Islam Can Curb Smoking: Scientist

By IslamOnline.net & News Agencies

http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?blobcol=urldata&blobheader=image%2Fjpeg&blobkey=id&blobtable=MungoBlobs&blobwhere=1236868732668&ssbinary=true

Tobacco use will kill 1 billion people worldwide in the 21st century if current smoking trends continue, according to WHO.

MUMBAI — Islam can be the road to significantly curb the number of victims of the deadly habit of smoking, attendants of the world’s largest conference on tobacco control were told.

"Islam is a powerful tool," Lath Yahya Ibrahim Mula Hussain, an Iraqi oncologist, told Indo-Asian news Service (IANS) on Thursday, March 12, on the sidelines of the World Conference on Tobacco OR Health (WCTOH) in Mumbai.

Hussain told the five-day annual event that Islam can be used to curb tobacco consumption across the world, given that Muslim smokers make up a significant majority of the smoking population.

"It is a hard fact that most Muslims have fallen prey to tobacco," he said.

"Islam can be used as an effective tool for tobacco control among Muslims, who constitute 22 percent of the world’s population."

Smoking is embedded in the culture of many Muslim countries.

In Indonesia, the world most populous Muslim country and the world’s 5th largest cigarette market, over a third of the 230 million people smoke, according to the World Health Organization (WHO).

In Muslim-majority Malaysia 21.5 percent of the adult population smoked in 2006, according to the Third National Health and Morbidity Survey.

An estimated 35 to 40 percent of Saudis above 15 smoke while in Egypt nearly 60 percent of men smoke.

Scholars

The Iraqi oncologist believes that the teachings of the Noble Qur`an can be used to curb smoking addiction.

"Islam…can be used to guide the lives of Muslims across the globe but it ought tobe used effectively."

Hussain says Muslim scholars as the main weapon in this battle.

"I believe that we can make a beginning by using those scholars who think tobacco should be banned."

Though there is no direct mention of banning smoking in the Qur’an, a habit that was not spread during the early days of Islam, most scholars deem it haram (prohibited).

They rely on a hadith by Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) saying that Muslims must abstain from anything harmful.

Smoking- related diseases kill six million people each year and drain $500 billion from global economy each year, according to the latest edition of "Tobacco Atlas" issued by the WCTOH.

Tobacco use will kill 1 billion people worldwide in the 21st century if current smoking trends continue, WHO warns.

Hussain wants to arrange awareness programs for scholars so that they can help convince more Muslims to quit the deadly habit.

Scholars in many parts of the world have already taken on smoking.

In 2006, Lebanon’s top Shiite scholar Grand Ayatollah Mohammed Fadlallah

issued a fatwa ordering his followers to stop smoking.

Saudi scholars have supported a major crackdown on smoking in the holy city of Makkah.

Last January, about 700 scholars of Indonesia Ulemas Council (MUI) banned smoking in public places and for children and pregnant women.

But they stopped short of issuing an all-out ban on smoking.

http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?c=Article_C&pagename=Zone-English-News/NWELayout&cid=1236508941359&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rss

ROKOK DAN INDIVIDUALISME


A student holds a placard during an anti-tobacco awareness campaign on the eve of World No Tobacco Day in Mumbai May 30, 2008. World No Tobacco Day will be observed globally on May 31, 2008. Photo By Reuter-Daylife.com

Oleh : Teuku Farhan Alian, S.Kom

Rokok tidak hanya berdampak kepada kesehatan perokok dan orang-orang disekeliling perokok yang bukan perokok yang terkadang harus “rela” menjadi “perokok” (red.perokok pasif) karena sikap individualis yang dipamerkan sebagian perokok, namun lebih luas lagi, rokok telah merubah pola pikir dan mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang individualis. Tengok saja, ketika anda menggunakan transportasi umum, mengunjungi warung kopi, swalayan dan hampir semua tempat umum tidak luput dari asap rokok yang bergentayangan mencari mangsa. Ini membuktikan, sikap Individualis atau lebih mementingkan kepuasan pribadi tanpa menghiraukan dampaknya terhadap orang lain telah tertanam di dalam karakter pribadi seorang perokok. Dalam data-data statistik kesehatan, anda akan temukan bahwa mayoritas perokok berasal dari kalangan miskin dan menengah ke bawah,
Lanjutkan membaca ‘ROKOK DAN INDIVIDUALISME’

