diberikan beasiswa lalu di ajarkan body paiting. Cari saja di Google Images dengan kata kunci “Djarum” anda akan menemukan model-model iklan djarum yang seksi.

Masyarakat hendaknya jangan sampai tertipu dengan siasat industri rokok ini dalam melegalkan Bisnis Jahatnya. Yang mereka lakukan selama puluhan tahun ini adalah memproduksi SENJATA PEMUSNAH MASSAL dan akan bereaksi efektif setelah 20 tahun akan datang sejak perokok pertama kali merokok.

Saya ikut prihatin dengan orang-orang maupun program acara yang menginspirasi rakyat Indonesia seperti Kick Andy, namun masih menggunakan Industri Rokok sebagai sponsor acaranya. Demi keuntungan yang tak seberapa mereka menggadaikan harga dirinya untuk mendukung Industri Pembunuh Massal ini. Semoga masyarakat kita semakin sadar akan liciknya geliat industri rokok di tanah air dan senantiasa menjaga keluarganya dari serangan asap rokok sebagai senjata PEMUSNAH MASSAL yang dilegalkan oleh pemerintah.

Jangan-jangan nanti ada tempat judi,pabrik narkoba atau pelacuran kemudian sebagian keuntungannya digunakan untuk beasiswa malah dilegalkan oleh pemerintah atau masyarakat.

Komnas Perlindungan Anak: Larangan Total Iklan Rokok Adalah Harga Mati


TEMPO Interaktif, Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Perlindungan Anak) menyatakan pelarangan iklan rokok secara total melalui Rancangan Peraturan Pemerintah mengenai Tembakau (RPP Tembakau) adalah harga mati. Menurut penelitian yang mereka lakukan, iklan yang ditampilkan di media massa dan ruang publik secara signifikan mempengaruhi anak untuk merokok.

Sebelumnya Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia bertemu dengan Menteri Kehutanan Suswono dan meminta agar RPP Tembakau tidak melarang iklan rokok secara total. “Itu terlalu ekstrim,” ujar Ketua Umum AMTI Sudaryanto, Selasa (2/3).

“RPP Tembakau bertujuan melindungi golongan yang rentan terhadap pengaruh iklan rokok yaitu anak dan perempuan,” tulis Lisda Sundari dari Komnas Perlindungan Anak melalui surat elektronik kepada Tempo, Rabu (3/3).
Lanjutkan membaca ‘Komnas Perlindungan Anak: Larangan Total Iklan Rokok Adalah Harga Mati’

Lobi Politik Industri Rokok

Ketika DPR yang salah satu fungsi utamanya melahirkan undang-undang demi kemaslahatan publik justru menghadirkan undang-undang yang mematikan publik, itu adalah kejahatan yang amat fundamental. Sebuah pengkhianatan nurani yang dahsyat. Sama dengan guru yang ternyata melakukan kejahatan pengajaran. Atau wasit yang mencurangi pertandingan. (Editorial Media Indonesia)

Jadi jangan heran, kenapa Rokok sampai sekarang sulit diberantas, jangankan rokok, Narkoba yang merupakan salah satu dampak dari kebiasaan merokok saat ini makin menggila. Melihat fakta ini, kita harusnya tidak melulu menyalahkan pemerintah, karena saya yakin pemerintah punya itikad baik untuk menghentikan peredaran RACUN YANG DILEGALKAN ini. Pemimpin yang visioner tentu tidak akan mengorbankan harga diri dan martabat bangsanya demi membela sebuah Industri mental tempe seperti Industri Rokok yang geliatnya semakin menjadi-jadi dengan berkedok beasiswa,bantuan sosial,mengurangi jumlah pengangguran,dan berbagai macam trik konyol yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang waras.

Mafia DPR merupakan sasaran empuk para industri rokok untuk tidak meloloskan undang-undang pengendalian tembakau seperti yang telah diterapkan oleh negara-negara maju dan berkembang selain Indonesia. Sebagian dari Omzet Industri rokok yang menggiurkan cukup untuk mengunci mulut para mafia DPR untuk tidak meloloskan undang-undang pengendalian tembakau.

Tidak hanya wakil rakyat, rakyat jelata sampai orang berada juga memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar karena mereka dengan sengaja akibat sudah kecanduan zat adiktif rokok yang tidak ada bedanya seperti orang kecanduan narkoba mengkampanyekan budaya merokok kepada generasi penerus bangsa. Bahkan, di era informasi ini bukan hanya lelaki namun wanita seperti dianggap sudah lazim jika ada yang merokok. Barusan saya melihat tayangan salah seorang ahli hipnotis Indonesia yang menghipnotis seorang remaja tanggung gadis yang dihipnotis disaksikan oleh ibunya sendiri, sang ahli hipnotis ini bertanya apa saja kelakuan nakal yang pernah dilakukan lalu gadis ini menjawab, dia pernah merokok bersama teman-teman wanitanya. Bayangkan, betapa hancur dan sakitnya perasaan seorang Ibu mendengar kelakuan anaknya yang tak pernah diperkirakan sebelumnya. Ini semata-mata bukan karena ulah si anak, tapi juga pengaruh lingkungan sekitarnya yang sudah menganggap seorang gadis merokok itu sudah biasa.

Lanjutkan membaca ‘Lobi Politik Industri Rokok’

Iklan Bebas Rokok (WHO)

Sumber : WHO ( World Health Organization )


Google Translate
Choose your language :

Pasang atau Cetak Banner ini ? Sebarkan…

Klik disini

Masukkan Email anda untuk berlangganan

Bergabunglah dengan 100 pengikut lainnya

Kultwit

NASIONALISME PALSU PARA KAPITALIS ROKOK | http://chirpstory.com/li/79399

REAKSI MAHASISWA/I TERHADAP ACARA DJARUM FOUNDATION DI UIN SYARIF HIDAYATULLAH | http://chirpstory.com/li/793409

Terkini

Kategori

Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya.