Fatwa Haram Rokok Perlu Didukung

By Republika Newsroom
Jumat, 30 Januari 2009 pukul 18:22:00

YOGYAKARTA — Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan rokok yang bagi anak-anak, ibu hamil, dan di tempat umum perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya kira wajar jika merokok dianggap haram karena kebiasaan itu dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bondan Agus Suryanto di Kepatihan Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan, berbagai penelitian ilmiah membuktikan merokok dapat merugikan kesehatan tidak saja bagi perokok aktif tetapi juga orang yang berada di sekitar perokok atau yang biasa disebut perokok pasif.

Lanjutkan membaca ‘Fatwa Haram Rokok Perlu Didukung’

Fatwa Haram Merokok Agar Diterapkan di Sekolah

By Republika Newsroom
Rabu, 28 Januari 2009 pukul 15:42:00

GRESIK– DPRD Gresik meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) setempat untuk menindaklanjuti fatwa MUI mengenai haram merokok bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Karena rokok telah menjangkiti hampir 40 persen lebih pelajar SMA dan bahkan siswa SMP di Gresik

“Lingkungan pendidikan utamanya SMP dan SMA harus menempelkan tulisan atau larangan merokok kepada anak didiknya. Karena sedikitnya ada 40 persen lebih pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Gresik sudah menjadi perokok aktif,” terang Wakil Ketua DPRD Gresik Munawai (28/1)

Menanggapi banyaknya kalangan ulama yang menolak fatwa tersebut, anggota DPRD yang mencalonkan kembali menjadi caleg ini menjelaskan, ditelorkanya fatwa tersebut karena sudah berbagai pertimbangan dari sudut pandang agama maupun perilaku masyarakat.

“Fatwa kan hanya bersifat himbauan karena ada nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan agama yang hilang. Kalau yang tidak sepakat mungkin Kyainya juga perokok berat,” kritik Munawi. Artinya lanjut dia, fatwa MUI secara formal bukan pengganti/lebih tinggi dari perda ‘larangan merokok’. “Apalagi sampai ada tudingan bahwa fatwa ini menjadi dasar.”

Lanjutkan membaca ‘Fatwa Haram Merokok Agar Diterapkan di Sekolah’

Rokok vs Ekonomi: Mitos dan Fakta


Mitos:

Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar.

Fakta:

Negara membayar biaya lebih besar untuk rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok. Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.
Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok.
Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung.
Mitos:

Mengurangi konsumsi rokok merupakan isu yang hanya bisa diatasi oleh negara-negara kaya.

Lanjutkan membaca ‘Rokok vs Ekonomi: Mitos dan Fakta’

Pajak Rokok Vs Kerugian Negara Akibat Rokok

Kapanlagi.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok (Komnas PMM) menyatakan perang terhadap rokok bersamaan dengan hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada hari Selasa (31/5).
“Kami mendorong agar profesi kesehatan turut berperan aktif dalam perang terhadap tembakau,” kata Ketua Komnas PMM Prof Dr Faried Anfasa Moeloek, di Jakarta, Senin.

Mantan Menteri Kesehatan itu juga mengatakan bahwa walaupun dampak buruk dari penggunaan rokok sudah lama diketahui para profesional kesehatan, namun belum ada upaya sistematik dan terus menerus untuk mengurangi perilaku tersebut.

Lanjutkan membaca ‘Pajak Rokok Vs Kerugian Negara Akibat Rokok’

Halaman Berikutnya »


 

Juli 2009
S S R K J S M
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Contact Us

  • Diperbolehkan mengutip dan menyebarluaskan isi blog ini tanpa izin dari pemilik blog dengan tetap mencantumkan sumbernya. Bagi anda yang ingin berkontribusi artikel,puisi,foto,art atau berita seputar Rokok dapat dikirim melalui email yang tertera dibawah ini, sertakan nama anda dan sumber atau link website/blog anda. Terimakasih. Email : freetobacco@gmail.com
  • Translate this blog (English)

    Image and video hosting by TinyPic

    Blog Stats

    • 48,608 hits

    Blog Rank

    PageRank
    counter

    Maps

    Tamu

    BannerFans.com

    counter