Admin :
+62-852-773-22056



jakarta bebas rokok

jakarta bebas rokok

green radio jakarta

kawasan dilarang merokok



RSS Google News

  • Rokok Terakhir DN Aidit - Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran) 22 September, 2017
    Detikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)Rokok Terakhir DN AiditDetikcom (Siaran Pers) (Pendaftaran)Di meja di ruang tengah masih tersisa kopi dan puntung rokok. Rupanya Aidit sempat menikmati kopi dan rokok di ruang depan. Saat diinterogasi oleh anggota TNI, Aidit juga sempat minta rokok kepada petugas pemeriksa, Kolonel Ms. "Boleh ya rokok ini ...Populer S […]
  • Benarkah Vapor Lebih Aman Dibanding Rokok Tembakau? Ini ... - Tribun Style 23 September, 2017
    Tribun StyleBenarkah Vapor Lebih Aman Dibanding Rokok Tembakau? Ini ...Tribun StyleTRIBUNSTYLE.COM - Zaman sekarang, rokok elektrik atau biasa disebut dengan vapor seolah menjadi barang yang wajib dimiliki bagi para pecandu rokok. Banyak yang beranggapan jika ingin berhenti merokok bisa beralih ke rokok elektrik atau vapor.
  • Sepanjang 2017, Bea Cukai Sulawesi Sita 31 Juta Batang Rokok ... - WartaEkonomi.co.id (Pendaftaran) 23 September, 2017
    WartaEkonomi.co.id (Pendaftaran)Sepanjang 2017, Bea Cukai Sulawesi Sita 31 Juta Batang Rokok ...WartaEkonomi.co.id (Pendaftaran)Bea Cukai Sulawesi semakin massif melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah hukumnya. Buktinya, tercatat sudah 31,5 juta batang rokok ilegal yang disita sepanjang 2017. Jumlah tersebut berpotensi terus bertamba […]
  • Waduh, Dalam 10 Tahun Pabrik Rokok di Malang Berkurang hingga ... - Okezone 21 September, 2017
    OkezoneWaduh, Dalam 10 Tahun Pabrik Rokok di Malang Berkurang hingga ...OkezoneMALANG - Pertumbuhan industri rokok di wilayah Kota Malang dalam sepuluh tahun terakhir ini melambat, bahkan mengalami penurunan cukup drastis, dari sekitar 150 pabrik rokok pada 2005 menjadi 35 perusahaan pada 2017. Menurut Kepala Dinas ...dan lainnya »
  • Kenaikan Cukai Rokok Diumumkan Awal Oktober - Tempo.co 21 September, 2017
    Tempo.coKenaikan Cukai Rokok Diumumkan Awal OktoberTempo.co“Rencana pemerintah memperhitungkan kenaikan cukai rokok di tahun 2018 patut didukung. Selain akan meningkatkan pemasukan negara, kenaikan cukai rokok berimbas pada naiknya harga rokok,” kata Margianta, Jumat, 15 September 2017.dan lainnya »
  • ALAMAK! Awalnya Pura-pura Ajak Mancing, Pinjam Motor untuk ... - Tribun Medan 23 September, 2017
    Tribun MedanALAMAK! Awalnya Pura-pura Ajak Mancing, Pinjam Motor untuk ...Tribun Medan... ini awalnya pura-pura mengajak anak pelapor pergi memancing di Jalan Sapta Marga, Sunggal. Sesampainya di lokasi, pelaku meminjam motor dengan alasan ingin beli rokok," kata Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Martua Manik, Sabtu (23/9/2017).dan lainnya »
  • Produksi Rokok Diprediksi Turun Jadi 321,9 Miliar Batang di 2018 - Bisnis Liputan6.com 18 September, 2017
    Bisnis Liputan6.comProduksi Rokok Diprediksi Turun Jadi 321,9 Miliar Batang di 2018Bisnis Liputan6.comSejumlah batang rokok ilegal diperlihatkan petugas saat rilis rokok ilegal di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Jumat (30/9). Rokok ilegal ini diproduksi oleh mesin dengan total produksi 1500 batang per menit. (Liputan6.com/Faizal Fanani).31 Jut […]
  • Rehab 6 Puskesmas di Solo Andalkan DAK dan Pajak Rokok - Solopos 23 September, 2017
    SoloposRehab 6 Puskesmas di Solo Andalkan DAK dan Pajak RokokSoloposSolopos.com, SOLO — Pemerintah Kota Solo bakal merehab enam puskesmas pada 2018 dengan anggaran sebesar Rp15,22 miliar. Rehab memanfaatkan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK), pajak rokok, dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa ...dan lainnya »
  • DPR Klaim Tak Bisa Melarang Iklan Rokok di Media Penyiaran - KBR (Siaran Pers) 21 September, 2017
    KBR (Siaran Pers)DPR Klaim Tak Bisa Melarang Iklan Rokok di Media PenyiaranKBR (Siaran Pers)Wakil Ketua Badan Legislasi Firman Soebagyo beralasan DPR tidak bisa menghapus iklan rokok dari media massa karena akan bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konsitusi. Keputusan yang dimaksud adalah gugatan sejumlah organisasi ...dan lainnya »
  • Rokok Ilegal Bernilai 8.48 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Sulawesi - Tribunnews 20 September, 2017
    TribunnewsRokok Ilegal Bernilai 8.48 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai SulawesiTribunnewsBea Cukai Wilayah Sulawesi Selatan dan Bea Cukai Makassar lakukan pemusnahan rokok ilegal senilai Rp8.48 miliar pada Selasa (19/9/2017). Selain memusnahkan rokok ilegal, Bea Cukai juga memusnahkan minuman keras ilegal sebanyak 225 botol.dan lainnya »

Rank

Stats

  • 399,547 Visitors

Visitors


counter
teukufarhan.com